<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Warga Ukraina yang Ditahan Paksa Pasukan Rusia, Dipukuli, Disetrum hingga Disiram Air Dingin</title><description>Secara terpisah, seorang politikus Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa dia terkena &amp;lsquo;waterboarding&amp;rsquo;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/15/18/2630054/kisah-warga-ukraina-yang-ditahan-paksa-pasukan-rusia-dipukuli-disetrum-hingga-disiram-air-dingin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/15/18/2630054/kisah-warga-ukraina-yang-ditahan-paksa-pasukan-rusia-dipukuli-disetrum-hingga-disiram-air-dingin"/><item><title>Kisah Warga Ukraina yang Ditahan Paksa Pasukan Rusia, Dipukuli, Disetrum hingga Disiram Air Dingin</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/15/18/2630054/kisah-warga-ukraina-yang-ditahan-paksa-pasukan-rusia-dipukuli-disetrum-hingga-disiram-air-dingin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/15/18/2630054/kisah-warga-ukraina-yang-ditahan-paksa-pasukan-rusia-dipukuli-disetrum-hingga-disiram-air-dingin</guid><pubDate>Jum'at 15 Juli 2022 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/15/18/2630054/kisah-warga-ukraina-yang-ditahan-paksa-pasukan-rusia-dipukuli-disetrum-hingga-disiram-air-dingin-Yi1o60WMvJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penahanan paksa warga Ukraina oleh pasukan Rusia (Foto: BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/15/18/2630054/kisah-warga-ukraina-yang-ditahan-paksa-pasukan-rusia-dipukuli-disetrum-hingga-disiram-air-dingin-Yi1o60WMvJ.jpg</image><title>Penahanan paksa warga Ukraina oleh pasukan Rusia (Foto: BBC)</title></images><description>UKRAINA &amp;ndash; Kasus-kasus penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap warga sipil yang menjadi sasaran penghilangan paksa pasukan Rusia terus menyeruak. Mereka diduga ditahan dan mengalami penyiksaan di tempat-tempat penahanan resmi dan bekas yang dikendalikan oleh &quot;angkatan bersenjata Rusia&quot; atau &quot;kelompok bersenjata yang berafiliasi&quot;.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun telah menerima laporan 271 kasus penahanan paksa pasukan Rusia terhadap warga Ukraina. Baik warga sipil maupun politikus.
Secara terpisah, seorang politikus Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa dia terkena &amp;lsquo;waterboarding&amp;rsquo; atau proses interogasi dengan cara tangan dan wajah diikat, kemudian kepalanya ditutup dan dituangkan air, setelah diculik oleh militer Rusia.
Baca juga:&amp;nbsp;PBB Catat 271 Kasus Penahanan Paksa Pasukan Rusia Terhadap Warga Ukraina, Banyak yang Mengalami Penyiksaan 
Oleh Pylypenko, ketua terpilih komunitas teritorial bersatu Shevchenkivska di Ukraina selatan, mengatakan dia ditangkap oleh pasukan terjun payung Rusia di dekat Kherson pada 10 Maret saat memberikan bantuan kepada konstituen.
Baca juga:&amp;nbsp;Pasukan Rusia Klaim Kuasai Setengah Wilayah Ukraina Timur
Pria berusia 36 tahun itu mengatakan kepada BBC bahwa dia ditangkap bersama sopirnya di sebuah penghalang jalan oleh pasukan Rusia dan diduga dia sengaja menjadi sasaran setelah berbagi lokasi artileri Rusia dengan pasukan Ukraina.
&quot;Saya pikir mereka mulai berburu khusus untuk saya hampir sejak awal perang. Saya yakin mereka merencanakan penyergapan karena mereka ingin membawa saya hidup-hidup,&quot; katanya.
Dia kemudian dibawa ke lapangan terbang, dan mengaku disiksa selama tiga hari oleh pasukan terjun payung Rusia.
&quot;Mereka tidak menyentuh sopir saya,&quot; ujarnya.

&quot;Mereka hanya menginterogasi saya. Mereka menggunakan kekerasan fisik, aliran listrik, dan menyiram saya dengan air dingin selama suhu beku di luar. Kaki saya mengalami radang dingin, tulang rusuk dan organ dalam yang rusak,&amp;rdquo; lanjutnya.

Ayah tiga anak ini menambahkan bahwa pasukan terjun payung juga memukulinya dengan &quot;pemukul karet&quot; dan menendangnya hingga pingsan. Dia juga mengaku disetrum berulang kali oleh pasukan Rusia.



&quot;Pada hari ketiga dari semua ini, saya dipukuli dengan sangat parah sehingga saya tidak bisa bergerak [mandiri]. Dan saya tidak akan selamat tanpa sopir saya, yang selalu membantu saya,&quot; katanya.



Pylypenko mengatakan dia kemudian menjadi subyek perang antara pasukan terjun payung - yang ingin mengeksekusi dia untuk perannya dalam membantu pasukan Ukraina menargetkan posisi mereka - dan polisi militer, yang ingin dia menggunakan posisinya untuk membantu mengatur pertukaran tahanan.



&quot;Kedua kelompok ini sempat berselisih paham tentang siapa yang akan menangani lebih lanjut tawanan perang ini. Karena pasukan terjun payung baru saja ingin menghancurkan saya,&quot; katanya.



Petugas polisi militer akhirnya memenangkan pertarungan, dan setelah mengatur 11 putaran pertukaran tahanan, Pylypenko akhirnya dibebaskan pada 10 Juni lalu.



Sementara itu, Dmytro Vasyliev, mantan ketua dewan lokal di kota selatan Nova Khakova yang diduduki, mengatakan kepada BBC bahwa dia ditangkap pasukan proksi Rusia dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri pada Maret lalu.




Vasyliev ditahan selama 46 hari sebelum dibebaskan. Selama penahanannya, dia berulang kali diinterogasi oleh penjaga berpakaian balaclava yang menekannya untuk bekerja sama dengan pasukan pendudukan.







&quot;Saya dipanggil untuk diinterogasi sekitar enam kali,&quot; kata pria berusia 54 tahun itu.



&quot;Pertanyaannya hanya tentang kerja sama. 'Apakah Anda memiliki hubungan dengan dinas keamanan atau militer Ukraina?' Kemudian pada akhirnya mereka hanya menyarankan agar saya bekerja sama dengan mereka - untuk berpikir,&amp;rdquo; lanjutnya.







Dia mengatakan pemukulan oleh penjaga penjara adalah hal biasa bagi mereka yang ditahan di pusat penahanan di bekas kantor polisi di Nova Kakhova.







&quot;Saya tidak dipukul. Orang lain - saya mendengarnya setiap hari, tapi bukan saya,&quot; kenangnya.



&quot;Saya berbicara dengan dua orang. Salah satunya adalah seorang pria tua yang pernah menjadi sopir ambulans di zona operasi militer Donbas. Dia dipukul,&amp;rdquo; ujarnya.







&amp;ldquo;Seorang pria lain di sel di sebelahnya dipukuli dengan parah selama beberapa hari pertama penahanannya,&amp;rdquo; tambahnya.







Vasyliev mengatakan dalam banyak kasus tidak ada alasan atau tujuan di balik pemukulan. Mereka hanya melakukan tanpa alasan.


Pada hari terakhir penahanannya, dia mengatakan bahwa petugas penjara mengungkapkan kepadanya bahwa mereka adalah petugas dari dinas keamanan internal Rusia (FSB).















Warga Ukraina lainnya yang diculik pasukan Rusia juga menuduh FSB terlibat dalam penangkapan mereka.















Pada Maret lalu, Viktoriia Roshchyna, seorang jurnalis dengan media Ukraina Hromadske, mengatakan dia telah diculik dan diinterogasi oleh petugas FSB di kota Berdyansk yang diduduki.















PBB mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya telah mendokumentasikan banyak kasus petugas FSB yang mengambil bagian dalam &quot;penahanan, penyiksaan dan perlakuan buruk&quot; terhadap warga sipil Ukraina.















Pylypenko dan Dmytro Vasilyev sudah bebas. Adapun ylypenko terus bekerja di garis depan konflik memberikan bantuan kepada konstituennya.







Dalam sebuah pernyataan singkat, kementerian pertahanan Ukraina menyebut penahanan dan penyiksaan politisi lokal &quot;memalukan&quot; dan mengatakan semua tuduhan harus segera diselidiki. &quot;Rusia harus menanggung beban tanggung jawab,&quot; tambahnya.







Jaksa Agung Ukraina mengatakan kantornya menerima 200-300 laporan kejahatan perang setiap hari tetapi tidak dapat menyelidiki setiap kasus &quot;dengan benar dan efektif&quot; karena kurangnya akses.







Sementara itu, Kementerian pertahanan Rusia tidak menanggapi permintaan komentar atas tuduhan tersebut. Pemerintah Rusia sebelumnya membantah melakukan kejahatan perang di Ukraina.































</description><content:encoded>UKRAINA &amp;ndash; Kasus-kasus penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap warga sipil yang menjadi sasaran penghilangan paksa pasukan Rusia terus menyeruak. Mereka diduga ditahan dan mengalami penyiksaan di tempat-tempat penahanan resmi dan bekas yang dikendalikan oleh &quot;angkatan bersenjata Rusia&quot; atau &quot;kelompok bersenjata yang berafiliasi&quot;.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun telah menerima laporan 271 kasus penahanan paksa pasukan Rusia terhadap warga Ukraina. Baik warga sipil maupun politikus.
Secara terpisah, seorang politikus Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa dia terkena &amp;lsquo;waterboarding&amp;rsquo; atau proses interogasi dengan cara tangan dan wajah diikat, kemudian kepalanya ditutup dan dituangkan air, setelah diculik oleh militer Rusia.
Baca juga:&amp;nbsp;PBB Catat 271 Kasus Penahanan Paksa Pasukan Rusia Terhadap Warga Ukraina, Banyak yang Mengalami Penyiksaan 
Oleh Pylypenko, ketua terpilih komunitas teritorial bersatu Shevchenkivska di Ukraina selatan, mengatakan dia ditangkap oleh pasukan terjun payung Rusia di dekat Kherson pada 10 Maret saat memberikan bantuan kepada konstituen.
Baca juga:&amp;nbsp;Pasukan Rusia Klaim Kuasai Setengah Wilayah Ukraina Timur
Pria berusia 36 tahun itu mengatakan kepada BBC bahwa dia ditangkap bersama sopirnya di sebuah penghalang jalan oleh pasukan Rusia dan diduga dia sengaja menjadi sasaran setelah berbagi lokasi artileri Rusia dengan pasukan Ukraina.
&quot;Saya pikir mereka mulai berburu khusus untuk saya hampir sejak awal perang. Saya yakin mereka merencanakan penyergapan karena mereka ingin membawa saya hidup-hidup,&quot; katanya.
Dia kemudian dibawa ke lapangan terbang, dan mengaku disiksa selama tiga hari oleh pasukan terjun payung Rusia.
&quot;Mereka tidak menyentuh sopir saya,&quot; ujarnya.

&quot;Mereka hanya menginterogasi saya. Mereka menggunakan kekerasan fisik, aliran listrik, dan menyiram saya dengan air dingin selama suhu beku di luar. Kaki saya mengalami radang dingin, tulang rusuk dan organ dalam yang rusak,&amp;rdquo; lanjutnya.

Ayah tiga anak ini menambahkan bahwa pasukan terjun payung juga memukulinya dengan &quot;pemukul karet&quot; dan menendangnya hingga pingsan. Dia juga mengaku disetrum berulang kali oleh pasukan Rusia.



&quot;Pada hari ketiga dari semua ini, saya dipukuli dengan sangat parah sehingga saya tidak bisa bergerak [mandiri]. Dan saya tidak akan selamat tanpa sopir saya, yang selalu membantu saya,&quot; katanya.



Pylypenko mengatakan dia kemudian menjadi subyek perang antara pasukan terjun payung - yang ingin mengeksekusi dia untuk perannya dalam membantu pasukan Ukraina menargetkan posisi mereka - dan polisi militer, yang ingin dia menggunakan posisinya untuk membantu mengatur pertukaran tahanan.



&quot;Kedua kelompok ini sempat berselisih paham tentang siapa yang akan menangani lebih lanjut tawanan perang ini. Karena pasukan terjun payung baru saja ingin menghancurkan saya,&quot; katanya.



Petugas polisi militer akhirnya memenangkan pertarungan, dan setelah mengatur 11 putaran pertukaran tahanan, Pylypenko akhirnya dibebaskan pada 10 Juni lalu.



Sementara itu, Dmytro Vasyliev, mantan ketua dewan lokal di kota selatan Nova Khakova yang diduduki, mengatakan kepada BBC bahwa dia ditangkap pasukan proksi Rusia dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri pada Maret lalu.




Vasyliev ditahan selama 46 hari sebelum dibebaskan. Selama penahanannya, dia berulang kali diinterogasi oleh penjaga berpakaian balaclava yang menekannya untuk bekerja sama dengan pasukan pendudukan.







&quot;Saya dipanggil untuk diinterogasi sekitar enam kali,&quot; kata pria berusia 54 tahun itu.



&quot;Pertanyaannya hanya tentang kerja sama. 'Apakah Anda memiliki hubungan dengan dinas keamanan atau militer Ukraina?' Kemudian pada akhirnya mereka hanya menyarankan agar saya bekerja sama dengan mereka - untuk berpikir,&amp;rdquo; lanjutnya.







Dia mengatakan pemukulan oleh penjaga penjara adalah hal biasa bagi mereka yang ditahan di pusat penahanan di bekas kantor polisi di Nova Kakhova.







&quot;Saya tidak dipukul. Orang lain - saya mendengarnya setiap hari, tapi bukan saya,&quot; kenangnya.



&quot;Saya berbicara dengan dua orang. Salah satunya adalah seorang pria tua yang pernah menjadi sopir ambulans di zona operasi militer Donbas. Dia dipukul,&amp;rdquo; ujarnya.







&amp;ldquo;Seorang pria lain di sel di sebelahnya dipukuli dengan parah selama beberapa hari pertama penahanannya,&amp;rdquo; tambahnya.







Vasyliev mengatakan dalam banyak kasus tidak ada alasan atau tujuan di balik pemukulan. Mereka hanya melakukan tanpa alasan.


Pada hari terakhir penahanannya, dia mengatakan bahwa petugas penjara mengungkapkan kepadanya bahwa mereka adalah petugas dari dinas keamanan internal Rusia (FSB).















Warga Ukraina lainnya yang diculik pasukan Rusia juga menuduh FSB terlibat dalam penangkapan mereka.















Pada Maret lalu, Viktoriia Roshchyna, seorang jurnalis dengan media Ukraina Hromadske, mengatakan dia telah diculik dan diinterogasi oleh petugas FSB di kota Berdyansk yang diduduki.















PBB mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya telah mendokumentasikan banyak kasus petugas FSB yang mengambil bagian dalam &quot;penahanan, penyiksaan dan perlakuan buruk&quot; terhadap warga sipil Ukraina.















Pylypenko dan Dmytro Vasilyev sudah bebas. Adapun ylypenko terus bekerja di garis depan konflik memberikan bantuan kepada konstituennya.







Dalam sebuah pernyataan singkat, kementerian pertahanan Ukraina menyebut penahanan dan penyiksaan politisi lokal &quot;memalukan&quot; dan mengatakan semua tuduhan harus segera diselidiki. &quot;Rusia harus menanggung beban tanggung jawab,&quot; tambahnya.







Jaksa Agung Ukraina mengatakan kantornya menerima 200-300 laporan kejahatan perang setiap hari tetapi tidak dapat menyelidiki setiap kasus &quot;dengan benar dan efektif&quot; karena kurangnya akses.







Sementara itu, Kementerian pertahanan Rusia tidak menanggapi permintaan komentar atas tuduhan tersebut. Pemerintah Rusia sebelumnya membantah melakukan kejahatan perang di Ukraina.































</content:encoded></item></channel></rss>
