<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Keluarga Kobus, 4 Wanita Belanda yang Membelot Dukung Kemerdekaan Indonesia</title><description>Keluarga berhaluan sosialis di Amsterdam, Belanda, yang bernama Kobus sejak awal dikenal mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/18/337/2649714/mengenal-keluarga-kobus-4-wanita-belanda-yang-membelot-dukung-kemerdekaan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/18/337/2649714/mengenal-keluarga-kobus-4-wanita-belanda-yang-membelot-dukung-kemerdekaan-indonesia"/><item><title>Mengenal Keluarga Kobus, 4 Wanita Belanda yang Membelot Dukung Kemerdekaan Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/18/337/2649714/mengenal-keluarga-kobus-4-wanita-belanda-yang-membelot-dukung-kemerdekaan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/18/337/2649714/mengenal-keluarga-kobus-4-wanita-belanda-yang-membelot-dukung-kemerdekaan-indonesia</guid><pubDate>Kamis 18 Agustus 2022 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/18/337/2649714/mengenal-keluarga-kobus-4-wanita-belanda-yang-membelot-dukung-kemerdekaan-indonesia-jsvKE9pk7q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga Kobus (foto: BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/18/337/2649714/mengenal-keluarga-kobus-4-wanita-belanda-yang-membelot-dukung-kemerdekaan-indonesia-jsvKE9pk7q.jpg</image><title>Keluarga Kobus (foto: BBC)</title></images><description>SEBUAH keluarga berhaluan sosialis di Amsterdam, Belanda, yang bernama Kobus sejak awal dikenal mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia.

Keluarga Kobus berangkat dengan Kapal Weltevreden yang bertolak dari Pelabuhan Rotterdam pada 6 Desember 1946, bersama dengan lebih dari 200 mantan mahasiswa Indonesia serta warga Belanda yang memutuskan untuk memihak Indonesia, negeri yang baru berusia satu tahun.
BACA JUGA:Gumbreg, Pahlawan Spesialis Penembak Pesawat Penjajah saat Perang Kemerdekaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Keluarga Kobus ini terdiri dari Betsy, Annie, dan Miny. Ketiganya adalah anak perempuan dari seorang wanita Belanda bernama Mien, yang juga turut serta dalam rombongan tersebut.

Melansir BBC, dalam sebuah buku yang ditulis seorang jurnalis Belanda, Hilde Janssen, berjudul Enkele Reis Indonesie yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Tanah Air Baru, Indonesia, menyebut bahwa Mien, ibu ketiga perempuan itu, aktif dalam gerakan bawah tanah melawan penjajahan Jerman di Belanda.
BACA JUGA:3 Peperangan Era Kemerdekaan di Jabodetabek, Nomor 2 Bumi Hangus Bekasi

Mien menampung juga sejumlah pemuda Indonesia yang bekerja untuk perusahaan perkapalan Belanda. Karena sering singgah, mereka berkenalan dengan kakak beradik Kobus dan kerap mengajak mereka jalan-jalan atau menyaksikan pertunjukan keroncong.

Itu pula jodoh ketiga gadis Kobus. Masing-masing jatuh cinta pada para pelaut Indonesia yang mereka temui di sana. Dan akhirnya, mereka melakukan 'nikah masal.' Pada 9 Mei 1946, mereka semua menikah. Betsy dengan Djumiran, Annie dengan Djabir, serta Miny dengan Amarie.

Baca selengkapnya: Kisah Keluarga Belanda yang Membelot Mendukung Kemerdekaan Indonesia hingga Usia Senja</description><content:encoded>SEBUAH keluarga berhaluan sosialis di Amsterdam, Belanda, yang bernama Kobus sejak awal dikenal mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia.

Keluarga Kobus berangkat dengan Kapal Weltevreden yang bertolak dari Pelabuhan Rotterdam pada 6 Desember 1946, bersama dengan lebih dari 200 mantan mahasiswa Indonesia serta warga Belanda yang memutuskan untuk memihak Indonesia, negeri yang baru berusia satu tahun.
BACA JUGA:Gumbreg, Pahlawan Spesialis Penembak Pesawat Penjajah saat Perang Kemerdekaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Keluarga Kobus ini terdiri dari Betsy, Annie, dan Miny. Ketiganya adalah anak perempuan dari seorang wanita Belanda bernama Mien, yang juga turut serta dalam rombongan tersebut.

Melansir BBC, dalam sebuah buku yang ditulis seorang jurnalis Belanda, Hilde Janssen, berjudul Enkele Reis Indonesie yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Tanah Air Baru, Indonesia, menyebut bahwa Mien, ibu ketiga perempuan itu, aktif dalam gerakan bawah tanah melawan penjajahan Jerman di Belanda.
BACA JUGA:3 Peperangan Era Kemerdekaan di Jabodetabek, Nomor 2 Bumi Hangus Bekasi

Mien menampung juga sejumlah pemuda Indonesia yang bekerja untuk perusahaan perkapalan Belanda. Karena sering singgah, mereka berkenalan dengan kakak beradik Kobus dan kerap mengajak mereka jalan-jalan atau menyaksikan pertunjukan keroncong.

Itu pula jodoh ketiga gadis Kobus. Masing-masing jatuh cinta pada para pelaut Indonesia yang mereka temui di sana. Dan akhirnya, mereka melakukan 'nikah masal.' Pada 9 Mei 1946, mereka semua menikah. Betsy dengan Djumiran, Annie dengan Djabir, serta Miny dengan Amarie.

Baca selengkapnya: Kisah Keluarga Belanda yang Membelot Mendukung Kemerdekaan Indonesia hingga Usia Senja</content:encoded></item></channel></rss>
