<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Omicron BA.2.75 Ditemukan di Bali, Pasien Baru Pulang dari Australia</title><description>&amp;nbsp;
Pasien adalah WNI yang tiba di Indonesia usai melakukan perjalanan dari Australia. Setibanya di Bali, pasien menunjukkan gejala Centaurus&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/19/244/2632072/kasus-omicron-ba-2-75-ditemukan-di-bali-pasien-baru-pulang-dari-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/19/244/2632072/kasus-omicron-ba-2-75-ditemukan-di-bali-pasien-baru-pulang-dari-australia"/><item><title>Kasus Omicron BA.2.75 Ditemukan di Bali, Pasien Baru Pulang dari Australia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/19/244/2632072/kasus-omicron-ba-2-75-ditemukan-di-bali-pasien-baru-pulang-dari-australia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/19/244/2632072/kasus-omicron-ba-2-75-ditemukan-di-bali-pasien-baru-pulang-dari-australia</guid><pubDate>Selasa 19 Juli 2022 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Mohamad Chusna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/19/244/2632072/kasus-omicron-ba-2-75-ditemukan-di-bali-pasien-baru-pulang-dari-australia-fPSu48G0pO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/19/244/2632072/kasus-omicron-ba-2-75-ditemukan-di-bali-pasien-baru-pulang-dari-australia-fPSu48G0pO.jpg</image><title>Ilustrasi/ Foto: Antara</title></images><description>
DENPASAR - Kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.2.75 atau disebut Centaurus ditemukan di Bali. Satgas Penanganan COVID-19 Bali mengungkap kondisi pasien.

&quot;Pasien yang bersangkutan tidak sampai dirujuk ke rumah sakit,&quot; kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra, Selasa (19/7/2022).
BACA JUGA:Dua Kendaraan Bertabrakan di Magelang, Dua Pengendara Motor Tewas

Diketahui, pasien adalah WNI yang tiba di Indonesia usai melakukan perjalanan dari Australia. Setibanya di Bali, pasien menunjukkan gejala Centaurus.

Dewa Indra mengungkapkan, pasien hanya menunjukkan gejala BA.2.75 kategori ringan. Pasien juga sudah mendapatkan vaksin booster.
BACA JUGA:Penyebab PBSI Tarik 12 Wakil Indonesia di Chinese Taipei Open 2022
Menurutnya, meningkatnya kasus Covid-19 di Bali merupakan risiko yang harus dihadapi  terkait dibukanya pariwisata. Namun dia tidak khawatir karena capaian vaksinasi booster telah mencapai 70%.
Hanya saja, dia mengakui belakangan ini pelaksanaan vaksin booster berjalan lambat. &quot;Bukan masalah tempatnya, tapi masyarakat yang datang untuk booster tidak seramai dulu,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>
DENPASAR - Kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.2.75 atau disebut Centaurus ditemukan di Bali. Satgas Penanganan COVID-19 Bali mengungkap kondisi pasien.

&quot;Pasien yang bersangkutan tidak sampai dirujuk ke rumah sakit,&quot; kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra, Selasa (19/7/2022).
BACA JUGA:Dua Kendaraan Bertabrakan di Magelang, Dua Pengendara Motor Tewas

Diketahui, pasien adalah WNI yang tiba di Indonesia usai melakukan perjalanan dari Australia. Setibanya di Bali, pasien menunjukkan gejala Centaurus.

Dewa Indra mengungkapkan, pasien hanya menunjukkan gejala BA.2.75 kategori ringan. Pasien juga sudah mendapatkan vaksin booster.
BACA JUGA:Penyebab PBSI Tarik 12 Wakil Indonesia di Chinese Taipei Open 2022
Menurutnya, meningkatnya kasus Covid-19 di Bali merupakan risiko yang harus dihadapi  terkait dibukanya pariwisata. Namun dia tidak khawatir karena capaian vaksinasi booster telah mencapai 70%.
Hanya saja, dia mengakui belakangan ini pelaksanaan vaksin booster berjalan lambat. &quot;Bukan masalah tempatnya, tapi masyarakat yang datang untuk booster tidak seramai dulu,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
