<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pemimpin Negara Pilih Bunuh Diri, Salah Satunya Tak Kuat Diisukan Sering ke Rumah Bordil   </title><description>Selain mencari solusi untuk setiap permasalahan negara, pemimpin juga harus memikirkan kesejahteraan masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2644764/5-pemimpin-negara-pilih-bunuh-diri-salah-satunya-tak-kuat-diisukan-sering-ke-rumah-bordil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2644764/5-pemimpin-negara-pilih-bunuh-diri-salah-satunya-tak-kuat-diisukan-sering-ke-rumah-bordil"/><item><title>5 Pemimpin Negara Pilih Bunuh Diri, Salah Satunya Tak Kuat Diisukan Sering ke Rumah Bordil   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2644764/5-pemimpin-negara-pilih-bunuh-diri-salah-satunya-tak-kuat-diisukan-sering-ke-rumah-bordil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2644764/5-pemimpin-negara-pilih-bunuh-diri-salah-satunya-tak-kuat-diisukan-sering-ke-rumah-bordil</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 07:04 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2644764/5-pemimpin-negara-pilih-bunuh-diri-salah-satunya-tak-kuat-diisukan-sering-ke-rumah-bordil-fhMevnKnh3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2644764/5-pemimpin-negara-pilih-bunuh-diri-salah-satunya-tak-kuat-diisukan-sering-ke-rumah-bordil-fhMevnKnh3.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>MENJADI seorang pemimpin negara bukanlah hal yang mudah. Selain mencari solusi untuk setiap permasalahan negara, pemimpin juga harus memikirkan kesejahteraan masyarakat.

Beragam tekanan tentu mereka hadapi. Di antara para pemimpin negara tersebut, ada yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena tekanan yang dialaminya.

1. Aizong
Wanyan Shouxu atau Kaisar Aizong adalah kaisar Dinasti Jin yang berkuasa dari 15 Januari 1224 hingga 9 Februari 1234. Aizong dinilai sebagai kaisar yang cakap dalam membuat berbagai reformasi di pemerintahan Jin.

Adapun upayanya yang berhasil adalah meringankan pajak hukum dan menyingkirkan pejabat yang korupsi. Selain itu, ia juga melakukan perubahan-perubahan akan kebijakan di Dinasti Jin.

Keputusasaannya muncul ketika ia gagal menyelamatkan Dinasti Jin dari Mongol. Saat itu Dinasti Jin jatuh ke tangan bangsa Mongol yang dipimpin oleh Gengis Khan. Setelah itu, Aizong kemudian menyerahkan takhtanya kepada Wanyan Chenglin dan memutuskan untuk melakukan bunuh diri dengan gantung diri pada tahun 1234.

2. Henri Christophe
Henri Christophe merupakan tokoh revolusi serta raja dari Haiti. Kekuasaannya didapatkannya setelah melakukan revolusi Haiti. Revolusi tersebut membuahkan kemerdekaan untuk Haiti dari Prancis pada tahun 1804. Setelah berhasil menang dalam perlawanan melawan Jean Jacques Dessalines, Henri Christophe menciptakan kerajaan dan memproklamasikan diri sebagai Henri I, Raja Haiti.
Baca juga:&amp;nbsp;4 Kasus Bunuh Diri karena Putus Cinta, dari Gantung Diri hingga Lompat ke Sungai
Meski berada dalam pucuk pemerintahan, ia mengakhiri hidupnya ketika masih memegang kekuasaan, yaitu pada 1820. Alasan di balik hal tersebut antara lain karena menurunnya kesehatan Christophne, adanya rasa takut akan kudeta, serta ketidakpopuleran dirinya.

3. Anson Jones
Anson Jones merupakan Presiden ke-4 Republik Texas. Ia meninggal pada tahun 1858 akibat kegagalan politik yang ia rasakan. Setelah tidak menjabat lagi menjadi seorang presiden, Anson Jones berharap dirinya akan dipilih untuk dikirimkan ke Senat Amerika Serikat. Namun dalam pemilihan, rupanya ia tidak terpilih untuk mewakili Texas di Washington. Adapun tokoh yang terpilih adalah Sam Houston dan Thomas Jefferson Rusk.

Setelah itu, harapannya untuk dapat terpilih muncul kembali ketika Thomas Jefferson Rusk bunuh diri pada tahun 1857. Namun kenyataan membuat dirinya kecewa lantaran ia tidak terpilih kembali. Setelah itu ia merenungi kariernya dan berakhir pada keputusan untuk menembak dirinya sendiri secara fatal pada 9 Januari 1858.4. Tewodros II
Kaisar modern pertama Ethiopia ini meninggal pada 13 April 1868. Tewodros II mengakhiri hidup dengan cara menembak dirinya sendiri. Meskipun ia telah berhasil naik takhta dengan melawan para pemimpin feodal, rupanya keputusasaan atas jabatannya yang membuat ia mengambil keputusan untuk bunuh diri.

Pada 1867 hingga 1868, Inggris mengirim Ekspedisi Napier untuk menyelamatkan para misionaris dan utusan Inggris yang ditahan Tewodros. Atas bantuan bangsawan pemberontak, pasukan Inggris berhasil mengalahkan pasukan Tewodros pada tanggal 10 April 1868. Tiga hari setelah ia kalah, Tewodros memutuskan untuk mengakhiri hidupnya meskipun ia sedang berada di dalam masa kepemimpinannya sebagai Kaisar Ethiopia.

4. Fridolin Anderwert
Fridolin Anderwert merupakan kepala negara Swiss yang terpilih pada tanggal 7 Desember 1880. Ia mengakhiri hidupnya tidak lama dari tanggal terpilihnya dia sebagai kepala negara. Motif utama dari tindakannya itu adalah karena ia mendapatkan tekanan dari pihak luar terutama media.

Ia mengakhiri hidupnya dengan cara menembakkan diri setelah memperoleh sorotan negatif dari pers yang membuat dirinya depresi dan kelelahan. Seusai masa pemilihan berakhir, ada perpecahan yang terjadi di media. Perpecahan tersebut membuat desas-desus negatif mengenai Fridolin tersebar. Desas-desus itu mengatakan bahwa Fridolin Anderwert merupakan pengunjung tetap di rumah bordil (tempat prostitusi).

*Diolah dari sumber
Stefani Ira Pratiwi - Litbang MPI</description><content:encoded>MENJADI seorang pemimpin negara bukanlah hal yang mudah. Selain mencari solusi untuk setiap permasalahan negara, pemimpin juga harus memikirkan kesejahteraan masyarakat.

Beragam tekanan tentu mereka hadapi. Di antara para pemimpin negara tersebut, ada yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena tekanan yang dialaminya.

1. Aizong
Wanyan Shouxu atau Kaisar Aizong adalah kaisar Dinasti Jin yang berkuasa dari 15 Januari 1224 hingga 9 Februari 1234. Aizong dinilai sebagai kaisar yang cakap dalam membuat berbagai reformasi di pemerintahan Jin.

Adapun upayanya yang berhasil adalah meringankan pajak hukum dan menyingkirkan pejabat yang korupsi. Selain itu, ia juga melakukan perubahan-perubahan akan kebijakan di Dinasti Jin.

Keputusasaannya muncul ketika ia gagal menyelamatkan Dinasti Jin dari Mongol. Saat itu Dinasti Jin jatuh ke tangan bangsa Mongol yang dipimpin oleh Gengis Khan. Setelah itu, Aizong kemudian menyerahkan takhtanya kepada Wanyan Chenglin dan memutuskan untuk melakukan bunuh diri dengan gantung diri pada tahun 1234.

2. Henri Christophe
Henri Christophe merupakan tokoh revolusi serta raja dari Haiti. Kekuasaannya didapatkannya setelah melakukan revolusi Haiti. Revolusi tersebut membuahkan kemerdekaan untuk Haiti dari Prancis pada tahun 1804. Setelah berhasil menang dalam perlawanan melawan Jean Jacques Dessalines, Henri Christophe menciptakan kerajaan dan memproklamasikan diri sebagai Henri I, Raja Haiti.
Baca juga:&amp;nbsp;4 Kasus Bunuh Diri karena Putus Cinta, dari Gantung Diri hingga Lompat ke Sungai
Meski berada dalam pucuk pemerintahan, ia mengakhiri hidupnya ketika masih memegang kekuasaan, yaitu pada 1820. Alasan di balik hal tersebut antara lain karena menurunnya kesehatan Christophne, adanya rasa takut akan kudeta, serta ketidakpopuleran dirinya.

3. Anson Jones
Anson Jones merupakan Presiden ke-4 Republik Texas. Ia meninggal pada tahun 1858 akibat kegagalan politik yang ia rasakan. Setelah tidak menjabat lagi menjadi seorang presiden, Anson Jones berharap dirinya akan dipilih untuk dikirimkan ke Senat Amerika Serikat. Namun dalam pemilihan, rupanya ia tidak terpilih untuk mewakili Texas di Washington. Adapun tokoh yang terpilih adalah Sam Houston dan Thomas Jefferson Rusk.

Setelah itu, harapannya untuk dapat terpilih muncul kembali ketika Thomas Jefferson Rusk bunuh diri pada tahun 1857. Namun kenyataan membuat dirinya kecewa lantaran ia tidak terpilih kembali. Setelah itu ia merenungi kariernya dan berakhir pada keputusan untuk menembak dirinya sendiri secara fatal pada 9 Januari 1858.4. Tewodros II
Kaisar modern pertama Ethiopia ini meninggal pada 13 April 1868. Tewodros II mengakhiri hidup dengan cara menembak dirinya sendiri. Meskipun ia telah berhasil naik takhta dengan melawan para pemimpin feodal, rupanya keputusasaan atas jabatannya yang membuat ia mengambil keputusan untuk bunuh diri.

Pada 1867 hingga 1868, Inggris mengirim Ekspedisi Napier untuk menyelamatkan para misionaris dan utusan Inggris yang ditahan Tewodros. Atas bantuan bangsawan pemberontak, pasukan Inggris berhasil mengalahkan pasukan Tewodros pada tanggal 10 April 1868. Tiga hari setelah ia kalah, Tewodros memutuskan untuk mengakhiri hidupnya meskipun ia sedang berada di dalam masa kepemimpinannya sebagai Kaisar Ethiopia.

4. Fridolin Anderwert
Fridolin Anderwert merupakan kepala negara Swiss yang terpilih pada tanggal 7 Desember 1880. Ia mengakhiri hidupnya tidak lama dari tanggal terpilihnya dia sebagai kepala negara. Motif utama dari tindakannya itu adalah karena ia mendapatkan tekanan dari pihak luar terutama media.

Ia mengakhiri hidupnya dengan cara menembakkan diri setelah memperoleh sorotan negatif dari pers yang membuat dirinya depresi dan kelelahan. Seusai masa pemilihan berakhir, ada perpecahan yang terjadi di media. Perpecahan tersebut membuat desas-desus negatif mengenai Fridolin tersebar. Desas-desus itu mengatakan bahwa Fridolin Anderwert merupakan pengunjung tetap di rumah bordil (tempat prostitusi).

*Diolah dari sumber
Stefani Ira Pratiwi - Litbang MPI</content:encoded></item></channel></rss>
