<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saat Bung Karno Hidup sebagai Anak Penyakitan, Lalu Berganti Nama</title><description>Bung Karno bercerita bahwa masa kecilnya dirinya tumbuh dalam keterbatasan dan sering sakit-sakitan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2645463/saat-bung-karno-hidup-sebagai-anak-penyakitan-lalu-berganti-nama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2645463/saat-bung-karno-hidup-sebagai-anak-penyakitan-lalu-berganti-nama"/><item><title>Saat Bung Karno Hidup sebagai Anak Penyakitan, Lalu Berganti Nama</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2645463/saat-bung-karno-hidup-sebagai-anak-penyakitan-lalu-berganti-nama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2645463/saat-bung-karno-hidup-sebagai-anak-penyakitan-lalu-berganti-nama</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Andhika Shaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/10/337/2645463/saat-bung-karno-hidup-sebagai-anak-penyakitan-lalu-berganti-nama-h4P4DKPykX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bung Karno (Foto :Repro/Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/10/337/2645463/saat-bung-karno-hidup-sebagai-anak-penyakitan-lalu-berganti-nama-h4P4DKPykX.jpg</image><title>Bung Karno (Foto :Repro/Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Gagah nan berwibawa begitulah Soekarno muda dikenal dunia. Ia pun lantang melawan penjajahan di atas dunia.
Namun demikian, terdapat kisah pilu dari tokoh yang dikenal Bung Besar itu. Bung Karno bercerita bahwa masa kecilnya dirinya tumbuh dalam keterbatasan dan sering sakit-sakitan.
&amp;ldquo;Aku memulai hidup ini sebagai anak yang penyakitan. Aku mendapat malaria, disentri, semua penyakit, dan setiap penyakit,&amp;rdquo; katanya, Rabu (10/8/2022).
Dia mengatakan bahwa menurut kepercayaan tradisional, anak yang sakit-sakitan harus diganti  namanya. Karena itulah sang ayah, Raden Soekemi Sosrodiharjo, mengganti nama Bung Karno kecil dari Kusno menjadi Soekarno.
Kemudian, Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo, di Tulungagung, Jawa Timur. Di sana, ia bersekolah untuk pertama kalinya hingga akhirnya harus pindah ke Mojokerto.
Baca juga:&amp;nbsp;Bung Karno Ternyata Pernah Ziarah Ke Makam Jayabaya Sebelum Proklamasikan Kemerdekaan
Soekarno mengikuti orangtuanya yang ditugaskan sesuai besluit dari Kementerian Pendidikan Kolonial Belanda pada tanggal 22 Januari 1909 di Mojokerto.
Setelah sampai di Mojokerto, Soekarno bersekolah di Eerste Inlandsche School (EIS), di tempat ayahnya mengajar.
Baca juga:&amp;nbsp;Terungkap Bung Karno Minta Restu Raja Jayabaya Kediri Sebelum Proklamasikan Kemerdekaan
Kemudian pada Juni 1911, ia dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS). Sang ayah sendiri, setelah bertugas di Mojokerto, pindah mengajar di Normaalschool, Blitar, berdasarkan besluit dari Batavia tertanggal 2 Februari 1915.
Terlahir miskin, tidak membuat Soekarno putus asa, ia tumbuh sebagai remaja yang berani dan percaya diri.
</description><content:encoded>JAKARTA - Gagah nan berwibawa begitulah Soekarno muda dikenal dunia. Ia pun lantang melawan penjajahan di atas dunia.
Namun demikian, terdapat kisah pilu dari tokoh yang dikenal Bung Besar itu. Bung Karno bercerita bahwa masa kecilnya dirinya tumbuh dalam keterbatasan dan sering sakit-sakitan.
&amp;ldquo;Aku memulai hidup ini sebagai anak yang penyakitan. Aku mendapat malaria, disentri, semua penyakit, dan setiap penyakit,&amp;rdquo; katanya, Rabu (10/8/2022).
Dia mengatakan bahwa menurut kepercayaan tradisional, anak yang sakit-sakitan harus diganti  namanya. Karena itulah sang ayah, Raden Soekemi Sosrodiharjo, mengganti nama Bung Karno kecil dari Kusno menjadi Soekarno.
Kemudian, Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo, di Tulungagung, Jawa Timur. Di sana, ia bersekolah untuk pertama kalinya hingga akhirnya harus pindah ke Mojokerto.
Baca juga:&amp;nbsp;Bung Karno Ternyata Pernah Ziarah Ke Makam Jayabaya Sebelum Proklamasikan Kemerdekaan
Soekarno mengikuti orangtuanya yang ditugaskan sesuai besluit dari Kementerian Pendidikan Kolonial Belanda pada tanggal 22 Januari 1909 di Mojokerto.
Setelah sampai di Mojokerto, Soekarno bersekolah di Eerste Inlandsche School (EIS), di tempat ayahnya mengajar.
Baca juga:&amp;nbsp;Terungkap Bung Karno Minta Restu Raja Jayabaya Kediri Sebelum Proklamasikan Kemerdekaan
Kemudian pada Juni 1911, ia dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS). Sang ayah sendiri, setelah bertugas di Mojokerto, pindah mengajar di Normaalschool, Blitar, berdasarkan besluit dari Batavia tertanggal 2 Februari 1915.
Terlahir miskin, tidak membuat Soekarno putus asa, ia tumbuh sebagai remaja yang berani dan percaya diri.
</content:encoded></item></channel></rss>
