<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korut Umumkan Kemenangan Lawan Covid-19, Tuding Korsel 'Kirim' Wabah</title><description>Korea Utara mengancam akan melakukan pembalasan terhadap Korea Selatan terkait wabah Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/11/18/2645892/korut-umumkan-kemenangan-lawan-covid-19-tuding-korsel-kirim-wabah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/11/18/2645892/korut-umumkan-kemenangan-lawan-covid-19-tuding-korsel-kirim-wabah"/><item><title>Korut Umumkan Kemenangan Lawan Covid-19, Tuding Korsel 'Kirim' Wabah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/11/18/2645892/korut-umumkan-kemenangan-lawan-covid-19-tuding-korsel-kirim-wabah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/11/18/2645892/korut-umumkan-kemenangan-lawan-covid-19-tuding-korsel-kirim-wabah</guid><pubDate>Kamis 11 Agustus 2022 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/11/18/2645892/korut-umumkan-kemenangan-lawan-covid-19-tuding-korsel-kirim-wabah-AbuzamMJUD.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan adiknya Kim Yo Jong. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/11/18/2645892/korut-umumkan-kemenangan-lawan-covid-19-tuding-korsel-kirim-wabah-AbuzamMJUD.JPG</image><title>Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan adiknya Kim Yo Jong. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL &amp;ndash; Korea Utara pada Kamis (11/8/2022) mengumumkan kemenangan dalam &amp;ldquo;perang&amp;rdquo; melawan Covid-19, dan menyalahkan Korea Selatan atas wabah penyakit itu.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan pencabutan tindakan anti-epidemi maksimum yang diberlakukan pada Mei, seraya menambahkan bahwa negara itu harus tetap mengambil tindakan pencegahan dan pekerjaan anti-pandemi sampai krisis kesehatan ini berakhir, demikian dilaporkan kantor berita KCNA.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Terungkap! Kim Jong-un Sakit Parah Saat Korut Bergelut Melawan Covid-19
Korea Utara tidak pernah mengkonfirmasi berapa banyak warganya yang terinfeksi Covid-19, tampaknya karena kekurangan pasokan alat pengujian. Pyongyang malah melaporkan jumlah harian pasien demam, yang totalnya berjumlah sekira 4,77 juta, tetapi tidak mencatat kasus baru sejak 29 Juli.
Sebanyak 74 orang di Korea Utara dilaporkan meninggal dunia karena penyakit demam ini, atau sekira 0,0016% dari total kasus yang dilaporkan. Ketua Anti-COVID Korea Utara, Ri Chung Gil menyebut hal ini sebagai sebuah &amp;ldquo;keajaiban yang belum pernah terjadi sebelumnya&amp;rdquo;.
Pyongyang menyalahkan Seoul atas wabah Covid-19 yang terjadi, mengatakan bahwa selebaran yang dari pembelot di Korea Selatan ditemukan di perbatasan sebagai penyebab wabah.
Para pembelot dan aktivis Korea Utara di Selatan selama beberapa dekade mengirim balon yang membawa selebaran anti-Pyongyang ke Utara, bersama makanan, obat-obatan, uang, dan barang-barang lainnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Korea Utara Bungkam atas Tawaran Korea Selatan untuk Pembicaraan Covid-19
Kim Yo Jong, adik dari Kim Jong-un yang juga merupakan salah satu pejabat tinggi Korea Utara, mengkritik pemerintahan baru Korea Selatan yang dipimpin Presiden Yoon Suk Yeol karena berusaha mencabut larangan 2020 atas kampanye tersebut.
&quot;Kita tidak bisa lagi mengabaikan masuknya sampah dari Korea Selatan,&quot; kata Kim Yo Jong, mengancam akan &quot;memusnahkan&quot; otoritas Seoul.
&quot;Tindakan balasan kami harus menjadi pembalasan yang mematikan,&quot; lanjutnya sebagaimana dilansir Reuters.Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan penyesalannya atas klaim Korea Utara bahwa surat dari pembelot bertanggung jawab atas wabah Covid dan ancaman yang dibuat Pyongyang, menurut laporan kantor berita&amp;nbsp;Yonhap.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meragukan klaim Korea Utara, mengatakan pada Juni situasinya bisa semakin buruk.
&quot;Apa pun kebenaran di balik angka-angka itu, ini adalah kisah yang diceritakan kepada warga Korea Utara. Dan sekarang angka-angka itu memberi tahu mereka bahwa epidemi telah berakhir,&quot; kata Martyn Williams, seorang peneliti dari Proyek 38 North yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yOS8xLzExMTY3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Seperti negara-negara lain, Korea Utara kemungkinan akan menyeimbangkan kebutuhan akan kontrol &amp;ndash; baik untuk alasan politik atau medis &amp;ndash; dengan kelelahan publik atas pembatasan, katanya.
Deklarasi kemenangan Pyongyang atas Covid datang meskipun tidak ada program vaksin yang diketahui. Sebaliknya, negara itu mengatakan mengandalkan penguncian, perawatan obat-obatan yang ditanam sendiri, dan apa yang disebut Kim sebagai &quot;sistem sosialis gaya Korea yang menguntungkan.&quot;
</description><content:encoded>SEOUL &amp;ndash; Korea Utara pada Kamis (11/8/2022) mengumumkan kemenangan dalam &amp;ldquo;perang&amp;rdquo; melawan Covid-19, dan menyalahkan Korea Selatan atas wabah penyakit itu.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan pencabutan tindakan anti-epidemi maksimum yang diberlakukan pada Mei, seraya menambahkan bahwa negara itu harus tetap mengambil tindakan pencegahan dan pekerjaan anti-pandemi sampai krisis kesehatan ini berakhir, demikian dilaporkan kantor berita KCNA.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Terungkap! Kim Jong-un Sakit Parah Saat Korut Bergelut Melawan Covid-19
Korea Utara tidak pernah mengkonfirmasi berapa banyak warganya yang terinfeksi Covid-19, tampaknya karena kekurangan pasokan alat pengujian. Pyongyang malah melaporkan jumlah harian pasien demam, yang totalnya berjumlah sekira 4,77 juta, tetapi tidak mencatat kasus baru sejak 29 Juli.
Sebanyak 74 orang di Korea Utara dilaporkan meninggal dunia karena penyakit demam ini, atau sekira 0,0016% dari total kasus yang dilaporkan. Ketua Anti-COVID Korea Utara, Ri Chung Gil menyebut hal ini sebagai sebuah &amp;ldquo;keajaiban yang belum pernah terjadi sebelumnya&amp;rdquo;.
Pyongyang menyalahkan Seoul atas wabah Covid-19 yang terjadi, mengatakan bahwa selebaran yang dari pembelot di Korea Selatan ditemukan di perbatasan sebagai penyebab wabah.
Para pembelot dan aktivis Korea Utara di Selatan selama beberapa dekade mengirim balon yang membawa selebaran anti-Pyongyang ke Utara, bersama makanan, obat-obatan, uang, dan barang-barang lainnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Korea Utara Bungkam atas Tawaran Korea Selatan untuk Pembicaraan Covid-19
Kim Yo Jong, adik dari Kim Jong-un yang juga merupakan salah satu pejabat tinggi Korea Utara, mengkritik pemerintahan baru Korea Selatan yang dipimpin Presiden Yoon Suk Yeol karena berusaha mencabut larangan 2020 atas kampanye tersebut.
&quot;Kita tidak bisa lagi mengabaikan masuknya sampah dari Korea Selatan,&quot; kata Kim Yo Jong, mengancam akan &quot;memusnahkan&quot; otoritas Seoul.
&quot;Tindakan balasan kami harus menjadi pembalasan yang mematikan,&quot; lanjutnya sebagaimana dilansir Reuters.Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan penyesalannya atas klaim Korea Utara bahwa surat dari pembelot bertanggung jawab atas wabah Covid dan ancaman yang dibuat Pyongyang, menurut laporan kantor berita&amp;nbsp;Yonhap.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meragukan klaim Korea Utara, mengatakan pada Juni situasinya bisa semakin buruk.
&quot;Apa pun kebenaran di balik angka-angka itu, ini adalah kisah yang diceritakan kepada warga Korea Utara. Dan sekarang angka-angka itu memberi tahu mereka bahwa epidemi telah berakhir,&quot; kata Martyn Williams, seorang peneliti dari Proyek 38 North yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8yOS8xLzExMTY3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Seperti negara-negara lain, Korea Utara kemungkinan akan menyeimbangkan kebutuhan akan kontrol &amp;ndash; baik untuk alasan politik atau medis &amp;ndash; dengan kelelahan publik atas pembatasan, katanya.
Deklarasi kemenangan Pyongyang atas Covid datang meskipun tidak ada program vaksin yang diketahui. Sebaliknya, negara itu mengatakan mengandalkan penguncian, perawatan obat-obatan yang ditanam sendiri, dan apa yang disebut Kim sebagai &quot;sistem sosialis gaya Korea yang menguntungkan.&quot;
</content:encoded></item></channel></rss>
