<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disekap dan Disiksa di Kamboja, WNI Ini Alami Trauma hingga Tak Sanggup Bercerita</title><description>Mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan peserta zoom, suara RY yang sudah kembali ke Tanah Air, terdengar cukup emosional&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/02/337/2640324/disekap-dan-disiksa-di-kamboja-wni-ini-alami-trauma-hingga-tak-sanggup-bercerita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/02/337/2640324/disekap-dan-disiksa-di-kamboja-wni-ini-alami-trauma-hingga-tak-sanggup-bercerita"/><item><title>Disekap dan Disiksa di Kamboja, WNI Ini Alami Trauma hingga Tak Sanggup Bercerita</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/02/337/2640324/disekap-dan-disiksa-di-kamboja-wni-ini-alami-trauma-hingga-tak-sanggup-bercerita</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/02/337/2640324/disekap-dan-disiksa-di-kamboja-wni-ini-alami-trauma-hingga-tak-sanggup-bercerita</guid><pubDate>Selasa 02 Agustus 2022 06:18 WIB</pubDate><dc:creator>Inin Nastain</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/02/337/2640324/disekap-dan-disiksa-di-kamboja-wni-ini-alami-trauma-hingga-tak-sanggup-bercerita-zAJOti1Y6z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/ Doc: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/02/337/2640324/disekap-dan-disiksa-di-kamboja-wni-ini-alami-trauma-hingga-tak-sanggup-bercerita-zAJOti1Y6z.jpg</image><title>Ilustrasi/ Doc: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kekerasan yang dialami korban investasi bodong di Kamboja, menyisakan trauma yang besar. RY adalah salah satu korban yang sampai saat ini tidak mampu bercerita utuh tentang penyiksaan yang dialami selama dalam penyekapan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Komnas HAM Dalami Hubungan Tiap Ajudan dengan Istri Ferdy Sambo

Trauma parah yang dialami RY tergambar jelas saat dia mengikuti konferensi pers daring &amp;lsquo;Darurat PMI di Kamboja&amp;rsquo; yang digagas Migrant CARE  pada Senin (1/8/2022). Mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan peserta zoom, suara RY yang sudah kembali ke Tanah Air, terdengar cukup emosional.



&amp;ldquo;Memang di sana banyak pekerjanya orang Indonesia dijanjikan dengan gaji yang luar biasa, namun hasilnya nol. Mereka tidak mencapai target, dijual belikan, dipukul, disetrum, kopernya dibakar, jika tidak bayar denda,&amp;rdquo; kata RY, di awal ceritanya.
BACA JUGA:KNKT Sebut Accident Rate Bus Transjakarta Menurun
Namun, dia tidak mampu menceritakan pengalaman pahitnya secara detail. Baru berjalan sekitar 1 menit, suara RY menghilang, dirinya tak kuat menceritakan apa yang dialaminya.

&amp;ldquo;Masih trauma lah membayangkan kerja di sana,&amp;rdquo; jelas dia, sebelum akhirnya terhenti bercerita.


IR, istri salah satu korban yang masih belum bisa dievakuasi berharap, semua korban termasuk suaminya bisa segera kembali ke Tanah Air. IR mengaku, selain suami, ada juga sepupunya yang masih berada di Kamboja.

&amp;nbsp;BACA JUGA:Wapres Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan Bangsa untuk Hargai Para Pejuang Kemerdekaan

&amp;ldquo;Pada saat ini belum ada jemputan untuk mereka. Saya sudah melapor ke Kementerian dan KBRI. Berharap segera menjemput semua korban. Terimakasih dan mengharapkan adanya tindakan,&amp;rdquo; jelas dia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kekerasan yang dialami korban investasi bodong di Kamboja, menyisakan trauma yang besar. RY adalah salah satu korban yang sampai saat ini tidak mampu bercerita utuh tentang penyiksaan yang dialami selama dalam penyekapan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Komnas HAM Dalami Hubungan Tiap Ajudan dengan Istri Ferdy Sambo

Trauma parah yang dialami RY tergambar jelas saat dia mengikuti konferensi pers daring &amp;lsquo;Darurat PMI di Kamboja&amp;rsquo; yang digagas Migrant CARE  pada Senin (1/8/2022). Mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan peserta zoom, suara RY yang sudah kembali ke Tanah Air, terdengar cukup emosional.



&amp;ldquo;Memang di sana banyak pekerjanya orang Indonesia dijanjikan dengan gaji yang luar biasa, namun hasilnya nol. Mereka tidak mencapai target, dijual belikan, dipukul, disetrum, kopernya dibakar, jika tidak bayar denda,&amp;rdquo; kata RY, di awal ceritanya.
BACA JUGA:KNKT Sebut Accident Rate Bus Transjakarta Menurun
Namun, dia tidak mampu menceritakan pengalaman pahitnya secara detail. Baru berjalan sekitar 1 menit, suara RY menghilang, dirinya tak kuat menceritakan apa yang dialaminya.

&amp;ldquo;Masih trauma lah membayangkan kerja di sana,&amp;rdquo; jelas dia, sebelum akhirnya terhenti bercerita.


IR, istri salah satu korban yang masih belum bisa dievakuasi berharap, semua korban termasuk suaminya bisa segera kembali ke Tanah Air. IR mengaku, selain suami, ada juga sepupunya yang masih berada di Kamboja.

&amp;nbsp;BACA JUGA:Wapres Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan Bangsa untuk Hargai Para Pejuang Kemerdekaan

&amp;ldquo;Pada saat ini belum ada jemputan untuk mereka. Saya sudah melapor ke Kementerian dan KBRI. Berharap segera menjemput semua korban. Terimakasih dan mengharapkan adanya tindakan,&amp;rdquo; jelas dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
