<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Helikopter Angkatan Darat AS Gelar Latihan Tembakan Roket dan Senjata di Korsel, Pertama Kali Sejak 2019</title><description>Pelatihan dilanjutkan di Rodriguez Live Fire Complex di selatan Zona Demiliterisasi (DMZ).</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/26/18/2636647/helikopter-angkatan-darat-as-gelar-latihan-tembakan-roket-dan-senjata-di-korsel-pertama-kali-sejak-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/26/18/2636647/helikopter-angkatan-darat-as-gelar-latihan-tembakan-roket-dan-senjata-di-korsel-pertama-kali-sejak-2019"/><item><title>Helikopter Angkatan Darat AS Gelar Latihan Tembakan Roket dan Senjata di Korsel, Pertama Kali Sejak 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/26/18/2636647/helikopter-angkatan-darat-as-gelar-latihan-tembakan-roket-dan-senjata-di-korsel-pertama-kali-sejak-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/26/18/2636647/helikopter-angkatan-darat-as-gelar-latihan-tembakan-roket-dan-senjata-di-korsel-pertama-kali-sejak-2019</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2022 16:54 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/26/18/2636647/helikopter-angkatan-darat-as-gelar-latihan-tembakan-roket-dan-senjata-di-korsel-pertama-kali-sejak-2019-n7FV2wjZ4t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Helikopter Angkatan Darat AS gelar latihan tembakan di Korsel (Foto: 2nd Infantry Division USFK)  </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/26/18/2636647/helikopter-angkatan-darat-as-gelar-latihan-tembakan-roket-dan-senjata-di-korsel-pertama-kali-sejak-2019-n7FV2wjZ4t.jpg</image><title>Helikopter Angkatan Darat AS gelar latihan tembakan di Korsel (Foto: 2nd Infantry Division USFK)  </title></images><description>SEOUL -  Helikopter serang Apache Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Korea Selatan (Korsel) mengadakan latihan tembakan langsung dengan roket dan senjata untuk pertama kalinya sejak 2019, saat sekutu meningkatkan latihan militer di tengah ketegangan dengan Korea Utara (Korut).

Pelatihan dilanjutkan di Rodriguez Live Fire Complex di selatan Zona Demiliterisasi (DMZ) yang dijaga ketat di sepanjang perbatasan, setelah dibatalkan dalam beberapa tahun terakhir ketika mereka yang tinggal di dekatnya mengeluh tentang kebisingan dan masalah keamanan.
Melalui gambar video dan foto yang dirilis Divisi Infanteri ke-2 AS menunjukkan selama seminggu terakhir, helikopter Apache AH-64E terlibat dalam latihan sertifikasi.
Baca juga:&amp;nbsp;Krisis Rekrutmen Tentara, Angkatan Darat AS Iming-imingi Bonus Rp748 Juta&amp;nbsp;
&quot;Para kru memenuhi syarat siang dan malam dengan rudal AGM-114 Hellfire, roket Hydra 70 dan kanon 30mm,&quot; kata divisi itu di Twitter, dikutip CNN.
Baca juga:&amp;nbsp;Helikopter Black Hawk Misterius AS Mendarat di Perbatasan Ukraina-Polandia
Latihan itu dilakukan ketika sekutu mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan pelatihan lapangan langsung lainnya selama latihan bersama yang dikurangi selama beberapa tahun karena Covid-19 dan upaya untuk mengurangi ketegangan dengan Korea Utara.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, yang menjabat pada Mei lalu, telah berjanji untuk &quot;menormalkan&quot; latihan bersama dan meningkatkan pencegahan terhadap Korea Utara.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan latihan Apache juga akan mengukur tingkat kebisingan yang mereka hasilkan, sebagai tanggapan atas keluhan tersebut.Pasukan AS Korea (USFK) tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Seorang mantan pejabat senior pertahanan AS mengatakan kurangnya pelatihan tembakan langsung telah menjadi &quot;masalah besar&quot; bagi pilot dan kru AS.

&quot;Mereka kurang siap pada saat mereka pergi (Korea Selatan) daripada ketika mereka tiba,&quot; ujarnya kepada Reuters, berbicara dengan syarat anonim untuk membahas operasi militer AS.

Dia menjelaskan selama periode tanpa latihan tembak-menembak, Pentagon membayar untuk mengirim kru Apache kembali ke AS untuk latihan kualifikasi setiap kuartal.

Masalah ini diperburuk ketika militer AS secara permanen menempatkan unit Apache yang sebelumnya dirotasi di Korea Selatan pada Februari lalu.

Dia menambahkan pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in tidak tertarik untuk mengatasi masalah politik dan melanjutkan latihan. Namun dia memperkirakan Yoon kemungkinan akan membuat lebih banyak kemajuan.

</description><content:encoded>SEOUL -  Helikopter serang Apache Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Korea Selatan (Korsel) mengadakan latihan tembakan langsung dengan roket dan senjata untuk pertama kalinya sejak 2019, saat sekutu meningkatkan latihan militer di tengah ketegangan dengan Korea Utara (Korut).

Pelatihan dilanjutkan di Rodriguez Live Fire Complex di selatan Zona Demiliterisasi (DMZ) yang dijaga ketat di sepanjang perbatasan, setelah dibatalkan dalam beberapa tahun terakhir ketika mereka yang tinggal di dekatnya mengeluh tentang kebisingan dan masalah keamanan.
Melalui gambar video dan foto yang dirilis Divisi Infanteri ke-2 AS menunjukkan selama seminggu terakhir, helikopter Apache AH-64E terlibat dalam latihan sertifikasi.
Baca juga:&amp;nbsp;Krisis Rekrutmen Tentara, Angkatan Darat AS Iming-imingi Bonus Rp748 Juta&amp;nbsp;
&quot;Para kru memenuhi syarat siang dan malam dengan rudal AGM-114 Hellfire, roket Hydra 70 dan kanon 30mm,&quot; kata divisi itu di Twitter, dikutip CNN.
Baca juga:&amp;nbsp;Helikopter Black Hawk Misterius AS Mendarat di Perbatasan Ukraina-Polandia
Latihan itu dilakukan ketika sekutu mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan pelatihan lapangan langsung lainnya selama latihan bersama yang dikurangi selama beberapa tahun karena Covid-19 dan upaya untuk mengurangi ketegangan dengan Korea Utara.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol, yang menjabat pada Mei lalu, telah berjanji untuk &quot;menormalkan&quot; latihan bersama dan meningkatkan pencegahan terhadap Korea Utara.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan latihan Apache juga akan mengukur tingkat kebisingan yang mereka hasilkan, sebagai tanggapan atas keluhan tersebut.Pasukan AS Korea (USFK) tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Seorang mantan pejabat senior pertahanan AS mengatakan kurangnya pelatihan tembakan langsung telah menjadi &quot;masalah besar&quot; bagi pilot dan kru AS.

&quot;Mereka kurang siap pada saat mereka pergi (Korea Selatan) daripada ketika mereka tiba,&quot; ujarnya kepada Reuters, berbicara dengan syarat anonim untuk membahas operasi militer AS.

Dia menjelaskan selama periode tanpa latihan tembak-menembak, Pentagon membayar untuk mengirim kru Apache kembali ke AS untuk latihan kualifikasi setiap kuartal.

Masalah ini diperburuk ketika militer AS secara permanen menempatkan unit Apache yang sebelumnya dirotasi di Korea Selatan pada Februari lalu.

Dia menambahkan pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in tidak tertarik untuk mengatasi masalah politik dan melanjutkan latihan. Namun dia memperkirakan Yoon kemungkinan akan membuat lebih banyak kemajuan.

</content:encoded></item></channel></rss>
