<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polemik PAN Jadi Momentum Jaga Etika Berdemokrasi dalam Pemilu</title><description>Polemik yang melanda PAN dapat dijadikan role model untuk menjaga etika berdemokrasi dalam penyelenggaran Pemilu 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/19/337/2632569/polemik-pan-jadi-momentum-jaga-etika-berdemokrasi-dalam-pemilu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/19/337/2632569/polemik-pan-jadi-momentum-jaga-etika-berdemokrasi-dalam-pemilu"/><item><title>Polemik PAN Jadi Momentum Jaga Etika Berdemokrasi dalam Pemilu</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/19/337/2632569/polemik-pan-jadi-momentum-jaga-etika-berdemokrasi-dalam-pemilu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/19/337/2632569/polemik-pan-jadi-momentum-jaga-etika-berdemokrasi-dalam-pemilu</guid><pubDate>Selasa 19 Juli 2022 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/19/337/2632569/polemik-pan-jadi-momentum-jaga-etika-berdemokrasi-dalam-pemilu-jPwFeVFgGn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polemik yang menlada PAN berujung pelaporan ke Bawaslu (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/19/337/2632569/polemik-pan-jadi-momentum-jaga-etika-berdemokrasi-dalam-pemilu-jPwFeVFgGn.jpg</image><title>Polemik yang menlada PAN berujung pelaporan ke Bawaslu (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia Kaka Suminta menilai, polemik yang melanda Partai Amanat Nasional (PAN) dapat dijadikan role model untuk menjaga etika berdemokrasi dalam penyelenggaran Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan Kaka Suminta saat menyoroti perdebatan dan polemik soal dugaan kampanye Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu.

&amp;ldquo;Ini menjadi momentum untuk bangsa Indonesia. Bukan  hanya untuk pemantau pemilu dan Bawaslu memahami etika minimal dalam berdemokrasi dan dalam kepemiluan,&amp;rdquo; kata Kaka Suminta di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa,(19/7/2022).

Kaka mengajak dan mendorong semua pejabat negara terkhusus yang memiliki jabatan di partai politik untuk dapat menjaga etika. Menurutnya selama ini bangsa Indonesia sudah terlalu jauh mengabaikan etika berdemokrasi.

&amp;ldquo;Etika-etika lain harus ditegakkan sudah terlalu jauh bangsa ini mengabaikan etika,&amp;rdquo; pungkas Kaka.

BACA JUGA:Zulhas Dilaporkan ke Bawaslu, PAN: Mungkin Cari Sensasi Saja


Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo membantah tudingan bahwa Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas  memanfaatkan program pemerintah untuk kampanye.

&amp;#8203;&amp;#8203;&amp;#8203;&quot;Bang Zul hadir sebagai Ketum PAN, bukan sebagai Mendag. Acara diadakan pada akhir pekan, bukan hari kerja,&amp;rdquo; kata dia.Dradjad menjelaskan kegiatan yang dihadiri Zulhas merupakan rangkaian giat PANsar Murah yang dibiayai pengurus dan kader PAN sendiri. Kegiatan berbagi dengan rakyat sering dilakukan oleh para kader PAN. Dradjad pun menjelaskan sebagai seorang menteri, Zulhas memang terbiasa bekerja di luar jam kerja.

&quot;Namun, jika sesekali memakai akhir pekan untuk keluarga atau PAN, masa tidak boleh?&amp;rdquo; kata Dradjat Wibowo yang juga dikenal sebagai ekonom tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia Kaka Suminta menilai, polemik yang melanda Partai Amanat Nasional (PAN) dapat dijadikan role model untuk menjaga etika berdemokrasi dalam penyelenggaran Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan Kaka Suminta saat menyoroti perdebatan dan polemik soal dugaan kampanye Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu.

&amp;ldquo;Ini menjadi momentum untuk bangsa Indonesia. Bukan  hanya untuk pemantau pemilu dan Bawaslu memahami etika minimal dalam berdemokrasi dan dalam kepemiluan,&amp;rdquo; kata Kaka Suminta di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa,(19/7/2022).

Kaka mengajak dan mendorong semua pejabat negara terkhusus yang memiliki jabatan di partai politik untuk dapat menjaga etika. Menurutnya selama ini bangsa Indonesia sudah terlalu jauh mengabaikan etika berdemokrasi.

&amp;ldquo;Etika-etika lain harus ditegakkan sudah terlalu jauh bangsa ini mengabaikan etika,&amp;rdquo; pungkas Kaka.

BACA JUGA:Zulhas Dilaporkan ke Bawaslu, PAN: Mungkin Cari Sensasi Saja


Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo membantah tudingan bahwa Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas  memanfaatkan program pemerintah untuk kampanye.

&amp;#8203;&amp;#8203;&amp;#8203;&quot;Bang Zul hadir sebagai Ketum PAN, bukan sebagai Mendag. Acara diadakan pada akhir pekan, bukan hari kerja,&amp;rdquo; kata dia.Dradjad menjelaskan kegiatan yang dihadiri Zulhas merupakan rangkaian giat PANsar Murah yang dibiayai pengurus dan kader PAN sendiri. Kegiatan berbagi dengan rakyat sering dilakukan oleh para kader PAN. Dradjad pun menjelaskan sebagai seorang menteri, Zulhas memang terbiasa bekerja di luar jam kerja.

&quot;Namun, jika sesekali memakai akhir pekan untuk keluarga atau PAN, masa tidak boleh?&amp;rdquo; kata Dradjat Wibowo yang juga dikenal sebagai ekonom tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
