<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambangi Anak Dirantai di Bekasi, Kak Seto: Ada Tekanan yang Sangat Dahsyat</title><description>Dia pun menyampaikan sulit untuk menerima apabila sang anak dianggap keterbelakangan mental.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/22/338/2634418/sambangi-anak-dirantai-di-bekasi-kak-seto-ada-tekanan-yang-sangat-dahsyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/22/338/2634418/sambangi-anak-dirantai-di-bekasi-kak-seto-ada-tekanan-yang-sangat-dahsyat"/><item><title>Sambangi Anak Dirantai di Bekasi, Kak Seto: Ada Tekanan yang Sangat Dahsyat</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/22/338/2634418/sambangi-anak-dirantai-di-bekasi-kak-seto-ada-tekanan-yang-sangat-dahsyat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/22/338/2634418/sambangi-anak-dirantai-di-bekasi-kak-seto-ada-tekanan-yang-sangat-dahsyat</guid><pubDate>Jum'at 22 Juli 2022 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/22/338/2634418/sambangi-anak-dirantai-di-bekasi-kak-seto-ada-tekanan-yang-sangat-dahsyat-phzRfsMZnA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seto Mulyadi atau Kak Seto (Foto: Jonathan S)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/22/338/2634418/sambangi-anak-dirantai-di-bekasi-kak-seto-ada-tekanan-yang-sangat-dahsyat-phzRfsMZnA.jpg</image><title>Seto Mulyadi atau Kak Seto (Foto: Jonathan S)</title></images><description>BEKASI - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi didampingi Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki menyambangi remaja berinisial R (15) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. R merupakan remaja yang diduga dianiaya orangtuanya.
Kak Seto mengungkapkan, dalam temuannya dia menduga adanya tekanan dahsyat yang mempengaruhi anak. Dugaan tersebut berdasarkan hasil komunikasi yang dilakukan terhadap sang anak yang dinilainya bagus dan cerdas. Dia pun menyampaikan sulit untuk menerima apabila sang anak dianggap keterbelakangan mental.
&quot;Memang agak sulit untuk diterima (dianggap keterbelakangan mental). Jadi, pada dasarnya anak yang normal, cerdas tetapi mungkin tekanan yang sangat dahsyat, sehingga berpengaruh pada perkembangan kondisi psikologisnya,&quot; ucap Seto ketika ditemui di RSUD Kota Bekasi, Jumat (22/7/2022).
BACA JUGA:Polisi Periksa Orangtua Terkait Dugaan Penganiayaan Anak di Bekasi&amp;nbsp;
Meski begitu, dia akan terus mendalami dan memantau kondisi anak secara intensif. Seto juga memastikan anak R akan menjalani pemeriksaan psikiater untuk mengetahui kondisi keseluruhan.
Lebih lanjut, dia juga mengapresiasi langkah cepat dari Kepolisian yang langsung menindaklanjuti kasus viral yang ada di media sosial. Seto pun mengharapkan seluruh masyarakat dapat melakukan pengawasan sebagai bentuk perlindungan anak di Indonesia.
&quot;Semoga tidak terjadi di tempat lain. Meskipun ini adalah fenomena gunung es, sehingga mohon perlindungan anak bukan hanya mengandalkan roda pemerintah, pada aparat saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat termasuk juga media, media sosial,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Anak Korban Penganiayaan ke Kapolres Bekasi: Bapak Baik, Enggak Seperti Ayah Saya Suka Nonjok&amp;nbsp;
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki menyampaikan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan atas kasus ini. Dia pun menegaskan akan melakukan proses hukum apabila kedua orangtua terbukti melakukan penelantaran dan penganiayaan anak.

&quot;Ketika hasil penyidikan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota ada atau ditemukan kekerasan atau penelantaran anak kami akan proses tuntas. Kita juga proses tuntas dan tegakan hukum,&quot; ujar Hengki.

Sebelumnya, R (15) anak asal Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi diduga menjadi korban penganiayaan oleh orangtuanya. R diduga dianiaya dengan kakinya diikat dengan rantai.

Kejadian tersebut viral di media sosial, awalnya anak tersebut diketahui berhasil kabur dari rumahnya dengan kondisi kaki dirantai. Dalam informasi yang beredar tersebut, anak kerap diikat lantaran kerap mencuri makanan.

Terlapor dalam kasus ini merupakan P yaitu ayah kandung korban dan A yaitu ibu tiri korban. Untuk mendalami kasus ini, tambah Hengki, Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota pun tengah meminta keterangan kepada kedua orangtua korban.
</description><content:encoded>BEKASI - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi didampingi Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki menyambangi remaja berinisial R (15) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. R merupakan remaja yang diduga dianiaya orangtuanya.
Kak Seto mengungkapkan, dalam temuannya dia menduga adanya tekanan dahsyat yang mempengaruhi anak. Dugaan tersebut berdasarkan hasil komunikasi yang dilakukan terhadap sang anak yang dinilainya bagus dan cerdas. Dia pun menyampaikan sulit untuk menerima apabila sang anak dianggap keterbelakangan mental.
&quot;Memang agak sulit untuk diterima (dianggap keterbelakangan mental). Jadi, pada dasarnya anak yang normal, cerdas tetapi mungkin tekanan yang sangat dahsyat, sehingga berpengaruh pada perkembangan kondisi psikologisnya,&quot; ucap Seto ketika ditemui di RSUD Kota Bekasi, Jumat (22/7/2022).
BACA JUGA:Polisi Periksa Orangtua Terkait Dugaan Penganiayaan Anak di Bekasi&amp;nbsp;
Meski begitu, dia akan terus mendalami dan memantau kondisi anak secara intensif. Seto juga memastikan anak R akan menjalani pemeriksaan psikiater untuk mengetahui kondisi keseluruhan.
Lebih lanjut, dia juga mengapresiasi langkah cepat dari Kepolisian yang langsung menindaklanjuti kasus viral yang ada di media sosial. Seto pun mengharapkan seluruh masyarakat dapat melakukan pengawasan sebagai bentuk perlindungan anak di Indonesia.
&quot;Semoga tidak terjadi di tempat lain. Meskipun ini adalah fenomena gunung es, sehingga mohon perlindungan anak bukan hanya mengandalkan roda pemerintah, pada aparat saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat termasuk juga media, media sosial,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:Anak Korban Penganiayaan ke Kapolres Bekasi: Bapak Baik, Enggak Seperti Ayah Saya Suka Nonjok&amp;nbsp;
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki menyampaikan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan atas kasus ini. Dia pun menegaskan akan melakukan proses hukum apabila kedua orangtua terbukti melakukan penelantaran dan penganiayaan anak.

&quot;Ketika hasil penyidikan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota ada atau ditemukan kekerasan atau penelantaran anak kami akan proses tuntas. Kita juga proses tuntas dan tegakan hukum,&quot; ujar Hengki.

Sebelumnya, R (15) anak asal Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi diduga menjadi korban penganiayaan oleh orangtuanya. R diduga dianiaya dengan kakinya diikat dengan rantai.

Kejadian tersebut viral di media sosial, awalnya anak tersebut diketahui berhasil kabur dari rumahnya dengan kondisi kaki dirantai. Dalam informasi yang beredar tersebut, anak kerap diikat lantaran kerap mencuri makanan.

Terlapor dalam kasus ini merupakan P yaitu ayah kandung korban dan A yaitu ibu tiri korban. Untuk mendalami kasus ini, tambah Hengki, Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota pun tengah meminta keterangan kepada kedua orangtua korban.
</content:encoded></item></channel></rss>
