<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM: Ada Upaya Pengaburan Fakta Penembakan Brigadir Yosua!</title><description>Dengan demikian diperlukan pencocokan CCTV dan alat komunikasi untuk menemukan titik terang dalam kasus penembakan Brigadir J ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2644592/komnas-ham-ada-upaya-pengaburan-fakta-penembakan-brigadir-yosua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2644592/komnas-ham-ada-upaya-pengaburan-fakta-penembakan-brigadir-yosua"/><item><title>Komnas HAM: Ada Upaya Pengaburan Fakta Penembakan Brigadir Yosua!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2644592/komnas-ham-ada-upaya-pengaburan-fakta-penembakan-brigadir-yosua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2644592/komnas-ham-ada-upaya-pengaburan-fakta-penembakan-brigadir-yosua</guid><pubDate>Selasa 09 Agustus 2022 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2644592/komnas-ham-ada-upaya-pengaburan-fakta-penembakan-brigadir-yosua-MGezZpTFUh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Brigadir J semasa hidup/medsos</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2644592/komnas-ham-ada-upaya-pengaburan-fakta-penembakan-brigadir-yosua-MGezZpTFUh.jpg</image><title>Brigadir J semasa hidup/medsos</title></images><description>JAKARTA-Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut adanya upaya dugaan pengaburan fakta atas tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Dengan demikian baik CCTV maupun alat komunikasi lainnya menjadi kunci dalam kasus itu.
(Baca juga: Jelang Penetapan Tersangka Baru, Keluarga Bharada E Minta Pertolongan ke Jokowi)
&quot;Data komunikasi mereka seperti saya katakan tempo hari akan sangat kesulitan mendengarkan keterangan dari orang per orang,&quot;Taufan saat ditemui di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa,(09/08/2022).
'Dia dibantu oleh CCTV yang sekarang sedang dicari, juga alat komunikasi menjadi data pendukung untuk memperjelas masalahnya,&quot;sambungnya.
Sehingga, pada hari ini, Komnas HAM, kata Taufan akan kembali melanjutkan pemeriksaan 5 dari 15 ponsel yang didapatkan dari Siber Polri. Lalu 10 ponsel sebelumnya, Taufan menemukan adanya dugaan pengaburan fakta.
&quot;Masih indikasi-indikasi hampir sama dengan yang diperiksa Inspektorat khusus ya bahwa ada dugaan-dugaan misalnya pengaburan fakta. Makanya Kapolri mengambil tindakan meminta irsus memeriksa itu. Dalam pemeriksaan kami juga ada indikasi-indikasi itu,&quot;ujarnya.


Dengan demikian diperlukan pencocokan CCTV dan alat komunikasi untuk menemukan titik terang dalam kasus penembakan Brigadir J ini.

&quot;Ada upaya-upaya untuk pengaburan karena itu kita minta kita dorong penyidiknya timsus itu bekerja lebih maksimal, terutama menemukan CCTV itu, karena itu penting sekali,&quot;tutur dia.

&quot;Selain CCTV itu apa? jejak komunikasi yang lain, supaya tidak kemudian semata-mata mengandalkan keterangan orang per orang,&quot;kata Taufan.

Menurutnya jika berdasarkan keterangan orang per orang sulit untuk dijadikan pembanding maka dibutuhkan bukti fisik pada kasus tersebut.


Kemudian, Taufan menjelaskan ketika saksi mengubah keterangannya, maka konstruksi peristiwa dapat berubah. Begitu juga sebaliknya apabila saksi mengubah keterangannya, maka konstruksi peristiwa juga dapat berubah.



&quot;Tapi kalau misalnya alat dukung tadi itu, bukti-bukti pendukung itu didapatkan, maka akan lebih mudah untuk mengonstruksikan peristiwanya,&quot;pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA-Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut adanya upaya dugaan pengaburan fakta atas tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Dengan demikian baik CCTV maupun alat komunikasi lainnya menjadi kunci dalam kasus itu.
(Baca juga: Jelang Penetapan Tersangka Baru, Keluarga Bharada E Minta Pertolongan ke Jokowi)
&quot;Data komunikasi mereka seperti saya katakan tempo hari akan sangat kesulitan mendengarkan keterangan dari orang per orang,&quot;Taufan saat ditemui di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa,(09/08/2022).
'Dia dibantu oleh CCTV yang sekarang sedang dicari, juga alat komunikasi menjadi data pendukung untuk memperjelas masalahnya,&quot;sambungnya.
Sehingga, pada hari ini, Komnas HAM, kata Taufan akan kembali melanjutkan pemeriksaan 5 dari 15 ponsel yang didapatkan dari Siber Polri. Lalu 10 ponsel sebelumnya, Taufan menemukan adanya dugaan pengaburan fakta.
&quot;Masih indikasi-indikasi hampir sama dengan yang diperiksa Inspektorat khusus ya bahwa ada dugaan-dugaan misalnya pengaburan fakta. Makanya Kapolri mengambil tindakan meminta irsus memeriksa itu. Dalam pemeriksaan kami juga ada indikasi-indikasi itu,&quot;ujarnya.


Dengan demikian diperlukan pencocokan CCTV dan alat komunikasi untuk menemukan titik terang dalam kasus penembakan Brigadir J ini.

&quot;Ada upaya-upaya untuk pengaburan karena itu kita minta kita dorong penyidiknya timsus itu bekerja lebih maksimal, terutama menemukan CCTV itu, karena itu penting sekali,&quot;tutur dia.

&quot;Selain CCTV itu apa? jejak komunikasi yang lain, supaya tidak kemudian semata-mata mengandalkan keterangan orang per orang,&quot;kata Taufan.

Menurutnya jika berdasarkan keterangan orang per orang sulit untuk dijadikan pembanding maka dibutuhkan bukti fisik pada kasus tersebut.


Kemudian, Taufan menjelaskan ketika saksi mengubah keterangannya, maka konstruksi peristiwa dapat berubah. Begitu juga sebaliknya apabila saksi mengubah keterangannya, maka konstruksi peristiwa juga dapat berubah.



&quot;Tapi kalau misalnya alat dukung tadi itu, bukti-bukti pendukung itu didapatkan, maka akan lebih mudah untuk mengonstruksikan peristiwanya,&quot;pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
