<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Badan Geologi Sebut Status Gunung Raung Naik Jadi Waspada!   </title><description>Badan Geologi melaporkan terjadi peningkatan aktivitas Gunung Raung yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur dari level I</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/29/337/2638498/badan-geologi-sebut-status-gunung-raung-naik-jadi-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/07/29/337/2638498/badan-geologi-sebut-status-gunung-raung-naik-jadi-waspada"/><item><title>Badan Geologi Sebut Status Gunung Raung Naik Jadi Waspada!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/07/29/337/2638498/badan-geologi-sebut-status-gunung-raung-naik-jadi-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/07/29/337/2638498/badan-geologi-sebut-status-gunung-raung-naik-jadi-waspada</guid><pubDate>Jum'at 29 Juli 2022 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/29/337/2638498/badan-geologi-sebut-status-gunung-raung-naik-jadi-waspada-FdibjL92dd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: Freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/29/337/2638498/badan-geologi-sebut-status-gunung-raung-naik-jadi-waspada-FdibjL92dd.jpg</image><title>Illustrasi (foto: Freepick)</title></images><description>

JAKARTA - Badan Geologi melaporkan terjadi peningkatan aktivitas Gunung Raung yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Ini berdasarkan hasil pemantauan dan analisis kegempaan, serta belum stabilnya kondisi kawah.

&amp;ldquo;Gunung Raung maka terhitung 29 Juli 2022, pukul 08:00 WIB, tingkat aktivitas Gunung Raung dinaikkan dari level I (normal) menjadi level II (waspada),&amp;rdquo; ungkap Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (29/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pasca-Erupsi, Gunung Raung Alami 8 Kali Gempa Tektonik Jauh
Eko memastikan saat ini dilakukan pemantauan secara intensif untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Raung dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

&amp;ldquo;Status kegiatan Gunung Raung akan dinaikan/diturunkan jika terjadi peningkatan/penurunan aktivitas,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Erupsi Gunung Raung, Belum Ada Laporan Warga Terdampak
Gunungapi Raung, kata Eko, muncul di lereng sebelah barat kompleks Kawah Ijen, dengan tinggi puncaknya 3332 m di atas permukaan laut. Kawah Gunung Raung terletak di bagian dasar kalderanya dan sampai sekarang masih memperlihatkan aktivitas, yaitu ditandai dengan adanya hembusan solfatara atau fumarola.

Diketahui, pada tanggal 27 November 2020, tingkat aktivitas Gunung Raung diturunkan dari Level II (waspada) menjadi level I (normal) setelah tidak teramati adanya hembusan gas serta jenis gempa yang terekam hanya gempa Tektonik jauh dan gempa tektonik lokal.

Sementara itu, Eko mengatakan potensi ancaman bahaya saat ini berupa lontaran material batuan pijar, namun sebarannya masih terbatas di dalam kawah, sedangkan material berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.

&amp;ldquo;Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius 3 km,&amp;rdquo; kata Eko.

&amp;ldquo;Masyarakat di sekitar Gunung Raung juga diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Raung, dan agar senantiasi mengikuti arahan dari BPBD Propinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>

JAKARTA - Badan Geologi melaporkan terjadi peningkatan aktivitas Gunung Raung yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Ini berdasarkan hasil pemantauan dan analisis kegempaan, serta belum stabilnya kondisi kawah.

&amp;ldquo;Gunung Raung maka terhitung 29 Juli 2022, pukul 08:00 WIB, tingkat aktivitas Gunung Raung dinaikkan dari level I (normal) menjadi level II (waspada),&amp;rdquo; ungkap Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (29/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pasca-Erupsi, Gunung Raung Alami 8 Kali Gempa Tektonik Jauh
Eko memastikan saat ini dilakukan pemantauan secara intensif untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Raung dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

&amp;ldquo;Status kegiatan Gunung Raung akan dinaikan/diturunkan jika terjadi peningkatan/penurunan aktivitas,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Erupsi Gunung Raung, Belum Ada Laporan Warga Terdampak
Gunungapi Raung, kata Eko, muncul di lereng sebelah barat kompleks Kawah Ijen, dengan tinggi puncaknya 3332 m di atas permukaan laut. Kawah Gunung Raung terletak di bagian dasar kalderanya dan sampai sekarang masih memperlihatkan aktivitas, yaitu ditandai dengan adanya hembusan solfatara atau fumarola.

Diketahui, pada tanggal 27 November 2020, tingkat aktivitas Gunung Raung diturunkan dari Level II (waspada) menjadi level I (normal) setelah tidak teramati adanya hembusan gas serta jenis gempa yang terekam hanya gempa Tektonik jauh dan gempa tektonik lokal.

Sementara itu, Eko mengatakan potensi ancaman bahaya saat ini berupa lontaran material batuan pijar, namun sebarannya masih terbatas di dalam kawah, sedangkan material berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.

&amp;ldquo;Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius 3 km,&amp;rdquo; kata Eko.

&amp;ldquo;Masyarakat di sekitar Gunung Raung juga diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Raung, dan agar senantiasi mengikuti arahan dari BPBD Propinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
