<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gara-Gara Promosi Es Krim, Iran Larang Perempuan Tampil di Iklan Televisi</title><description>Iklan es krim itu dianggap melanggar kesusilaan publik dan menghina nilai-nilai perempuan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/01/18/2639877/gara-gara-promosi-es-krim-iran-larang-perempuan-tampil-di-iklan-televisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/01/18/2639877/gara-gara-promosi-es-krim-iran-larang-perempuan-tampil-di-iklan-televisi"/><item><title>Gara-Gara Promosi Es Krim, Iran Larang Perempuan Tampil di Iklan Televisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/01/18/2639877/gara-gara-promosi-es-krim-iran-larang-perempuan-tampil-di-iklan-televisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/01/18/2639877/gara-gara-promosi-es-krim-iran-larang-perempuan-tampil-di-iklan-televisi</guid><pubDate>Senin 01 Agustus 2022 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/01/18/2639877/gara-gara-promosi-es-krim-iran-larang-perempuan-tampil-di-iklan-televisi-K8te1PdB6q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iklan es krim yang menimbulkan kontroversi di Iran. (Foto: Newsflash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/01/18/2639877/gara-gara-promosi-es-krim-iran-larang-perempuan-tampil-di-iklan-televisi-K8te1PdB6q.jpg</image><title>Iklan es krim yang menimbulkan kontroversi di Iran. (Foto: Newsflash)</title></images><description>TEHERAN &amp;ndash; Pemerintah Iran telah melarang perempuan tampil dalam iklan televisi di bawah aturan kemurnian negara yang ketat. Larangan itu diumumkan tak lama setelah sebuah iklan yang menampilkan seorang wanita berhijab longgar yang secara sugestif menggigit es krim Magnum.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Pengantin Wanita Tewas Tertembak saat Perayaan Pernikahannya
Ulama Iran dilaporkan marah dengan iklan tersebut dan mendesak pejabat untuk menuntut produsen es krim lokal Domino.&amp;nbsp;
Pejabat memutuskan bahwa iklan itu &quot;melawan kesusilaan publik&quot; dan merupakan &quot;penghinaan&quot; terhadap &quot;nilai-nilai perempuan&quot;.
Sekarang Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran dilaporkan mengatakan dalam sebuah surat kepada sekolah seni dan sinema negara itu bahwa, sesuai &quot;aturan jilbab dan kesucian&quot;, wanita tidak lagi diizinkan untuk tampil dalam iklan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diberi Tahu Hukuman Matinya Dibatalkan, Akbar Meninggal Kena Serangan Jantung
Larangan itu, kata surat tersebut, sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan. Ini juga didasarkan pada aturan dan peraturan Iran tentang iklan komersial, yang telah lama berlaku, dan melarang &quot;penggunaan instrumental&quot; tidak hanya untuk wanita tetapi juga anak-anak dan pria.Namun, bagaimana &quot;penggunaan instrumental&quot; ditafsirkan berbeda tergantung pada seberapa keras pemerintahan yang berkuasa pada waktu tertentu, demikian diwartakan&amp;nbsp;Mirror.
Larangan itu muncul di tengah latar belakang wanita Iran bergabung dengan kampanye media sosial melawan patroli jalanan penegakan jilbab Republik Islam.
Jilbab telah menjadi kewajiban bagi wanita di Iran sejak Revolusi Islam 1979, yang mengubah undang-undang Iran menjadi semakin konservatif mengikuti agama.
Kaum perempuan di Iran telah mencoba memprotes aturan tersebut, tetapi menghadapi hukuman berat atas aktivisme mereka.
Aturan wajib jilbab ditegakkan oleh polisi moral. Namun dalam beberapa tahun terakhir, wanita telah memprotes aturan ketat Iran dengan melepas jilbab mereka di depan umum dan di media sosial.</description><content:encoded>TEHERAN &amp;ndash; Pemerintah Iran telah melarang perempuan tampil dalam iklan televisi di bawah aturan kemurnian negara yang ketat. Larangan itu diumumkan tak lama setelah sebuah iklan yang menampilkan seorang wanita berhijab longgar yang secara sugestif menggigit es krim Magnum.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Pengantin Wanita Tewas Tertembak saat Perayaan Pernikahannya
Ulama Iran dilaporkan marah dengan iklan tersebut dan mendesak pejabat untuk menuntut produsen es krim lokal Domino.&amp;nbsp;
Pejabat memutuskan bahwa iklan itu &quot;melawan kesusilaan publik&quot; dan merupakan &quot;penghinaan&quot; terhadap &quot;nilai-nilai perempuan&quot;.
Sekarang Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran dilaporkan mengatakan dalam sebuah surat kepada sekolah seni dan sinema negara itu bahwa, sesuai &quot;aturan jilbab dan kesucian&quot;, wanita tidak lagi diizinkan untuk tampil dalam iklan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diberi Tahu Hukuman Matinya Dibatalkan, Akbar Meninggal Kena Serangan Jantung
Larangan itu, kata surat tersebut, sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan. Ini juga didasarkan pada aturan dan peraturan Iran tentang iklan komersial, yang telah lama berlaku, dan melarang &quot;penggunaan instrumental&quot; tidak hanya untuk wanita tetapi juga anak-anak dan pria.Namun, bagaimana &quot;penggunaan instrumental&quot; ditafsirkan berbeda tergantung pada seberapa keras pemerintahan yang berkuasa pada waktu tertentu, demikian diwartakan&amp;nbsp;Mirror.
Larangan itu muncul di tengah latar belakang wanita Iran bergabung dengan kampanye media sosial melawan patroli jalanan penegakan jilbab Republik Islam.
Jilbab telah menjadi kewajiban bagi wanita di Iran sejak Revolusi Islam 1979, yang mengubah undang-undang Iran menjadi semakin konservatif mengikuti agama.
Kaum perempuan di Iran telah mencoba memprotes aturan tersebut, tetapi menghadapi hukuman berat atas aktivisme mereka.
Aturan wajib jilbab ditegakkan oleh polisi moral. Namun dalam beberapa tahun terakhir, wanita telah memprotes aturan ketat Iran dengan melepas jilbab mereka di depan umum dan di media sosial.</content:encoded></item></channel></rss>
