<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soekarno: Tuhan Menciptakan Wanita Penuh dengan Keindahan</title><description>Pada saat usianya 14 tahun, Soekarno tertarik pada teman sekolahnya yang dijuluki &amp;lsquo;noni Belanda&amp;rsquo; bernama Mien Hessels.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/12/337/2646819/soekarno-tuhan-menciptakan-wanita-penuh-dengan-keindahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/12/337/2646819/soekarno-tuhan-menciptakan-wanita-penuh-dengan-keindahan"/><item><title>Soekarno: Tuhan Menciptakan Wanita Penuh dengan Keindahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/12/337/2646819/soekarno-tuhan-menciptakan-wanita-penuh-dengan-keindahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/12/337/2646819/soekarno-tuhan-menciptakan-wanita-penuh-dengan-keindahan</guid><pubDate>Jum'at 12 Agustus 2022 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Shaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/12/337/2646819/soekarno-tuhan-menciptakan-wanita-penuh-dengan-keindahan-ZXwpPxCLqF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bung Karno (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/12/337/2646819/soekarno-tuhan-menciptakan-wanita-penuh-dengan-keindahan-ZXwpPxCLqF.jpg</image><title>Bung Karno (Foto: Ist)</title></images><description>PRESIDEN pertama Indoneisa, Soekarno, tumbuh sebagaI remaja yang berani dan percaya diri, termasuk dalam hal percintaan.
Pada saat usianya 14 tahun, Soekarno tertarik pada teman sekolahnya yang dijuluki &amp;lsquo;noni Belanda&amp;rsquo; bernama Mien Hessels.
BACA JUGA:Saat Bung Karno Hidup sebagai Anak Penyakitan, Lalu Berganti Nama

Soekarno mengaku satu-satunya jalan yang ia ketahui untuk mendapatkan keunggulan dari bangsa kulit putiih adalah dalam percintaan.
&quot;Hanya inilah satu- satunya jalan yang kuketahui untuk memperoleh keunggulan terhadap bangsa kulit putih,&quot; katanya.
Pada waktu itu, Soekarno pernah mendatangi orangtua Mien, namun ia disambut secara kasar.
&quot;Kamu inlander kotor, kenapa kamu berani mendekati anakku? Keluar!&quot; ujar Tuan Hessels, ayah Mien.
BACA JUGA:Terungkap Bung Karno Minta Restu Raja Jayabaya Kediri Sebelum Proklamasikan Kemerdekaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengalaman pahit itu tak membuat Soekarno jera dalam memikat hati Mien Hessels.
Ia berkata, &quot;Tuhan menciptakan wanita penuh dengan keindahan. Saya kira setiap laki-laki normal senang melihat keindahan yang ada pada diri wanita,&quot; tuturnya.
Namun demikian, Soekarno tetap memperhatikan pendidikannya. la sadar bahwa pendidikan adalah faktor penting bagi kehidupannya dan masa depannya.
Bertahun-tahun kemudian keyakinannya ini pula yang &amp;nbsp;mengantarkannya menjadi pemimpin bangsa Indonesia.
Pada 1915, Soekarno menyelesaikan pendidikannya di Europeesche Lagere School (ELS) dan berhasil melanjutkan ke Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya.</description><content:encoded>PRESIDEN pertama Indoneisa, Soekarno, tumbuh sebagaI remaja yang berani dan percaya diri, termasuk dalam hal percintaan.
Pada saat usianya 14 tahun, Soekarno tertarik pada teman sekolahnya yang dijuluki &amp;lsquo;noni Belanda&amp;rsquo; bernama Mien Hessels.
BACA JUGA:Saat Bung Karno Hidup sebagai Anak Penyakitan, Lalu Berganti Nama

Soekarno mengaku satu-satunya jalan yang ia ketahui untuk mendapatkan keunggulan dari bangsa kulit putiih adalah dalam percintaan.
&quot;Hanya inilah satu- satunya jalan yang kuketahui untuk memperoleh keunggulan terhadap bangsa kulit putih,&quot; katanya.
Pada waktu itu, Soekarno pernah mendatangi orangtua Mien, namun ia disambut secara kasar.
&quot;Kamu inlander kotor, kenapa kamu berani mendekati anakku? Keluar!&quot; ujar Tuan Hessels, ayah Mien.
BACA JUGA:Terungkap Bung Karno Minta Restu Raja Jayabaya Kediri Sebelum Proklamasikan Kemerdekaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengalaman pahit itu tak membuat Soekarno jera dalam memikat hati Mien Hessels.
Ia berkata, &quot;Tuhan menciptakan wanita penuh dengan keindahan. Saya kira setiap laki-laki normal senang melihat keindahan yang ada pada diri wanita,&quot; tuturnya.
Namun demikian, Soekarno tetap memperhatikan pendidikannya. la sadar bahwa pendidikan adalah faktor penting bagi kehidupannya dan masa depannya.
Bertahun-tahun kemudian keyakinannya ini pula yang &amp;nbsp;mengantarkannya menjadi pemimpin bangsa Indonesia.
Pada 1915, Soekarno menyelesaikan pendidikannya di Europeesche Lagere School (ELS) dan berhasil melanjutkan ke Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya.</content:encoded></item></channel></rss>
