<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap! Kronologi Sebelum dan Sesudah Penembakan Tewaskan Brigadir J Versi Komnas HAM</title><description>Kronologi didapatkan berdasarkan keterangan berbagai pihak yang telah Komnas HAM periksa dan CCTV atau kamera pengawas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/05/337/2642950/terungkap-kronologi-sebelum-dan-sesudah-penembakan-tewaskan-brigadir-j-versi-komnas-ham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/05/337/2642950/terungkap-kronologi-sebelum-dan-sesudah-penembakan-tewaskan-brigadir-j-versi-komnas-ham"/><item><title>Terungkap! Kronologi Sebelum dan Sesudah Penembakan Tewaskan Brigadir J Versi Komnas HAM</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/05/337/2642950/terungkap-kronologi-sebelum-dan-sesudah-penembakan-tewaskan-brigadir-j-versi-komnas-ham</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/05/337/2642950/terungkap-kronologi-sebelum-dan-sesudah-penembakan-tewaskan-brigadir-j-versi-komnas-ham</guid><pubDate>Jum'at 05 Agustus 2022 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/05/337/2642950/terungkap-kronologi-sebelum-dan-sesudah-penembakan-tewaskan-brigadir-j-versi-komnas-ham-mnwfqHOtrK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad Taufan Damanik. (Foto: Dok Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/05/337/2642950/terungkap-kronologi-sebelum-dan-sesudah-penembakan-tewaskan-brigadir-j-versi-komnas-ham-mnwfqHOtrK.jpeg</image><title>Ahmad Taufan Damanik. (Foto: Dok Antara)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi Nasinal Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengungkap pihaknya mengantongi kronologi sementara sebelum penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Taufan menjabarkan, Ferdy Sambo dengan berpakaian polisi terlihat mendatangi rumah pribadinya yang berada di Jalan Saguling, Duren Tiga bersama satu ajudannya, pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 15.28 WIB.&amp;nbsp;

Hal tersebut, kata Taufan, didapatkan berdasarkan keterangan berbagai pihak yang telah Komnas HAM periksa dan CCTV atau kamera pengawas.

&quot;Masuk itu Pak Sambo dengan krunya tadi ke dalam rumah dan menuju ruang istirahatnya. Kemudian 2 atau 4 menit masuklah rombongan Ibu PC (Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo), di situ ada Bharada E, Yosua (Brigadir J), ada ART dan beberapa orang mendampinginya,&quot; kata Ahmad Taufan Damanik, saat diskusi virtual, Jumat (5/8/2022).

Tak lama Sambo masuk ke rumahnya, sekitar pukul 15.30 WIB sang istri beserta para ajudan, termasuk Bharada E dan Brigadir J tiba di rumah pribadinya setelah melakukan perjalanan dari Magelang.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Periksa Tim Cyber Polri, Komnas HAM Temukan Foto hingga Chat dari 10 HP Terkait Brigadir J
Lalu, kata Taufan, mereka melakukan tes PCR di halaman belakang rumah. Dalam rekaman CCTV terlihat mereka melakukan tes PCR satu per satu, termasuk Putri, Bharada E dan Brigadir J. Tes PCR selesai sekitar pukul 16.07 WIB.

&quot;Kemudian 2 atau 4 menit (setelah kedatangan Sambo) masuklah rombongan Ibu PC, di situ ada Bharada E, Yosua, ada ART dan beberapa orang mendampinginya. Dan orang-orang sedang bekerja di rumah itu, jadi mereka pada nurunin barang, Yosua dan Bharada E nurunin barang, mereka beres-beres, Ibu PC (tes) PCR, jadi PCR di belakang rumah, di rumah pribadi,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;

Setelah melakukan tes PCR, Taufan menyebut bahwa pada pukul 16.31 WIB para ajudan termasuk Bharada E dan Brigadir J berkumpul bersama dalam keadaan santai. Pada saat itu juga, kata Taufan, Brigadir J menelepon kekasihnya.&amp;nbsp;

&quot;16.31 WIB (Vera) bertelepon ke Yosua, dia mendengar waktu Yosua menjawab itu ada suara orang tertawa-tertawa, jadi Yosua itu lagi kumpul-kumpul dengan temannya, biasa kan, sambil menunggu bosnya ini berkemas ke rumah dinas,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;

Setelah itu, pada pukul 17.01 WIB rombongan istri Ferdy Sambo meninggalkan rumah pribadi untuk menuju ke rumah dinas Sambo yang berjarak sekitar 700 meter.&amp;nbsp;

&quot;Kira-kira jam 17.01 WIB atau berapa, mereka naik ke mobil, kelihatan juga, menuju ke rumah dinas itu yang kita sebut sebagai TKP,&quot; katanya.&amp;nbsp;

Tak lama, Ferdy Sambo nampak keluar dari rumah pribadi dan pergi berlain arah dengan rombongan istrinya.

&amp;ldquo;Enggak berapa lama, berapa menit kemudian Pak Sambo keluar juga menuju tempat lain,&quot; kata Taufan.

Namun, berdasarkan hasil CCTV, mobil Sambo kembali memutar balik karena diduga mendapat telepon dari istrinya terkait peristiwa penembakan itu.&amp;nbsp;

&quot;Tetapi baru berapa menit dia berjalan, dalam CCTV itu berhenti, nah kemudian berbalik mobilnya itu, CCTV enggak bisa menjelaskan apa-apa, tapi hanya keterangan penyidik yang menyatakan bahwa katanya dia menuju rumah dinas itu karena ditelepon oleh istrinya ada kejadian itu, itu versi dia,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;Selanjutnya, istri Ferdy Sambo nampak pergi meninggalkan rumah dinas dan kembali ke rumah pribadi. Sampai di sana, kata Taufan, istri Kadiv Propam nonaktif itu terlihat menangis.

&quot;Enggak berapa lama keliatan lagi CCTV si Ibu PC kembali lagi ke rumah pribadi, nampak wajahnya seperti menangis, didampingi ada satu dua orang yang di belakangnya,&quot; katanya.&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi Nasinal Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengungkap pihaknya mengantongi kronologi sementara sebelum penembakan yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Taufan menjabarkan, Ferdy Sambo dengan berpakaian polisi terlihat mendatangi rumah pribadinya yang berada di Jalan Saguling, Duren Tiga bersama satu ajudannya, pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 15.28 WIB.&amp;nbsp;

Hal tersebut, kata Taufan, didapatkan berdasarkan keterangan berbagai pihak yang telah Komnas HAM periksa dan CCTV atau kamera pengawas.

&quot;Masuk itu Pak Sambo dengan krunya tadi ke dalam rumah dan menuju ruang istirahatnya. Kemudian 2 atau 4 menit masuklah rombongan Ibu PC (Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo), di situ ada Bharada E, Yosua (Brigadir J), ada ART dan beberapa orang mendampinginya,&quot; kata Ahmad Taufan Damanik, saat diskusi virtual, Jumat (5/8/2022).

Tak lama Sambo masuk ke rumahnya, sekitar pukul 15.30 WIB sang istri beserta para ajudan, termasuk Bharada E dan Brigadir J tiba di rumah pribadinya setelah melakukan perjalanan dari Magelang.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Periksa Tim Cyber Polri, Komnas HAM Temukan Foto hingga Chat dari 10 HP Terkait Brigadir J
Lalu, kata Taufan, mereka melakukan tes PCR di halaman belakang rumah. Dalam rekaman CCTV terlihat mereka melakukan tes PCR satu per satu, termasuk Putri, Bharada E dan Brigadir J. Tes PCR selesai sekitar pukul 16.07 WIB.

&quot;Kemudian 2 atau 4 menit (setelah kedatangan Sambo) masuklah rombongan Ibu PC, di situ ada Bharada E, Yosua, ada ART dan beberapa orang mendampinginya. Dan orang-orang sedang bekerja di rumah itu, jadi mereka pada nurunin barang, Yosua dan Bharada E nurunin barang, mereka beres-beres, Ibu PC (tes) PCR, jadi PCR di belakang rumah, di rumah pribadi,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;

Setelah melakukan tes PCR, Taufan menyebut bahwa pada pukul 16.31 WIB para ajudan termasuk Bharada E dan Brigadir J berkumpul bersama dalam keadaan santai. Pada saat itu juga, kata Taufan, Brigadir J menelepon kekasihnya.&amp;nbsp;

&quot;16.31 WIB (Vera) bertelepon ke Yosua, dia mendengar waktu Yosua menjawab itu ada suara orang tertawa-tertawa, jadi Yosua itu lagi kumpul-kumpul dengan temannya, biasa kan, sambil menunggu bosnya ini berkemas ke rumah dinas,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;

Setelah itu, pada pukul 17.01 WIB rombongan istri Ferdy Sambo meninggalkan rumah pribadi untuk menuju ke rumah dinas Sambo yang berjarak sekitar 700 meter.&amp;nbsp;

&quot;Kira-kira jam 17.01 WIB atau berapa, mereka naik ke mobil, kelihatan juga, menuju ke rumah dinas itu yang kita sebut sebagai TKP,&quot; katanya.&amp;nbsp;

Tak lama, Ferdy Sambo nampak keluar dari rumah pribadi dan pergi berlain arah dengan rombongan istrinya.

&amp;ldquo;Enggak berapa lama, berapa menit kemudian Pak Sambo keluar juga menuju tempat lain,&quot; kata Taufan.

Namun, berdasarkan hasil CCTV, mobil Sambo kembali memutar balik karena diduga mendapat telepon dari istrinya terkait peristiwa penembakan itu.&amp;nbsp;

&quot;Tetapi baru berapa menit dia berjalan, dalam CCTV itu berhenti, nah kemudian berbalik mobilnya itu, CCTV enggak bisa menjelaskan apa-apa, tapi hanya keterangan penyidik yang menyatakan bahwa katanya dia menuju rumah dinas itu karena ditelepon oleh istrinya ada kejadian itu, itu versi dia,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;Selanjutnya, istri Ferdy Sambo nampak pergi meninggalkan rumah dinas dan kembali ke rumah pribadi. Sampai di sana, kata Taufan, istri Kadiv Propam nonaktif itu terlihat menangis.

&quot;Enggak berapa lama keliatan lagi CCTV si Ibu PC kembali lagi ke rumah pribadi, nampak wajahnya seperti menangis, didampingi ada satu dua orang yang di belakangnya,&quot; katanya.&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
