<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bharada E Cabut BAP, Narasi 5 Kali Tembakan Kena 7 hingga Pelecehan Istri Ferdy Sambo Terbantahkan!</title><description>Peristiwa berdarah di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo memasuki babak baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/08/337/2644117/bharada-e-cabut-bap-narasi-5-kali-tembakan-kena-7-hingga-pelecehan-istri-ferdy-sambo-terbantahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/08/337/2644117/bharada-e-cabut-bap-narasi-5-kali-tembakan-kena-7-hingga-pelecehan-istri-ferdy-sambo-terbantahkan"/><item><title>Bharada E Cabut BAP, Narasi 5 Kali Tembakan Kena 7 hingga Pelecehan Istri Ferdy Sambo Terbantahkan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/08/337/2644117/bharada-e-cabut-bap-narasi-5-kali-tembakan-kena-7-hingga-pelecehan-istri-ferdy-sambo-terbantahkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/08/337/2644117/bharada-e-cabut-bap-narasi-5-kali-tembakan-kena-7-hingga-pelecehan-istri-ferdy-sambo-terbantahkan</guid><pubDate>Senin 08 Agustus 2022 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/08/337/2644117/bharada-e-cabut-bap-narasi-5-kali-tembakan-kena-7-hingga-pelecehan-istri-ferdy-sambo-terbantahkan-bZ35BNqpPV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Brigadir Yosua dan Irjen Ferdy Sambo/medsos</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/08/337/2644117/bharada-e-cabut-bap-narasi-5-kali-tembakan-kena-7-hingga-pelecehan-istri-ferdy-sambo-terbantahkan-bZ35BNqpPV.jpeg</image><title>Brigadir Yosua dan Irjen Ferdy Sambo/medsos</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Peristiwa berdarah di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo memasuki babak baru. Sebelumnya, Humas Polri menyebut peristiwa itu berawal dari baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
(Baca juga: Pistol HS-9 Brigadir J Digunakan Pelaku Tembak Dinding Rumah Ferdy Sambo dan Jari Korban untuk Skenario)
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan baku tembak antar-polisi diawali oleh Brigadir J, yang akhirnya meninggal ditembak Bharada E.
&quot;Ibu Kadiv berteriak minta tolong, dan Brigadir J panik lalu keluar dari kamar,&quot; kata Ramadhan di Gedung Humas Mabes Polri, beberapa waktu lalu.
Mendengar teriakan tersebut, Bharada E yang sedang bertugas menjaga keamanan di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo langsung memeriksa dan bertanya dari lantai dua kepada Brigadir J yang berada di lantai satu.
(Baca juga: Bharada E Akui Tak Ada Baku Tembak, Jari Kanan Brigadir Yosua Ditembak Pistol HS-9 untuk Alibi)
Bukannya menjawab, Brigadir J malah melepaskan tembakan ke Bharada E hingga tujuh kali. Akibat peristiwa tersebut, Bharada E membalas tembakan sebagai bentuk pertahanan diri. dengan meletupkan tembakan hingga lima kali, dan mengakibatkan Brigadir J tewas di depan kamar istri Irjen Ferdy Sambo.
&quot;Akibat tembakan tersebut terjadilah saling tembak. Dan berakibat brigadir J meninggal dunia,&quot; kata Ramadhan.
&quot;Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi dan alat bukti di TKP, ada 7 proyektil yang dikeluarkan dari Brigadir J dan 5 proyektil yang dikeluarkan dari Bharada E,&quot; tandasnya.
Pengakuan Bharada E
Tersangka pembunuhan Brigadir Yosua, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E membuat pengakuan mengejutkan. Dia memastikan tak ada baku tembak terkait tewasnya Brigadir Yosua.
Bharada E telah mengubah keterangan pada berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam BAP terbaru, Bharada E juga mengungkapkan sejumlah nama terlibat dalam kematian Brigadir Yosua.&quot;Semalam kan udah di-BAP. Semua udah disebutin, udah dijelasin semua di situ,&quot; kata kuasa hukum Bharada E, Burhanuddin saat dikonfirmasi.

Burhanuddin juga mengatakan, berdasarkan pengakuan dari kliennya tersebut, luka di tangan kanan Brigadir J adalah karena tembakan senjata berjenis HS-9 yang dimiliki oleh Brigadir Yosua.

Selain menembak jari, senjata milik Brigadir J tersebut digunakan untuk menembak dinding hingga langit-langit rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. &quot;Menembak itu dinding arah-arah itunya,&quot; terangnya.

Menurut Burhanuddin, senjata milik Brigadir Yosua jenis HS-9 digunakan pelaku penembakan lain guna menembak tangan kanan Brigadir J. Hal itu, kata Burhanuddin, sebagai bentuk alibi adanya aksi baku tembak keduanya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Peristiwa berdarah di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo memasuki babak baru. Sebelumnya, Humas Polri menyebut peristiwa itu berawal dari baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
(Baca juga: Pistol HS-9 Brigadir J Digunakan Pelaku Tembak Dinding Rumah Ferdy Sambo dan Jari Korban untuk Skenario)
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan baku tembak antar-polisi diawali oleh Brigadir J, yang akhirnya meninggal ditembak Bharada E.
&quot;Ibu Kadiv berteriak minta tolong, dan Brigadir J panik lalu keluar dari kamar,&quot; kata Ramadhan di Gedung Humas Mabes Polri, beberapa waktu lalu.
Mendengar teriakan tersebut, Bharada E yang sedang bertugas menjaga keamanan di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo langsung memeriksa dan bertanya dari lantai dua kepada Brigadir J yang berada di lantai satu.
(Baca juga: Bharada E Akui Tak Ada Baku Tembak, Jari Kanan Brigadir Yosua Ditembak Pistol HS-9 untuk Alibi)
Bukannya menjawab, Brigadir J malah melepaskan tembakan ke Bharada E hingga tujuh kali. Akibat peristiwa tersebut, Bharada E membalas tembakan sebagai bentuk pertahanan diri. dengan meletupkan tembakan hingga lima kali, dan mengakibatkan Brigadir J tewas di depan kamar istri Irjen Ferdy Sambo.
&quot;Akibat tembakan tersebut terjadilah saling tembak. Dan berakibat brigadir J meninggal dunia,&quot; kata Ramadhan.
&quot;Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi dan alat bukti di TKP, ada 7 proyektil yang dikeluarkan dari Brigadir J dan 5 proyektil yang dikeluarkan dari Bharada E,&quot; tandasnya.
Pengakuan Bharada E
Tersangka pembunuhan Brigadir Yosua, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E membuat pengakuan mengejutkan. Dia memastikan tak ada baku tembak terkait tewasnya Brigadir Yosua.
Bharada E telah mengubah keterangan pada berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam BAP terbaru, Bharada E juga mengungkapkan sejumlah nama terlibat dalam kematian Brigadir Yosua.&quot;Semalam kan udah di-BAP. Semua udah disebutin, udah dijelasin semua di situ,&quot; kata kuasa hukum Bharada E, Burhanuddin saat dikonfirmasi.

Burhanuddin juga mengatakan, berdasarkan pengakuan dari kliennya tersebut, luka di tangan kanan Brigadir J adalah karena tembakan senjata berjenis HS-9 yang dimiliki oleh Brigadir Yosua.

Selain menembak jari, senjata milik Brigadir J tersebut digunakan untuk menembak dinding hingga langit-langit rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. &quot;Menembak itu dinding arah-arah itunya,&quot; terangnya.

Menurut Burhanuddin, senjata milik Brigadir Yosua jenis HS-9 digunakan pelaku penembakan lain guna menembak tangan kanan Brigadir J. Hal itu, kata Burhanuddin, sebagai bentuk alibi adanya aksi baku tembak keduanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
