<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panggil Bharada E dan Sejumlah Ajudan Ferdy Sambo, Komnas HAM Pakai 2 Model Pemeriksaan</title><description>Penggunaan model pemeriksaan itu dilakukan untuk menggali lebih detail insiden penembakan yang merenggut nyawa Brigadir J.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/26/337/2636325/panggil-bharada-e-dan-sejumlah-ajudan-ferdy-sambo-komnas-ham-pakai-2-model-pemeriksaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/26/337/2636325/panggil-bharada-e-dan-sejumlah-ajudan-ferdy-sambo-komnas-ham-pakai-2-model-pemeriksaan"/><item><title>Panggil Bharada E dan Sejumlah Ajudan Ferdy Sambo, Komnas HAM Pakai 2 Model Pemeriksaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/26/337/2636325/panggil-bharada-e-dan-sejumlah-ajudan-ferdy-sambo-komnas-ham-pakai-2-model-pemeriksaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/26/337/2636325/panggil-bharada-e-dan-sejumlah-ajudan-ferdy-sambo-komnas-ham-pakai-2-model-pemeriksaan</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2022 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/26/337/2636325/panggil-bharada-e-dan-sejumlah-ajudan-ferdy-sambo-komnas-ham-pakai-2-model-pemeriksaan-3DhMvYvLnc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/26/337/2636325/panggil-bharada-e-dan-sejumlah-ajudan-ferdy-sambo-komnas-ham-pakai-2-model-pemeriksaan-3DhMvYvLnc.jpg</image><title>Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bakal menggunakan dua model pemeriksaan terhadap Bharada E dan aide de camp (ADC) atau ajudan dari Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
&quot;Ada dua model yang akan kami lakukan, memang pasti sendiri sendiri dan ada yang satu tempat bersama,&quot; kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022).
BACA JUGA:Autopsi Ulang Brigadir J, Tim Khusus Polri Terbang ke Jambi Hari Ini&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yNS8xLzE1MTAzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penggunaan model pemeriksaan itu dilakukan untuk menggali lebih detail insiden penembakan yang merenggut nyawa Brigadir J. Dengan demikian, kata Anam, pihaknya dapat menyimpulkan peristiwa yang terjadi.

&quot;Jadi, ADC ini menjadi salah satu pilar utama dalam konstruksi peristiwa dan bagaimana melihat peristiwa kematian Brigadir J ini,&quot; kata Anam.

&quot;Jadi kami kepingin komprehensif, analisa analisa yang berkembang di publik saat ini, kami kepingin tahu persis apa dan bagaimana peristiwa itu terjadi,&quot; imbuhnya.
BACA JUGA:17 Menit Sebelum Brigadir J Dilaporkan Tewas, Ternyata Sempat Hubungi Sang Kekasih&amp;nbsp;
Sebelumnya, Komnas HAM telah menjadwalkan pemeriksaan Bharada E yang diduga melakukan penembakan terhadap Brigadir J hingga meninggal pada hari ini, Selasa 26 Juli 2022.

Selain itu, Komnas HAM juga akan memeriksa aide de camp (ADC) atau ajudan dari Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
Rencananya, Komnas HAM akan mendalami terkait senjata yang digunakan untuk menembak Brigadir J, yaitu Glock-17 yang dipakai Bharada E dan HS-9 oleh Brigadir J saat baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Komnas HAM memang telah melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengungkap kasus ini, yakni dengan memeriksa keluarga Brigadir J yang berada di Jambi. Lalu, meminta keterangan terhadap tim forensik atau tim Dokkes Mabes Polri, dan ke depan, Komnas HAM akan mendalami soal digital forensik dan cyber terkait kasus tewasnya Brigadir J.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bakal menggunakan dua model pemeriksaan terhadap Bharada E dan aide de camp (ADC) atau ajudan dari Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
&quot;Ada dua model yang akan kami lakukan, memang pasti sendiri sendiri dan ada yang satu tempat bersama,&quot; kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022).
BACA JUGA:Autopsi Ulang Brigadir J, Tim Khusus Polri Terbang ke Jambi Hari Ini&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yNS8xLzE1MTAzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penggunaan model pemeriksaan itu dilakukan untuk menggali lebih detail insiden penembakan yang merenggut nyawa Brigadir J. Dengan demikian, kata Anam, pihaknya dapat menyimpulkan peristiwa yang terjadi.

&quot;Jadi, ADC ini menjadi salah satu pilar utama dalam konstruksi peristiwa dan bagaimana melihat peristiwa kematian Brigadir J ini,&quot; kata Anam.

&quot;Jadi kami kepingin komprehensif, analisa analisa yang berkembang di publik saat ini, kami kepingin tahu persis apa dan bagaimana peristiwa itu terjadi,&quot; imbuhnya.
BACA JUGA:17 Menit Sebelum Brigadir J Dilaporkan Tewas, Ternyata Sempat Hubungi Sang Kekasih&amp;nbsp;
Sebelumnya, Komnas HAM telah menjadwalkan pemeriksaan Bharada E yang diduga melakukan penembakan terhadap Brigadir J hingga meninggal pada hari ini, Selasa 26 Juli 2022.

Selain itu, Komnas HAM juga akan memeriksa aide de camp (ADC) atau ajudan dari Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
Rencananya, Komnas HAM akan mendalami terkait senjata yang digunakan untuk menembak Brigadir J, yaitu Glock-17 yang dipakai Bharada E dan HS-9 oleh Brigadir J saat baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Komnas HAM memang telah melakukan sejumlah pemeriksaan untuk mengungkap kasus ini, yakni dengan memeriksa keluarga Brigadir J yang berada di Jambi. Lalu, meminta keterangan terhadap tim forensik atau tim Dokkes Mabes Polri, dan ke depan, Komnas HAM akan mendalami soal digital forensik dan cyber terkait kasus tewasnya Brigadir J.</content:encoded></item></channel></rss>
