<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Besok, Komnas HAM Bakal Uji Balistik Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J</title><description>&amp;nbsp;
Taufan mengatakan, pemanggilan tersebut dilakukan usai pihaknya telah merampungkan pemeriksaan 15 ponsel yang didapatkan&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2644740/besok-komnas-ham-bakal-uji-balistik-terkait-kasus-tewasnya-brigadir-j</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2644740/besok-komnas-ham-bakal-uji-balistik-terkait-kasus-tewasnya-brigadir-j"/><item><title>Besok, Komnas HAM Bakal Uji Balistik Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2644740/besok-komnas-ham-bakal-uji-balistik-terkait-kasus-tewasnya-brigadir-j</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2644740/besok-komnas-ham-bakal-uji-balistik-terkait-kasus-tewasnya-brigadir-j</guid><pubDate>Selasa 09 Agustus 2022 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2644740/besok-komnas-ham-bakal-uji-balistik-terkait-kasus-tewasnya-brigadir-j-kaXVZuOhpO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik/ Foto: Widya Michella</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2644740/besok-komnas-ham-bakal-uji-balistik-terkait-kasus-tewasnya-brigadir-j-kaXVZuOhpO.jpg</image><title>Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik/ Foto: Widya Michella</title></images><description>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memanggil Tim Puslabfor Mabes Polri untuk dimintai keterangan atas hasil tes uji balistik, yang dilakukan atas kasus penembakan Brigadir J, pada Rabu besok (10/08/2022).

&quot;Agenda besok itu uji balistik, kami sangat berharap baik timsus maupun penyidik Mabes Polri supaya agenda yang sudah disepakati betul-betul dipenuhi supaya tidak tertunda penyelesaian masalah ini,&quot; kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (9/8/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:AS Kembalikan 30 Karya Seni Antik Curian ke Kamboja, Patung Dewa Hindu Skanda hingga Ganesha
Taufan mengatakan, pemanggilan tersebut dilakukan usai pihaknya telah merampungkan pemeriksaan 15 ponsel yang didapatkan dari Tim Siber Polri. Menurutnya pemeriksaan seluruh bahan-bahan yang telah dikumpulkan Komnas HAM semakin memberikan banyak informasi guna memperterang masalah kasus kematian Brigadir J itu.

&quot;Tadi barusan kami memeriksa kembali tim siber dan penyidik  sekitar 30 menit karena tadi ini lebih daripada melengkapi bahan bahan yang sebelumnya sudah diberikan pada beberapa penjelasan. Setelah itu, nanti tim Komnas HAM mengumpulkan semua dari bahan pertama, kedua, dan diberikan yang tadi itu. Yang ketiga, kami akan analisis internal setelah itu kami baru bisa membuat beberapa kesimpulan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tercium Bau Tak Sedap, Warga Ciracas Digegerkan Penemuan Mayat Bayi di Indekos
Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyampaikan pemeriksaan 5 dari 15 ponsel tersebut telah mengkonfirmasi konstrain waktu tewasnya brigadir J. Termasuk raw material yang didapatkan Komnas HAM, menurutnya semakin membuat tarangnya peristiwa yang semakin detail.

&quot;Seandainya kami tidak dalam waktu tidak terlalu lama harus ke TKP kami sudah punya kerangka, khususnya temuan dari siber,&quot; kata dia.
Namun terkait perbedaan keterangan Bharada E, lanjutnya kini menjadi catatan bagi Komnas HAM.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kronologi Siswa SD Dibunuh Paman saat Belajar di Kelas, Sebelumnya Pernah Dicekik
&quot;Soal ada perbedaannya saat ini soal keterangannya bharada E dengan yang kemarin-kemarin ya itu menjadi catatan kami. Tapi kami memiliki satu konstrain waktu sendiri, kerangka peristiwa sendiri,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memanggil Tim Puslabfor Mabes Polri untuk dimintai keterangan atas hasil tes uji balistik, yang dilakukan atas kasus penembakan Brigadir J, pada Rabu besok (10/08/2022).

&quot;Agenda besok itu uji balistik, kami sangat berharap baik timsus maupun penyidik Mabes Polri supaya agenda yang sudah disepakati betul-betul dipenuhi supaya tidak tertunda penyelesaian masalah ini,&quot; kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (9/8/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:AS Kembalikan 30 Karya Seni Antik Curian ke Kamboja, Patung Dewa Hindu Skanda hingga Ganesha
Taufan mengatakan, pemanggilan tersebut dilakukan usai pihaknya telah merampungkan pemeriksaan 15 ponsel yang didapatkan dari Tim Siber Polri. Menurutnya pemeriksaan seluruh bahan-bahan yang telah dikumpulkan Komnas HAM semakin memberikan banyak informasi guna memperterang masalah kasus kematian Brigadir J itu.

&quot;Tadi barusan kami memeriksa kembali tim siber dan penyidik  sekitar 30 menit karena tadi ini lebih daripada melengkapi bahan bahan yang sebelumnya sudah diberikan pada beberapa penjelasan. Setelah itu, nanti tim Komnas HAM mengumpulkan semua dari bahan pertama, kedua, dan diberikan yang tadi itu. Yang ketiga, kami akan analisis internal setelah itu kami baru bisa membuat beberapa kesimpulan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tercium Bau Tak Sedap, Warga Ciracas Digegerkan Penemuan Mayat Bayi di Indekos
Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyampaikan pemeriksaan 5 dari 15 ponsel tersebut telah mengkonfirmasi konstrain waktu tewasnya brigadir J. Termasuk raw material yang didapatkan Komnas HAM, menurutnya semakin membuat tarangnya peristiwa yang semakin detail.

&quot;Seandainya kami tidak dalam waktu tidak terlalu lama harus ke TKP kami sudah punya kerangka, khususnya temuan dari siber,&quot; kata dia.
Namun terkait perbedaan keterangan Bharada E, lanjutnya kini menjadi catatan bagi Komnas HAM.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Kronologi Siswa SD Dibunuh Paman saat Belajar di Kelas, Sebelumnya Pernah Dicekik
&quot;Soal ada perbedaannya saat ini soal keterangannya bharada E dengan yang kemarin-kemarin ya itu menjadi catatan kami. Tapi kami memiliki satu konstrain waktu sendiri, kerangka peristiwa sendiri,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
