<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sulawesi Tengah dan Utara Dikepung Banjir, Begini Imbauan BNPB</title><description>Aam pun mengatakan bencana yang cukup signifikan di Sulawesi Tengah, khususnya di kabupaten Parigi Moutong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/01/340/2640116/sulawesi-tengah-dan-utara-dikepung-banjir-begini-imbauan-bnpb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/01/340/2640116/sulawesi-tengah-dan-utara-dikepung-banjir-begini-imbauan-bnpb"/><item><title>Sulawesi Tengah dan Utara Dikepung Banjir, Begini Imbauan BNPB</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/01/340/2640116/sulawesi-tengah-dan-utara-dikepung-banjir-begini-imbauan-bnpb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/01/340/2640116/sulawesi-tengah-dan-utara-dikepung-banjir-begini-imbauan-bnpb</guid><pubDate>Senin 01 Agustus 2022 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/01/340/2640116/sulawesi-tengah-dan-utara-dikepung-banjir-begini-imbauan-bnpb-K6vBrXKlU7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt Kapusdatin BNPB Abdul Muhari (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/01/340/2640116/sulawesi-tengah-dan-utara-dikepung-banjir-begini-imbauan-bnpb-K6vBrXKlU7.jpg</image><title>Plt Kapusdatin BNPB Abdul Muhari (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan saat ini wilayah Sulawesi Tengah dan Utara dikepung banjir.
&amp;ldquo;Kita lihat di sini Sulawesi bagian Tengah dan Utara ini boleh dibilang dan 'dikepung banjir' ini juga menjadi catatan kami bersama,&amp;rdquo; tegas Aam sapaan akrabnya saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (1/8/2022).
Aam pun mengatakan bencana yang cukup signifikan di Sulawesi Tengah, khususnya di kabupaten Parigi Moutong. Di mana, banjir bandang tersebut yang menyebabkan 9 unit rumah rusak berat, 450 rumah terdampak terendam terdampak.
Sementara itu, kata Aam, ketinggian air mencapai 150 cm. &amp;ldquo;(Ketinggian air) 30 sampai 90 cm laporan BPBD, tetapi kami melihat langsung bersama Kepala BNPB kemarin itu ketinggian air bahkan sampai 150 cm.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ada 2 unit fasilitas umum terdampak, 5 unit fasilitas pendidikan terdampak, dan beberapa unit fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;BNPB Sebut Kejadian Banjir Paling Dominan di Indonesia Tengah dan Timur
Sementara dari kejadian banjir di Parigi Moutong mengakibatkan 3 orang korban jiwa dan 4 orang lainnya masih belum ditemukan.
Baca juga:&amp;nbsp;BNPB Catat Terjadi 26 Kali Kejadian Bencana Selama Sepekan, Banjir Terbanyak&amp;ldquo;Akibatnya kepada manusia, ada 3 orang korban jiwa yang sudah ditemukan. Kemudian masih ada 4 orang, ada 4 warga lagi yang belum diketemukan, tentu saja kita berharap bisa segera diketemukan harapan kita dalam keadaan hidup. Tetapi kalaupun sebaiknya kita yang penting kita tahu statusnya seperti apa,&amp;rdquo; ungkap Aam.
Aam pun mengimbau agar masyarakat, pemerintah daerah, khususnya di Indonesia bagian Timur, Tengah dan ke Timur tetap waspada terhadap potensi kejadian bencana hidrometeorologi basah.
&amp;ldquo;Kita masih terus harus waspada mengamati prakiraan cuaca kalau terjadi hujan lebih dari 1 jam durasi panjang intensitas tinggi atau durasi intensitas tidak terlalu tinggi, tetapi durasi sangat panjang ini juga harus menjadi kewaspadaan kita,&amp;rdquo; imbaunya.
Baca juga:&amp;nbsp;Januari hingga Juli 2022, BNPB: 2.579.498 Jiwa Mengungsi dan 124 Tewas Akibat Bencana

</description><content:encoded>JAKARTA - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan saat ini wilayah Sulawesi Tengah dan Utara dikepung banjir.
&amp;ldquo;Kita lihat di sini Sulawesi bagian Tengah dan Utara ini boleh dibilang dan 'dikepung banjir' ini juga menjadi catatan kami bersama,&amp;rdquo; tegas Aam sapaan akrabnya saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (1/8/2022).
Aam pun mengatakan bencana yang cukup signifikan di Sulawesi Tengah, khususnya di kabupaten Parigi Moutong. Di mana, banjir bandang tersebut yang menyebabkan 9 unit rumah rusak berat, 450 rumah terdampak terendam terdampak.
Sementara itu, kata Aam, ketinggian air mencapai 150 cm. &amp;ldquo;(Ketinggian air) 30 sampai 90 cm laporan BPBD, tetapi kami melihat langsung bersama Kepala BNPB kemarin itu ketinggian air bahkan sampai 150 cm.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ada 2 unit fasilitas umum terdampak, 5 unit fasilitas pendidikan terdampak, dan beberapa unit fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya,&amp;rdquo; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;BNPB Sebut Kejadian Banjir Paling Dominan di Indonesia Tengah dan Timur
Sementara dari kejadian banjir di Parigi Moutong mengakibatkan 3 orang korban jiwa dan 4 orang lainnya masih belum ditemukan.
Baca juga:&amp;nbsp;BNPB Catat Terjadi 26 Kali Kejadian Bencana Selama Sepekan, Banjir Terbanyak&amp;ldquo;Akibatnya kepada manusia, ada 3 orang korban jiwa yang sudah ditemukan. Kemudian masih ada 4 orang, ada 4 warga lagi yang belum diketemukan, tentu saja kita berharap bisa segera diketemukan harapan kita dalam keadaan hidup. Tetapi kalaupun sebaiknya kita yang penting kita tahu statusnya seperti apa,&amp;rdquo; ungkap Aam.
Aam pun mengimbau agar masyarakat, pemerintah daerah, khususnya di Indonesia bagian Timur, Tengah dan ke Timur tetap waspada terhadap potensi kejadian bencana hidrometeorologi basah.
&amp;ldquo;Kita masih terus harus waspada mengamati prakiraan cuaca kalau terjadi hujan lebih dari 1 jam durasi panjang intensitas tinggi atau durasi intensitas tidak terlalu tinggi, tetapi durasi sangat panjang ini juga harus menjadi kewaspadaan kita,&amp;rdquo; imbaunya.
Baca juga:&amp;nbsp;Januari hingga Juli 2022, BNPB: 2.579.498 Jiwa Mengungsi dan 124 Tewas Akibat Bencana

</content:encoded></item></channel></rss>
