<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Berapi Meletus Dekat Ibu Kota Islandia, 'Kode Merah' Diumumkan</title><description>Tahun lalu Gunung Fagradalsfjall meletus selama sekira enam bulan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/04/18/2641856/gunung-berapi-meletus-dekat-ibu-kota-islandia-kode-merah-diumumkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/04/18/2641856/gunung-berapi-meletus-dekat-ibu-kota-islandia-kode-merah-diumumkan"/><item><title>Gunung Berapi Meletus Dekat Ibu Kota Islandia, 'Kode Merah' Diumumkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/04/18/2641856/gunung-berapi-meletus-dekat-ibu-kota-islandia-kode-merah-diumumkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/04/18/2641856/gunung-berapi-meletus-dekat-ibu-kota-islandia-kode-merah-diumumkan</guid><pubDate>Kamis 04 Agustus 2022 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/04/18/2641856/gunung-berapi-meletus-dekat-ibu-kota-islandia-kode-merah-diumumkan-lT4FecJZR2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lava mengalir dari Gunung Berapi Fagradalsfjall, di dekat Reykjavik, Islandia, April 2021. (Foto: Reuters) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/04/18/2641856/gunung-berapi-meletus-dekat-ibu-kota-islandia-kode-merah-diumumkan-lT4FecJZR2.jpg</image><title>Lava mengalir dari Gunung Berapi Fagradalsfjall, di dekat Reykjavik, Islandia, April 2021. (Foto: Reuters) </title></images><description>KOPENHAGEN - Sebuah gunung berapi meletus di sebuah gunung di dekat ibu kota Islandia, Reykjavik, setelah berhari-hari aktivitas gempa meningkat di daerah itu, kata Kantor Meteorologi Islandia (IMO), Rabu (3/8/2022).
Gambar dan siaran langsung oleh outlet berita lokal MBL dan RUV menunjukkan lava dan asap menyembur dari celah di tanah di sisi Gunung Fagradalsfjall, yang tahun lalu mengalami letusan yang berlangsung selama enam bulan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;6 Fakta Unik di Negara Islandia, Nomor 5 Ngeri Banget
Turis dan penduduk harus menghindari daerah itu karena gas beracun, meskipun tidak ada risiko kerusakan infrastruktur kritis, kata Departemen Perlindungan Sipil dan Manajemen Darurat dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.
&quot;Kode merah&quot; diumumkan untuk melarang pesawat terbang di atas lokasi meskipun helikopter dikirim untuk mengamati situasi, kata IMO kepada Reuters. Peringatan penerbangan itu kemungkinan dapat diturunkan menjadi oranye jika celah yang terbuka berdampak mirip dengan yang terjadi tahun lalu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diganggu Gempa Bumi Saat Wawancara, PM Islandia Tetap Kalem
&quot;Saat ini, tidak ada gangguan pada penerbangan ke dan dari Islandia dan koridor penerbangan internasional tetap buka,&quot; kata kementerian luar negeri Islandia dalam sebuah pernyataan.
Semenanjung Reykjanes adalah titik panas vulkanik dan seismik, dan letusan itu terjadi hanya 25 km dari Reykjavik dan 15 km dari bandara internasional Islandia.
Pada Maret tahun lalu, air mancur lava meletus secara spektakuler di daerah itu dari celah sepanjang 500 hingga 750 meter, berlanjut hingga September dan menarik ribuan orang Islandia dan turis ke tempat kejadian.
Tidak seperti letusan pada 2010 gunung berapi Eyjafjallajokull yang tertutup es, yang menghentikan sekira 100.000 penerbangan dan memaksa ratusan warga Islandia meninggalkan rumah mereka, letusan ini diperkirakan tidak akan memuntahkan banyak abu atau asap ke atmosfer.
Terletak di antara lempeng tektonik Eurasia dan Amerika Utara, salah satu yang terbesar di planet ini, Islandia sering mengalami gempa bumi dan memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi karena kedua lempeng bergerak berlawanan arah.</description><content:encoded>KOPENHAGEN - Sebuah gunung berapi meletus di sebuah gunung di dekat ibu kota Islandia, Reykjavik, setelah berhari-hari aktivitas gempa meningkat di daerah itu, kata Kantor Meteorologi Islandia (IMO), Rabu (3/8/2022).
Gambar dan siaran langsung oleh outlet berita lokal MBL dan RUV menunjukkan lava dan asap menyembur dari celah di tanah di sisi Gunung Fagradalsfjall, yang tahun lalu mengalami letusan yang berlangsung selama enam bulan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;6 Fakta Unik di Negara Islandia, Nomor 5 Ngeri Banget
Turis dan penduduk harus menghindari daerah itu karena gas beracun, meskipun tidak ada risiko kerusakan infrastruktur kritis, kata Departemen Perlindungan Sipil dan Manajemen Darurat dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.
&quot;Kode merah&quot; diumumkan untuk melarang pesawat terbang di atas lokasi meskipun helikopter dikirim untuk mengamati situasi, kata IMO kepada Reuters. Peringatan penerbangan itu kemungkinan dapat diturunkan menjadi oranye jika celah yang terbuka berdampak mirip dengan yang terjadi tahun lalu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Diganggu Gempa Bumi Saat Wawancara, PM Islandia Tetap Kalem
&quot;Saat ini, tidak ada gangguan pada penerbangan ke dan dari Islandia dan koridor penerbangan internasional tetap buka,&quot; kata kementerian luar negeri Islandia dalam sebuah pernyataan.
Semenanjung Reykjanes adalah titik panas vulkanik dan seismik, dan letusan itu terjadi hanya 25 km dari Reykjavik dan 15 km dari bandara internasional Islandia.
Pada Maret tahun lalu, air mancur lava meletus secara spektakuler di daerah itu dari celah sepanjang 500 hingga 750 meter, berlanjut hingga September dan menarik ribuan orang Islandia dan turis ke tempat kejadian.
Tidak seperti letusan pada 2010 gunung berapi Eyjafjallajokull yang tertutup es, yang menghentikan sekira 100.000 penerbangan dan memaksa ratusan warga Islandia meninggalkan rumah mereka, letusan ini diperkirakan tidak akan memuntahkan banyak abu atau asap ke atmosfer.
Terletak di antara lempeng tektonik Eurasia dan Amerika Utara, salah satu yang terbesar di planet ini, Islandia sering mengalami gempa bumi dan memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi karena kedua lempeng bergerak berlawanan arah.</content:encoded></item></channel></rss>
