<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perindo: Citayam Fashion Week Harus Belajar dari Harajuku Jepang</title><description>Ike Suharjo menyatakan bahwa memang selalu ada pro dan kontra dalam setiap fenomena sosial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/20/337/2633299/perindo-citayam-fashion-week-harus-belajar-dari-harajuku-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/20/337/2633299/perindo-citayam-fashion-week-harus-belajar-dari-harajuku-jepang"/><item><title>Perindo: Citayam Fashion Week Harus Belajar dari Harajuku Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/20/337/2633299/perindo-citayam-fashion-week-harus-belajar-dari-harajuku-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/20/337/2633299/perindo-citayam-fashion-week-harus-belajar-dari-harajuku-jepang</guid><pubDate>Rabu 20 Juli 2022 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/20/337/2633299/perindo-citayam-fashion-week-harus-belajar-dari-harajuku-di-jepang-6IhDf86gE8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Perindo Ike Suharjo (Foto: MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/20/337/2633299/perindo-citayam-fashion-week-harus-belajar-dari-harajuku-di-jepang-6IhDf86gE8.jpg</image><title>Jubir Perindo Ike Suharjo (Foto: MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan fenomena sosial yang biasa disebut dengan Citayam Fashion Week (CFW). CFW merupakan kegiatan berkumpulnya para remaja dari daerah penyangga DKI Jakarta di Sudirman.
Kegiatan tersebut menjadi sorotan karena remaja-remaja yang berkumpul tersebut menggunakan fashion yang mempunyai ciri khas yang kuat. Sehingga muncullah istilah Citayam Fashion Week.
Juru Bicara Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ike Suharjo menyatakan bahwa memang selalu ada pro dan kontra dalam setiap fenomena sosial.
Begitu pula dengan CFW. Menurut dia, beberapa orang mengapresiasi kegiatan tersebut dan tidak sedikit pula orang yang mencibir kegiatan remaja yang didominasi dari Citayam, Depok, Jawa Barat.
Terkait cibiran, Ike meminta para remaja CFW untuk tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Dia menilai, remaja yang aktif dalam CFW harus belajar dari Harajuku di Jepang.
Ike menyebutkan, pada awal kemunculannya pada 1970-an, Harajuku juga sempat menjadi cibiran warga masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, Harajuku malah menjadi salah satu kiblat fashion di Jepang.
Baca juga:&amp;nbsp;Tanggapan Pakar Unair Terkait Citayam Fashion Week: Mereka Tunjukkan Eksistensi Diri dalam Gaya Busana
&quot;Begitu juga dengan Citayam Fashion Week yang kita harapkan kedepan bisa dapat diterima oleh masyarakat kita dan terus berinovasi dan berkreativitas,&quot; kata Ike kepada tim MNC Media, Rabu (20/7/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Ariza ke ABG Citayam Fashion Week: Jangan Pulang Larut MalamMenurutnya, segala kegiatan remaja di CFW harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Tentunya, dukungan diberikan untuk hal-hal yang bernilai positif, bukan sebaliknya.
&quot;Apapun kegiatan dari anak-anak muda yang disalurkan dan diaspirasikkan tentang hal-hal yang positif kita dukung ya, asalkan jangan melanggar aturan dan ketertiban,&quot; ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Surat kabar Jepang yang kerap mengulas tentang gaya busana dan fesyen jalanan, yakni Tokyo Fashion, turut menyoroti keberadaan Citayam Fashion Week ini. Lewat akun Twitternya, @TokyoFashion, beberapa waktu lalu, surat kabar tersebut memuji kreativitas anak-anak ABG tersebut dalam menyulap jalanan menjadi catwalk mereka.
&quot;Thread keren tentang ribuan anak muda Indonesia bergaya dan membuat jalanan di pusat Jakarta menjadi hidup sebagai fashion catwalk, seperti Harajuku di Jepang,&quot; cuit @TokyoFashion.
&quot;Semoga beberapa situs/akun street snap mendokumentasikan &amp;amp; mendukung penampakan ini,&quot; tambahnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Viral Bonge Pamer Mobil Mewah dengan Plat Nomor Cantik</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan fenomena sosial yang biasa disebut dengan Citayam Fashion Week (CFW). CFW merupakan kegiatan berkumpulnya para remaja dari daerah penyangga DKI Jakarta di Sudirman.
Kegiatan tersebut menjadi sorotan karena remaja-remaja yang berkumpul tersebut menggunakan fashion yang mempunyai ciri khas yang kuat. Sehingga muncullah istilah Citayam Fashion Week.
Juru Bicara Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ike Suharjo menyatakan bahwa memang selalu ada pro dan kontra dalam setiap fenomena sosial.
Begitu pula dengan CFW. Menurut dia, beberapa orang mengapresiasi kegiatan tersebut dan tidak sedikit pula orang yang mencibir kegiatan remaja yang didominasi dari Citayam, Depok, Jawa Barat.
Terkait cibiran, Ike meminta para remaja CFW untuk tidak terlalu memusingkan hal tersebut. Dia menilai, remaja yang aktif dalam CFW harus belajar dari Harajuku di Jepang.
Ike menyebutkan, pada awal kemunculannya pada 1970-an, Harajuku juga sempat menjadi cibiran warga masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, Harajuku malah menjadi salah satu kiblat fashion di Jepang.
Baca juga:&amp;nbsp;Tanggapan Pakar Unair Terkait Citayam Fashion Week: Mereka Tunjukkan Eksistensi Diri dalam Gaya Busana
&quot;Begitu juga dengan Citayam Fashion Week yang kita harapkan kedepan bisa dapat diterima oleh masyarakat kita dan terus berinovasi dan berkreativitas,&quot; kata Ike kepada tim MNC Media, Rabu (20/7/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Ariza ke ABG Citayam Fashion Week: Jangan Pulang Larut MalamMenurutnya, segala kegiatan remaja di CFW harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. Tentunya, dukungan diberikan untuk hal-hal yang bernilai positif, bukan sebaliknya.
&quot;Apapun kegiatan dari anak-anak muda yang disalurkan dan diaspirasikkan tentang hal-hal yang positif kita dukung ya, asalkan jangan melanggar aturan dan ketertiban,&quot; ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Surat kabar Jepang yang kerap mengulas tentang gaya busana dan fesyen jalanan, yakni Tokyo Fashion, turut menyoroti keberadaan Citayam Fashion Week ini. Lewat akun Twitternya, @TokyoFashion, beberapa waktu lalu, surat kabar tersebut memuji kreativitas anak-anak ABG tersebut dalam menyulap jalanan menjadi catwalk mereka.
&quot;Thread keren tentang ribuan anak muda Indonesia bergaya dan membuat jalanan di pusat Jakarta menjadi hidup sebagai fashion catwalk, seperti Harajuku di Jepang,&quot; cuit @TokyoFashion.
&quot;Semoga beberapa situs/akun street snap mendokumentasikan &amp;amp; mendukung penampakan ini,&quot; tambahnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Viral Bonge Pamer Mobil Mewah dengan Plat Nomor Cantik</content:encoded></item></channel></rss>
