<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri! Ular Sanca 4 Meter Nangkring di Toilet Rumah Warga Palmerah      </title><description>Ular sanca dengan panjang empat meter menyelinap di toilet rumah warga saat dini hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/01/338/2640055/ngeri-ular-sanca-4-meter-nangkring-di-toilet-rumah-warga-palmerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/01/338/2640055/ngeri-ular-sanca-4-meter-nangkring-di-toilet-rumah-warga-palmerah"/><item><title>Ngeri! Ular Sanca 4 Meter Nangkring di Toilet Rumah Warga Palmerah      </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/01/338/2640055/ngeri-ular-sanca-4-meter-nangkring-di-toilet-rumah-warga-palmerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/01/338/2640055/ngeri-ular-sanca-4-meter-nangkring-di-toilet-rumah-warga-palmerah</guid><pubDate>Senin 01 Agustus 2022 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/01/338/2640055/ngeri-ular-sanca-4-meter-nangkring-di-toilet-rumah-warga-palmerah-FY2cg7vmd5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ular sanca ditemukan dalam toilet rumah warga Palmerah. (Foto: Dimas Choirul)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/01/338/2640055/ngeri-ular-sanca-4-meter-nangkring-di-toilet-rumah-warga-palmerah-FY2cg7vmd5.jpg</image><title>Ular sanca ditemukan dalam toilet rumah warga Palmerah. (Foto: Dimas Choirul)</title></images><description>JAKARTA - Seekor ular sanca menggegerkan warga Jalan Palmerah Barat, Gang Along, 005/007, Palmerah, Jakarta Barat pada Senin (1/8/2022). Betapa tidak, ular sanca dengan panjang empat meter menyelinap di toilet rumah warga saat dini hari.


Kepala Sektor Damkar Palmerah, Mungin mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, pemilik rumah bernama Hendra tiba-tiba kaget saat hendak buang air kecil di toilet rumahnya.


&quot;(Pemilik rumah) bangun tidur mau buang air kecil, ngelihat ada ular, terus ngehubungi kami,&quot; ujar Mungin kepada wartawan, Senin

&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ngeri, Ular Sanca 2,5 Meter Bersarang di Toren Air Warga Ciracas
Usai mendapatkan laporan tersebut, pihaknya kemudian mengerahkan 4 personel ke lokasi. Mungin mengatakan, pihaknya berhasil mengevakuasi ular tersebut sekitar pukul 02.10 WIB.


&quot;Alhamdulillah. Pas anggota dateng itu posisi kepala ularnya ada di luar jadi gampang,&quot; katanya.Dia menambahkan, nantinya ular sanca tersebut akan diserahkan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSA) untuk didata dan dirawat lebih lanjut.


&quot;Biasanya itu nanti kita tampung dulu, baru kita laporkan ke BKSDA. Nanti diambil pihak mereka,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Seekor ular sanca menggegerkan warga Jalan Palmerah Barat, Gang Along, 005/007, Palmerah, Jakarta Barat pada Senin (1/8/2022). Betapa tidak, ular sanca dengan panjang empat meter menyelinap di toilet rumah warga saat dini hari.


Kepala Sektor Damkar Palmerah, Mungin mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, pemilik rumah bernama Hendra tiba-tiba kaget saat hendak buang air kecil di toilet rumahnya.


&quot;(Pemilik rumah) bangun tidur mau buang air kecil, ngelihat ada ular, terus ngehubungi kami,&quot; ujar Mungin kepada wartawan, Senin

&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ngeri, Ular Sanca 2,5 Meter Bersarang di Toren Air Warga Ciracas
Usai mendapatkan laporan tersebut, pihaknya kemudian mengerahkan 4 personel ke lokasi. Mungin mengatakan, pihaknya berhasil mengevakuasi ular tersebut sekitar pukul 02.10 WIB.


&quot;Alhamdulillah. Pas anggota dateng itu posisi kepala ularnya ada di luar jadi gampang,&quot; katanya.Dia menambahkan, nantinya ular sanca tersebut akan diserahkan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSA) untuk didata dan dirawat lebih lanjut.


&quot;Biasanya itu nanti kita tampung dulu, baru kita laporkan ke BKSDA. Nanti diambil pihak mereka,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
