<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penanganan Kasus Dirasa Tidak Transparan, Pengacara Brigadir J Minta Presiden Bentuk Tim Independen</title><description>Dari hal ini, dia meminta presiden untuk membentuk tim koneksitas atau tim independen&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/05/337/2642814/penanganan-kasus-dirasa-tidak-transparan-pengacara-brigadir-j-minta-presiden-bentuk-tim-independen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/05/337/2642814/penanganan-kasus-dirasa-tidak-transparan-pengacara-brigadir-j-minta-presiden-bentuk-tim-independen"/><item><title>Penanganan Kasus Dirasa Tidak Transparan, Pengacara Brigadir J Minta Presiden Bentuk Tim Independen</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/05/337/2642814/penanganan-kasus-dirasa-tidak-transparan-pengacara-brigadir-j-minta-presiden-bentuk-tim-independen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/05/337/2642814/penanganan-kasus-dirasa-tidak-transparan-pengacara-brigadir-j-minta-presiden-bentuk-tim-independen</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2022 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Nandha Aprilia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/05/337/2642814/penanganan-kasus-dirasa-tidak-transparan-pengacara-brigadir-j-minta-presiden-bentuk-tim-independen-a9vAeHAjTK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ferdy Sambo dengan Brigadir J/ Foto: Tangkapan layar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/05/337/2642814/penanganan-kasus-dirasa-tidak-transparan-pengacara-brigadir-j-minta-presiden-bentuk-tim-independen-a9vAeHAjTK.jpeg</image><title>Ferdy Sambo dengan Brigadir J/ Foto: Tangkapan layar</title></images><description>JAKARTA - Kuasa hukum Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak merasa banyak hal-hal yang tidak transparan dalam penanganan kasus Brigadir J, salah satunya dalam proses penyidikan. Dari hal ini, dia meminta presiden untuk membentuk tim koneksitas atau tim independen.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ditabrak Mobil Pelat RFH, Anggota PJR Alami Sakit di Kaki dan Dada
&amp;ldquo;Ketika kita berjumpa dengan penyidik, apa yang kita harapkan belum bisa mereka tunjukkan,&amp;rdquo; paparnya dalam forum grup diskusi jaringan aktivis Batak Indonesia bersama Forum Mahasiswa Sumut Jakarta melalui zoom, Jumat (5/8/2022).
Diakui Kamaruddin, hal ini karena melihat tindakan tidak transparan terkait pemeriksaan yang dilakukan kepada mantan Kadiv Propram Polri Irjen Ferdy Sambo bersama sang istri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Prabowo Puji Sri Mulyani: Menkeu Kita Cukup Hebat, Indonesia Dihormati
&amp;ldquo;Tiba-tiba saya dikirimi surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) bahwa sudah dimintai keterangan sebanyak 36 (pernyataan). Artinya ini ada ketidaktransparanan,&amp;rdquo; ujarnya.
Alhasil, dari hal ini kuasa hukum Brigadir J meminta izin kepada Presiden Joko Widodo yang sebelumnya juga memberikan atensinya terhadap kasus ini untuk dibentuk tim independen yang terdiri dari angkatan darat, laut dan pihak militer.
&amp;ldquo;Makanya saya meminta supaya beban Porli tidak berat, ada baiknya tidak cukup pak presiden pidato-pidato saja, biarkanlah dibentuk tim konektifitas atau tim independen,&amp;rdquo; ucapnya.Yang di mana tim tersebut turut dilibatkan angkatan darat laut, udara, oditur militer, polisi militer, yang juga turut melibatkan penyidik Polri, Jaksa Agung hingga praktisi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kuasa hukum Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak merasa banyak hal-hal yang tidak transparan dalam penanganan kasus Brigadir J, salah satunya dalam proses penyidikan. Dari hal ini, dia meminta presiden untuk membentuk tim koneksitas atau tim independen.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ditabrak Mobil Pelat RFH, Anggota PJR Alami Sakit di Kaki dan Dada
&amp;ldquo;Ketika kita berjumpa dengan penyidik, apa yang kita harapkan belum bisa mereka tunjukkan,&amp;rdquo; paparnya dalam forum grup diskusi jaringan aktivis Batak Indonesia bersama Forum Mahasiswa Sumut Jakarta melalui zoom, Jumat (5/8/2022).
Diakui Kamaruddin, hal ini karena melihat tindakan tidak transparan terkait pemeriksaan yang dilakukan kepada mantan Kadiv Propram Polri Irjen Ferdy Sambo bersama sang istri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Prabowo Puji Sri Mulyani: Menkeu Kita Cukup Hebat, Indonesia Dihormati
&amp;ldquo;Tiba-tiba saya dikirimi surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) bahwa sudah dimintai keterangan sebanyak 36 (pernyataan). Artinya ini ada ketidaktransparanan,&amp;rdquo; ujarnya.
Alhasil, dari hal ini kuasa hukum Brigadir J meminta izin kepada Presiden Joko Widodo yang sebelumnya juga memberikan atensinya terhadap kasus ini untuk dibentuk tim independen yang terdiri dari angkatan darat, laut dan pihak militer.
&amp;ldquo;Makanya saya meminta supaya beban Porli tidak berat, ada baiknya tidak cukup pak presiden pidato-pidato saja, biarkanlah dibentuk tim konektifitas atau tim independen,&amp;rdquo; ucapnya.Yang di mana tim tersebut turut dilibatkan angkatan darat laut, udara, oditur militer, polisi militer, yang juga turut melibatkan penyidik Polri, Jaksa Agung hingga praktisi.</content:encoded></item></channel></rss>
