<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polarisasi Pilpres 2019 Berpotensi Terulang, TGB : Jamaah Jangan Ikut Saling Fitnah!</title><description>Alasannya menyampaikan hal ini karena tanda-tanda seperti kontestasi politik 2019 mulai terlihat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/22/337/2634317/polarisasi-pilpres-2019-berpotensi-terulang-tgb-jamaah-jangan-ikut-saling-fitnah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/22/337/2634317/polarisasi-pilpres-2019-berpotensi-terulang-tgb-jamaah-jangan-ikut-saling-fitnah"/><item><title>Polarisasi Pilpres 2019 Berpotensi Terulang, TGB : Jamaah Jangan Ikut Saling Fitnah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/22/337/2634317/polarisasi-pilpres-2019-berpotensi-terulang-tgb-jamaah-jangan-ikut-saling-fitnah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/22/337/2634317/polarisasi-pilpres-2019-berpotensi-terulang-tgb-jamaah-jangan-ikut-saling-fitnah</guid><pubDate>Jum'at 22 Juli 2022 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/22/337/2634317/polarisasi-pilpres-2019-berpotensi-terulang-tgb-jamaah-jangan-ikut-saling-fitnah-SujXwrAzLx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tuan Guru Bajang/dok pribadi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/22/337/2634317/polarisasi-pilpres-2019-berpotensi-terulang-tgb-jamaah-jangan-ikut-saling-fitnah-SujXwrAzLx.jpg</image><title>Tuan Guru Bajang/dok pribadi</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) TGB HM Zainul Majdi meminta jamaah tak ikut-ikutan terlibat saling fitnah saat Pemilu 2024.
(Baca juga: Pemilu 2024, Pimpinan KPK Singgung Biaya Politik Tinggi)
Pasalnya, polarisasi politik seperti Pilpres 2019 berpotensi akan terulang kembali. &amp;ldquo;Jangan ikut-ikutan pada sesuatu yang membuat rugi,&amp;rdquo; katanya, Jumat (22/7/2022).
TGB menjelaskan, alasannya menyampaikan hal ini karena tanda-tanda seperti kontestasi politik 2019 mulai terlihat. Mulai muncul saling fitnah antar pihak. &amp;ldquo;Saling lagak (saling serang) jangan sampai mengikuti itu,&amp;rdquo; sambungnya.
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia ini mengungkapkan, akibat fitnah membuat orang lain jadi tak ada baiknya. Padahal tak kenal secara pribadi dan tak pernah jumpa. &amp;ldquo;Kita kembalikan kepada agama, bila semua orang beriman itu baik,&amp;rdquo; tegasnya.

Pun begitu kepada pemimpin, lanjut Doktor Ahli Tafsir Alquran ini, harus ditaati. Jangan karena pengaruh media sosial membuat hati menjadi buruk kepada pemimpin.


Kedua pemimpin harus ditaati. jangan karena medsos kemudian hati menjadi buruk kepada pemimpin. &amp;ldquo;Jangan beragama dengan medsos, beragama dengan Alquran. Ini perlu saya ingatkan,&amp;rdquo; tegasnya.




Cucu Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin mengingatkan, antar manusia saling membutuhkan. Bahkan, saat pertama kali lahir di dunia.





&amp;ldquo;Jangan melupakan jasa orang lain, apalagi jasa orang tua dan guru yang membentuk kepribadian,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) TGB HM Zainul Majdi meminta jamaah tak ikut-ikutan terlibat saling fitnah saat Pemilu 2024.
(Baca juga: Pemilu 2024, Pimpinan KPK Singgung Biaya Politik Tinggi)
Pasalnya, polarisasi politik seperti Pilpres 2019 berpotensi akan terulang kembali. &amp;ldquo;Jangan ikut-ikutan pada sesuatu yang membuat rugi,&amp;rdquo; katanya, Jumat (22/7/2022).
TGB menjelaskan, alasannya menyampaikan hal ini karena tanda-tanda seperti kontestasi politik 2019 mulai terlihat. Mulai muncul saling fitnah antar pihak. &amp;ldquo;Saling lagak (saling serang) jangan sampai mengikuti itu,&amp;rdquo; sambungnya.
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia ini mengungkapkan, akibat fitnah membuat orang lain jadi tak ada baiknya. Padahal tak kenal secara pribadi dan tak pernah jumpa. &amp;ldquo;Kita kembalikan kepada agama, bila semua orang beriman itu baik,&amp;rdquo; tegasnya.

Pun begitu kepada pemimpin, lanjut Doktor Ahli Tafsir Alquran ini, harus ditaati. Jangan karena pengaruh media sosial membuat hati menjadi buruk kepada pemimpin.


Kedua pemimpin harus ditaati. jangan karena medsos kemudian hati menjadi buruk kepada pemimpin. &amp;ldquo;Jangan beragama dengan medsos, beragama dengan Alquran. Ini perlu saya ingatkan,&amp;rdquo; tegasnya.




Cucu Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin mengingatkan, antar manusia saling membutuhkan. Bahkan, saat pertama kali lahir di dunia.





&amp;ldquo;Jangan melupakan jasa orang lain, apalagi jasa orang tua dan guru yang membentuk kepribadian,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
