<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Meteor Bisa Dinikmati dengan Mata Telanjang di Petengahan Agustus, Disebut Mirip Kembang Api</title><description>Fenomena langit yang cukup langka bakal terjadi di wilayah Indonesia. Fenomena langit ini bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2645003/hujan-meteor-bisa-dinikmati-dengan-mata-telanjang-di-petengahan-agustus-disebut-mirip-kembang-api</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2645003/hujan-meteor-bisa-dinikmati-dengan-mata-telanjang-di-petengahan-agustus-disebut-mirip-kembang-api"/><item><title>Hujan Meteor Bisa Dinikmati dengan Mata Telanjang di Petengahan Agustus, Disebut Mirip Kembang Api</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2645003/hujan-meteor-bisa-dinikmati-dengan-mata-telanjang-di-petengahan-agustus-disebut-mirip-kembang-api</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/09/337/2645003/hujan-meteor-bisa-dinikmati-dengan-mata-telanjang-di-petengahan-agustus-disebut-mirip-kembang-api</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2645003/hujan-meteor-bisa-dinikmati-dengan-mata-telanjang-di-petengahan-agustus-disebut-mirip-kembang-api-toYsQGsbK5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2645003/hujan-meteor-bisa-dinikmati-dengan-mata-telanjang-di-petengahan-agustus-disebut-mirip-kembang-api-toYsQGsbK5.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Fenomena langit yang cukup langka bakal terjadi di wilayah Indonesia. Fenomena langit hujan meteor ini bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang.

Saat Bumi melewati awan berisi puing-puing kosmik pada pertengahan Agustus, langit malam akan tampak menyala seperti kembang api berkat hujan meteor Perseid.

Dikutip dari BBC Indonesia, tahun ini, Perseid akan mencapai puncaknya antara 12 hingga 13 Agustus.

Namun, pemandangan pada tahun ini tidak akan sespektakuler tahun lalu karena terdapat bulan purnama.

BACA JUGA:Hujan Meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids Hiasi Langit Indonesia Akhir Pekan

&quot;Sayangnya puncak Perseid tahun ini akan menjadi kondisi terburuk bagi para pengamat bintang,&quot; kata Bill Cooke, astronom NASA yang mengepalai Meteoroid Environment Office.

Di Indonesia, hujan meteor tersebut dapat disaksikan pada pukul 11.00 malam di Sabang dan pukul 01.00 dini hari di Pulau Rote, menurut keterangan resmi LAPAN.

Andi menuturkan fenomena hujan meteor tersebut akan bisa disaksikan dengan mata telanjang jika tidak ada polusi cahaya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Fenomena langit yang cukup langka bakal terjadi di wilayah Indonesia. Fenomena langit hujan meteor ini bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang.

Saat Bumi melewati awan berisi puing-puing kosmik pada pertengahan Agustus, langit malam akan tampak menyala seperti kembang api berkat hujan meteor Perseid.

Dikutip dari BBC Indonesia, tahun ini, Perseid akan mencapai puncaknya antara 12 hingga 13 Agustus.

Namun, pemandangan pada tahun ini tidak akan sespektakuler tahun lalu karena terdapat bulan purnama.

BACA JUGA:Hujan Meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids Hiasi Langit Indonesia Akhir Pekan

&quot;Sayangnya puncak Perseid tahun ini akan menjadi kondisi terburuk bagi para pengamat bintang,&quot; kata Bill Cooke, astronom NASA yang mengepalai Meteoroid Environment Office.

Di Indonesia, hujan meteor tersebut dapat disaksikan pada pukul 11.00 malam di Sabang dan pukul 01.00 dini hari di Pulau Rote, menurut keterangan resmi LAPAN.

Andi menuturkan fenomena hujan meteor tersebut akan bisa disaksikan dengan mata telanjang jika tidak ada polusi cahaya.
</content:encoded></item></channel></rss>
