<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendagri: Animo Vaksin Booster Rendah karena Kasus Covid-19 Dianggap Turun</title><description>Anggapan tersebut terus mencuat dikarenakan banyaknya masyarakat yang menganggap enteng penularan hingga gejala Covid-19 di daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/18/337/2631231/mendagri-animo-vaksin-booster-rendah-karena-kasus-covid-19-dianggap-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/18/337/2631231/mendagri-animo-vaksin-booster-rendah-karena-kasus-covid-19-dianggap-turun"/><item><title>Mendagri: Animo Vaksin Booster Rendah karena Kasus Covid-19 Dianggap Turun</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/18/337/2631231/mendagri-animo-vaksin-booster-rendah-karena-kasus-covid-19-dianggap-turun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/18/337/2631231/mendagri-animo-vaksin-booster-rendah-karena-kasus-covid-19-dianggap-turun</guid><pubDate>Senin 18 Juli 2022 03:30 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/18/337/2631231/mendagri-animo-vaksin-booster-rendah-karena-kasus-covid-19-dianggap-turun-eTMl2SCqdg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tito Karnavian (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/18/337/2631231/mendagri-animo-vaksin-booster-rendah-karena-kasus-covid-19-dianggap-turun-eTMl2SCqdg.jpg</image><title>Mendagri Tito Karnavian (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengklaim adanya anggapan penurunan Covid-19 berdampak pada turunnya animo masyarakat terhadap vaksin booster. Hal itu, ia ungkap usai sejumlah kepala daerah melaporkan catatan terkait vaksin booster.
Tito mengatakan, anggapan tersebut terus mencuat dikarenakan banyaknya masyarakat yang menganggap enteng penularan hingga gejala Covid-19 di daerah.
&quot;Di masyarakat banyak ininya kurang, animo, karena satu kasusnya dianggap sudah jauh menurun, kedua ada pandangan bahwa ini sepertinya masih ringan padahal enggak juga,&quot; ujar Tito di TMII, Minggu (17/7/2022).
BACA JUGA:Covid-19 Meroket, Pengunjung Mal hingga Perkantoran di Jakarta Wajib Booster&amp;nbsp;
Menurut Tito, adanya anggapan tersebut dikarenakan adanya penurunan kasus kematian akibat Covid-19. Padahal, kata Tito, dengan acuhnya masyarakat terhadap vaksin booster hal itu berdampak pada rendahnya antibodi di masyarakat.

&quot;Sehingga dari rumah sakit masih kosong, kematian berkurang, padahal enggak, untuk yang belum vaksin, antibodinya rendah masih rawan, apalagi ada komorbid,&quot; ungkapnya.
BACA JUGA:Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 3.540, Meninggal 10 Orang&amp;nbsp;
Tito mencatat, dengan adanya jumlah masyarakat yang stagnan dalam melakukan vaksinasi booster, Ia meminta tiap pemangku kebijakan terkait untuk terus berinovasi merayu masyarakat agar melakukan vaksin booster.

&quot;Perlu ada vaksinasi booster yang bersifat imperatif dengan regulasi, seperti perjalanan, ditambah dengan ide-ide kreatif teman-teman kepala daerah, waktu misalnya vaksinasi booster diberikan sembako, lucky drawnya motor, atau mesin speed di daerah nelayan,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengklaim adanya anggapan penurunan Covid-19 berdampak pada turunnya animo masyarakat terhadap vaksin booster. Hal itu, ia ungkap usai sejumlah kepala daerah melaporkan catatan terkait vaksin booster.
Tito mengatakan, anggapan tersebut terus mencuat dikarenakan banyaknya masyarakat yang menganggap enteng penularan hingga gejala Covid-19 di daerah.
&quot;Di masyarakat banyak ininya kurang, animo, karena satu kasusnya dianggap sudah jauh menurun, kedua ada pandangan bahwa ini sepertinya masih ringan padahal enggak juga,&quot; ujar Tito di TMII, Minggu (17/7/2022).
BACA JUGA:Covid-19 Meroket, Pengunjung Mal hingga Perkantoran di Jakarta Wajib Booster&amp;nbsp;
Menurut Tito, adanya anggapan tersebut dikarenakan adanya penurunan kasus kematian akibat Covid-19. Padahal, kata Tito, dengan acuhnya masyarakat terhadap vaksin booster hal itu berdampak pada rendahnya antibodi di masyarakat.

&quot;Sehingga dari rumah sakit masih kosong, kematian berkurang, padahal enggak, untuk yang belum vaksin, antibodinya rendah masih rawan, apalagi ada komorbid,&quot; ungkapnya.
BACA JUGA:Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 3.540, Meninggal 10 Orang&amp;nbsp;
Tito mencatat, dengan adanya jumlah masyarakat yang stagnan dalam melakukan vaksinasi booster, Ia meminta tiap pemangku kebijakan terkait untuk terus berinovasi merayu masyarakat agar melakukan vaksin booster.

&quot;Perlu ada vaksinasi booster yang bersifat imperatif dengan regulasi, seperti perjalanan, ditambah dengan ide-ide kreatif teman-teman kepala daerah, waktu misalnya vaksinasi booster diberikan sembako, lucky drawnya motor, atau mesin speed di daerah nelayan,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
