<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas IDI: Segera Booster! Agar Proteksi Lebih Kuat</title><description>Dengan vaksinasi booster, maka proteksi bagi individu akan lebih kuat, kalaupun terinfeksi maka akan jauh lebih ringan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/19/337/2632137/satgas-idi-segera-booster-agar-proteksi-lebih-kuat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/19/337/2632137/satgas-idi-segera-booster-agar-proteksi-lebih-kuat"/><item><title>Satgas IDI: Segera Booster! Agar Proteksi Lebih Kuat</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/19/337/2632137/satgas-idi-segera-booster-agar-proteksi-lebih-kuat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/19/337/2632137/satgas-idi-segera-booster-agar-proteksi-lebih-kuat</guid><pubDate>Selasa 19 Juli 2022 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/19/337/2632137/satgas-idi-segera-booster-agar-proteksi-lebih-kuat-ScyiGaopNJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/19/337/2632137/satgas-idi-segera-booster-agar-proteksi-lebih-kuat-ScyiGaopNJ.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengingatkan bahwa vaksinasi dosis penguat atau booster sangat penting untuk meningkatkan proteksi bagi individu yang telah disuntik vaksin.

&quot;Dengan vaksinasi booster, maka proteksi bagi individu akan lebih kuat, kalaupun terinfeksi maka akan jauh lebih ringan,&quot; katanya ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (19/7/202).

Zubairi yang berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi itu menambahkan, selain meningkatkan cakupan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan juga harus makin diperkuat.

&quot;Bagi yang belum booster segera booster. Bagi yang ingin beraktivitas jangan lupa pakai masker, karena bagaimanapun penularan virus bisa dicegah dan penggunaan masker itu penting untuk melindungi dan memproteksi,&quot; katanya.

Menurutnya, peningkatan kasus Covid-19 beberapa waktu belakangan ini perlu menjadi kewaspadaan bersama.

&quot;Peningkatan kasus Covid-19 perlu menjadi perhatian bersama, meskipun angka kesembuhan tinggi, namun pasien yang meninggal juga ada, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan dengan meningkatkan cakupan vaksinasi dan memperkuat protokol kesehatan,&quot; katanya.

BACA JUGA:Positif Covid-19, Mahfud MD Jalani Isoman Sambil Main Pingpong


Sementara itu, dia juga mengingatkan agar kelompok rentan, seperti lansia serta orang-orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, perlu melengkapi diri dengan vaksinasi, mulai dosis pertama hingga dosis penguat.

&quot;Mengingat pada saat ini muncul subvarian baru Omicron, yaitu BA.4 dan BA.5, maka peningkatan cakupan vaksinasi diperlukan dan kewaspadaan juga perlu ditingkatkan,&quot; katanya.Dia juga mengingatkan perlunya penguatan data rutin dan surveilans guna mendukung upaya antisipasi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto, mengajak masyarakat untuk segera melengkapi diri dengan vaksinasi Covid-19 guna mencegah risiko terjadinya long Covid-19 atau sindrom pasca-Covid-19.

&quot;Risiko terjadinya long Covid-19 atau sindrom pasca-Covid-19 meningkat ketika seseorang terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat. Karena itu, dengan mendapatkan vaksinasi lengkap hingga booster diharapkan tidak bergejala berat dan tidak mengalami sindrom pasca-Covid-19,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengingatkan bahwa vaksinasi dosis penguat atau booster sangat penting untuk meningkatkan proteksi bagi individu yang telah disuntik vaksin.

&quot;Dengan vaksinasi booster, maka proteksi bagi individu akan lebih kuat, kalaupun terinfeksi maka akan jauh lebih ringan,&quot; katanya ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (19/7/202).

Zubairi yang berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi itu menambahkan, selain meningkatkan cakupan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan juga harus makin diperkuat.

&quot;Bagi yang belum booster segera booster. Bagi yang ingin beraktivitas jangan lupa pakai masker, karena bagaimanapun penularan virus bisa dicegah dan penggunaan masker itu penting untuk melindungi dan memproteksi,&quot; katanya.

Menurutnya, peningkatan kasus Covid-19 beberapa waktu belakangan ini perlu menjadi kewaspadaan bersama.

&quot;Peningkatan kasus Covid-19 perlu menjadi perhatian bersama, meskipun angka kesembuhan tinggi, namun pasien yang meninggal juga ada, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan dengan meningkatkan cakupan vaksinasi dan memperkuat protokol kesehatan,&quot; katanya.

BACA JUGA:Positif Covid-19, Mahfud MD Jalani Isoman Sambil Main Pingpong


Sementara itu, dia juga mengingatkan agar kelompok rentan, seperti lansia serta orang-orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, perlu melengkapi diri dengan vaksinasi, mulai dosis pertama hingga dosis penguat.

&quot;Mengingat pada saat ini muncul subvarian baru Omicron, yaitu BA.4 dan BA.5, maka peningkatan cakupan vaksinasi diperlukan dan kewaspadaan juga perlu ditingkatkan,&quot; katanya.Dia juga mengingatkan perlunya penguatan data rutin dan surveilans guna mendukung upaya antisipasi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto, mengajak masyarakat untuk segera melengkapi diri dengan vaksinasi Covid-19 guna mencegah risiko terjadinya long Covid-19 atau sindrom pasca-Covid-19.

&quot;Risiko terjadinya long Covid-19 atau sindrom pasca-Covid-19 meningkat ketika seseorang terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat. Karena itu, dengan mendapatkan vaksinasi lengkap hingga booster diharapkan tidak bergejala berat dan tidak mengalami sindrom pasca-Covid-19,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
