<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadapi Ancaman Hibrida, TNI Perlu Bangun Sistem Pertahanan Udara Modern dan Handal</title><description>Tugas yang akan dihadapi TNI di masa depan akan semakin berat dan kompleks.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2645507/hadapi-ancaman-hibrida-tni-perlu-bangun-sistem-pertahanan-udara-modern-dan-handal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2645507/hadapi-ancaman-hibrida-tni-perlu-bangun-sistem-pertahanan-udara-modern-dan-handal"/><item><title>Hadapi Ancaman Hibrida, TNI Perlu Bangun Sistem Pertahanan Udara Modern dan Handal</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2645507/hadapi-ancaman-hibrida-tni-perlu-bangun-sistem-pertahanan-udara-modern-dan-handal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/10/337/2645507/hadapi-ancaman-hibrida-tni-perlu-bangun-sistem-pertahanan-udara-modern-dan-handal</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/10/337/2645507/hadapi-ancaman-hibrida-tni-perlu-bangun-sistem-pertahanan-udara-modern-dan-handal-NSdNMHV85G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayjen TNI Agape Zacharia R Dondokambey (Foto: Dok TNI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/10/337/2645507/hadapi-ancaman-hibrida-tni-perlu-bangun-sistem-pertahanan-udara-modern-dan-handal-NSdNMHV85G.jpg</image><title>Mayjen TNI Agape Zacharia R Dondokambey (Foto: Dok TNI)</title></images><description>JAKARTA - TNI perlu membangun pertahanan udara yang modern, handal dan dapat menghadapi berbagai perkembangan ancaman udara pada masa mendatang. Sebab, tugas yang akan dihadapi TNI di masa depan akan semakin berat dan kompleks.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengkajian Strategis, Penelitian dan Pengembangan (Kapusjianstralitbang) TNI Mayjen TNI Agape Zacharia R. Dondokambey saat membuka FGD (Focus Group Discussion) tentang Membangun Sistem Pertahanan Udara guna Menghadapi Perkembangan Ancaman Udara dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI, bertempat di Auditorium Pusjianstralitbang TNI, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2022).
BACA JUGA:TNI Batalkan 50 Warga Hendak Dibaiat NII, Deklarasi Kembali ke NKRI&amp;nbsp;
Mayjen TNI Agape Zacharia R. Dondokambey mengatakan, dihadapkan dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis global, terdapat tantangan yang besar bagi sistem pertahanan udara TNI. &amp;ldquo;Tantangan tersebut adalah adanya perkembangan karakteristik ancaman udara saat ini, selain ancaman konvensional kita mengenal adanya ancaman hibrida, sehingga perlu menyesuaikan kemampuan kita dengan kondisi saat ini,&amp;rdquo; ucapnya.

Menurutnya, pembangunan sistem pertahanan udara TNI yang handal merupakan konsekuensi logis untuk mewujudkan TNI yang kuat. Namun hingga saat ini unsur-unsur pertahanan udara TNI sebagai penyelenggara pertahanan terpadu atas wilayah udara nasional belum seluruhnya terintegrasi dalam suatu sistem yang baik.

&amp;ldquo;Sehingga operasi pertahanan udara yang mempunyai kesatuan sistem komando, pemusatan kekuatan dan desentralisasi belum diwujudkan secara optimal,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Beredar Video Serda Ucok Bantu Cari Pembunuh Brigadir J, TNI AD: Bohong, Itu Upaya Adu Domba!&amp;nbsp;
Pada FGD ini, Kapusjianstralitbang TNI berharap dapat menjawab pokok-pokok permasalahan dari konsep kajian OMP dengan tema Sishanud TNI, sehingga hasilnya dapat bermanfaat dan mendukung dalam pembuatan kajian untuk menghasilkan saran kepada komando atas tentang strategi TNI dalam rangka membangun sistem pertahanan udara.

Sebagai Narasumber pada FGD kali ini yaitu Kas Koopsudnas Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga (membangun Sishanud guna menghadapi ancaman udara dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI), Ksd Sunjakbang Hanneg Ditjakstrahan Kemhan RI Kolonel Laut (P) Sugeng Suryanto, (kebijakan strategis pertahanan penguatan sistem pertahanan Udara TNI AU) dan Ksd Binsiapsat dan Alutsista Sdirsen, Pussenarhanud TNI AD Kolonel Arh M. Hasyim (gelar &amp;amp; interoperability Alutsista Hanud TNI AD dalam menghadapi perkembangan ancaman udara).

Turut hadir pada acara tersebut, Waka Pusjianstralitbang TNI Marsma TNI Hendro Arief H., Dirjianstra Laksma TNI Joni Sudiyanto, dan Dirlitbang Brigjen TNI Eko Setiawan Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - TNI perlu membangun pertahanan udara yang modern, handal dan dapat menghadapi berbagai perkembangan ancaman udara pada masa mendatang. Sebab, tugas yang akan dihadapi TNI di masa depan akan semakin berat dan kompleks.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengkajian Strategis, Penelitian dan Pengembangan (Kapusjianstralitbang) TNI Mayjen TNI Agape Zacharia R. Dondokambey saat membuka FGD (Focus Group Discussion) tentang Membangun Sistem Pertahanan Udara guna Menghadapi Perkembangan Ancaman Udara dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI, bertempat di Auditorium Pusjianstralitbang TNI, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2022).
BACA JUGA:TNI Batalkan 50 Warga Hendak Dibaiat NII, Deklarasi Kembali ke NKRI&amp;nbsp;
Mayjen TNI Agape Zacharia R. Dondokambey mengatakan, dihadapkan dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis global, terdapat tantangan yang besar bagi sistem pertahanan udara TNI. &amp;ldquo;Tantangan tersebut adalah adanya perkembangan karakteristik ancaman udara saat ini, selain ancaman konvensional kita mengenal adanya ancaman hibrida, sehingga perlu menyesuaikan kemampuan kita dengan kondisi saat ini,&amp;rdquo; ucapnya.

Menurutnya, pembangunan sistem pertahanan udara TNI yang handal merupakan konsekuensi logis untuk mewujudkan TNI yang kuat. Namun hingga saat ini unsur-unsur pertahanan udara TNI sebagai penyelenggara pertahanan terpadu atas wilayah udara nasional belum seluruhnya terintegrasi dalam suatu sistem yang baik.

&amp;ldquo;Sehingga operasi pertahanan udara yang mempunyai kesatuan sistem komando, pemusatan kekuatan dan desentralisasi belum diwujudkan secara optimal,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Beredar Video Serda Ucok Bantu Cari Pembunuh Brigadir J, TNI AD: Bohong, Itu Upaya Adu Domba!&amp;nbsp;
Pada FGD ini, Kapusjianstralitbang TNI berharap dapat menjawab pokok-pokok permasalahan dari konsep kajian OMP dengan tema Sishanud TNI, sehingga hasilnya dapat bermanfaat dan mendukung dalam pembuatan kajian untuk menghasilkan saran kepada komando atas tentang strategi TNI dalam rangka membangun sistem pertahanan udara.

Sebagai Narasumber pada FGD kali ini yaitu Kas Koopsudnas Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga (membangun Sishanud guna menghadapi ancaman udara dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI), Ksd Sunjakbang Hanneg Ditjakstrahan Kemhan RI Kolonel Laut (P) Sugeng Suryanto, (kebijakan strategis pertahanan penguatan sistem pertahanan Udara TNI AU) dan Ksd Binsiapsat dan Alutsista Sdirsen, Pussenarhanud TNI AD Kolonel Arh M. Hasyim (gelar &amp;amp; interoperability Alutsista Hanud TNI AD dalam menghadapi perkembangan ancaman udara).

Turut hadir pada acara tersebut, Waka Pusjianstralitbang TNI Marsma TNI Hendro Arief H., Dirjianstra Laksma TNI Joni Sudiyanto, dan Dirlitbang Brigjen TNI Eko Setiawan Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
