<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Arti Lampu Merah-Kuning-Hijau di Atas Mimbar!</title><description>Gus Dur bercerita dirinya mendapatkan aplaus saat berpidato.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2644814/humor-gus-dur-arti-lampu-merah-kuning-hijau-di-atas-mimbar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2644814/humor-gus-dur-arti-lampu-merah-kuning-hijau-di-atas-mimbar"/><item><title>Humor Gus Dur: Arti Lampu Merah-Kuning-Hijau di Atas Mimbar!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2644814/humor-gus-dur-arti-lampu-merah-kuning-hijau-di-atas-mimbar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2644814/humor-gus-dur-arti-lampu-merah-kuning-hijau-di-atas-mimbar</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2644814/humor-gus-dur-arti-lampu-merah-kuning-hijau-di-atas-mimbar-HFJdHrPrZm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Dok NU Online)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/09/337/2644814/humor-gus-dur-arti-lampu-merah-kuning-hijau-di-atas-mimbar-HFJdHrPrZm.jpg</image><title>Gus Dur (Dok NU Online)</title></images><description>JAKARTA - Dua sahabat karib yakni Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Gus Mus bertemu dan bertukar cerita. Gus Dur pun menceritakan pengalaman pribadinya, yang cukup menggelikan.

Gus Mus bercerita, suatu ketika Gus Dur menelpon dirinya dari Kuba di sela-sela forum pertemuan para kepala negara.

&amp;ldquo;Saya baru saja dapat giliran pidato dan mendapat aplaus yang gegap gempita dari hadirin,&amp;rdquo; kata Gus Dur dengan ketawa bercerita ke Gus Mus, Rabu (2/6/2021).

Gus Mus pun mencari tahu kenapa mereka memberikan tepuk tangan.

BACA JUGA:Humor Gus Dur: Cerita Jenderal Takut Istri, Begini Kisahnya!

&amp;ldquo;Wah, apa yang sampeyan omongkan kok sampai mendapat sambutan begitu meriah?&amp;rdquo; tanya Gus Mus.

&amp;ldquo;Bukan soal apa yang saya omongkan, tapi saya diberi tahu bahwa karena banyak pemimpin negara yang harus pidato, maka masing-masing dibatasi hanya boleh berbicara 5 menit,&amp;rdquo; ujar Gus Dur.

&amp;ldquo;Di atas mimbar, mereka menyiapkan lampu merah-hijau-kuning kayak di MTQ itu lho. Hijau artinya mulai, kuning artinya siap-siap, merah berarti sudah 5 menit, harus berhenti,&amp;rdquo; ujar Gus Dur.

Dia menambahkan, dirinya tak melihat lampu tersebut sehingga berpidato lebih dari lima menit dan mendapat tepuk tangan.

&amp;ldquo;Lha saya tidak melihat, kok bisa pas 5 menit. Itu yang membuat mereka bertepuk tangan,&amp;rdquo; kata Gus Dur.

</description><content:encoded>JAKARTA - Dua sahabat karib yakni Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Gus Mus bertemu dan bertukar cerita. Gus Dur pun menceritakan pengalaman pribadinya, yang cukup menggelikan.

Gus Mus bercerita, suatu ketika Gus Dur menelpon dirinya dari Kuba di sela-sela forum pertemuan para kepala negara.

&amp;ldquo;Saya baru saja dapat giliran pidato dan mendapat aplaus yang gegap gempita dari hadirin,&amp;rdquo; kata Gus Dur dengan ketawa bercerita ke Gus Mus, Rabu (2/6/2021).

Gus Mus pun mencari tahu kenapa mereka memberikan tepuk tangan.

BACA JUGA:Humor Gus Dur: Cerita Jenderal Takut Istri, Begini Kisahnya!

&amp;ldquo;Wah, apa yang sampeyan omongkan kok sampai mendapat sambutan begitu meriah?&amp;rdquo; tanya Gus Mus.

&amp;ldquo;Bukan soal apa yang saya omongkan, tapi saya diberi tahu bahwa karena banyak pemimpin negara yang harus pidato, maka masing-masing dibatasi hanya boleh berbicara 5 menit,&amp;rdquo; ujar Gus Dur.

&amp;ldquo;Di atas mimbar, mereka menyiapkan lampu merah-hijau-kuning kayak di MTQ itu lho. Hijau artinya mulai, kuning artinya siap-siap, merah berarti sudah 5 menit, harus berhenti,&amp;rdquo; ujar Gus Dur.

Dia menambahkan, dirinya tak melihat lampu tersebut sehingga berpidato lebih dari lima menit dan mendapat tepuk tangan.

&amp;ldquo;Lha saya tidak melihat, kok bisa pas 5 menit. Itu yang membuat mereka bertepuk tangan,&amp;rdquo; kata Gus Dur.

</content:encoded></item></channel></rss>
