<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hobi Makan Semen dan Pasir, Bocah di Tangerang Alami Gizi Buruk   </title><description>Seorang anak laki-laki di Teluknaga, Kabupaten Tangerang menderita gizi buruk karena hobi makan semen, pasir, pecahan batu</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/18/338/2650010/hobi-makan-semen-dan-pasir-bocah-di-tangerang-alami-gizi-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/18/338/2650010/hobi-makan-semen-dan-pasir-bocah-di-tangerang-alami-gizi-buruk"/><item><title>Hobi Makan Semen dan Pasir, Bocah di Tangerang Alami Gizi Buruk   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/18/338/2650010/hobi-makan-semen-dan-pasir-bocah-di-tangerang-alami-gizi-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/18/338/2650010/hobi-makan-semen-dan-pasir-bocah-di-tangerang-alami-gizi-buruk</guid><pubDate>Kamis 18 Agustus 2022 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/18/338/2650010/hobi-makan-semen-dan-pasir-bocah-di-tangerang-alami-gizi-buruk-BeNjnAGNXd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bayi kurang gizi di Tangerang (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/18/338/2650010/hobi-makan-semen-dan-pasir-bocah-di-tangerang-alami-gizi-buruk-BeNjnAGNXd.jpg</image><title>Bayi kurang gizi di Tangerang (foto: dok ist)</title></images><description>

TANGERANG - Seorang anak laki-laki di Teluknaga, Kabupaten Tangerang menderita gizi buruk karena hobi makan semen, pasir, pecahan batu, dan tanah. Tak hanya gizi buruk, akibat kebiasaan anehnya itu bocah berusia 8 tahun tersebut juga menderita anemia.

&amp;ldquo;Kami sudah melakukan intervensi gizi melalui petugas gizi, dokter, dan bidan desa dengan melakukan rujukan ke RSU Tangerang dan RSUD Pakuhaji,&amp;rdquo; kata Kepala Puskesmas Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga, Allan Sartana dalam keterangannya, Kamis (18/8/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Peran Tenaga Kesehatan Diperlukan untuk Turunkan Angka Gizi Buruk di Tomohon
Pihak puskesmas saat ini masih terus memantau dan mendampingi kondisi kesehatan bocah tersebut. Selain gizi buruk, bocah tersebut juga rupanya mengidap tuberkulosis (TBC) atau TB Paru dan anemia.

&quot;Setelah melakukan pengecekan, sudah diberikan obat, dan pihak rumah sakit menganjurkan untuk kontrol ulang seminggu sekali,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menuju Generasi Emas, Semua Elemen Diminta Atasi Gizi Buruk dan Stunting
Pihak puskesmas berencana membuat rujukan ke RSUD Kabupaten Tangerang agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut khususnya dari dokter spesialis anak, spesialis jiwa serta spesialis gizi. Orang tua anak juga  melakukan pola asuh anak yang benar.

&quot;Faktor pola asuh ini memiliki nilai penting yang mempengaruhi terjadinya hal tersebut, seperti kurangnya perhatian kepada anak,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>

TANGERANG - Seorang anak laki-laki di Teluknaga, Kabupaten Tangerang menderita gizi buruk karena hobi makan semen, pasir, pecahan batu, dan tanah. Tak hanya gizi buruk, akibat kebiasaan anehnya itu bocah berusia 8 tahun tersebut juga menderita anemia.

&amp;ldquo;Kami sudah melakukan intervensi gizi melalui petugas gizi, dokter, dan bidan desa dengan melakukan rujukan ke RSU Tangerang dan RSUD Pakuhaji,&amp;rdquo; kata Kepala Puskesmas Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga, Allan Sartana dalam keterangannya, Kamis (18/8/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Peran Tenaga Kesehatan Diperlukan untuk Turunkan Angka Gizi Buruk di Tomohon
Pihak puskesmas saat ini masih terus memantau dan mendampingi kondisi kesehatan bocah tersebut. Selain gizi buruk, bocah tersebut juga rupanya mengidap tuberkulosis (TBC) atau TB Paru dan anemia.

&quot;Setelah melakukan pengecekan, sudah diberikan obat, dan pihak rumah sakit menganjurkan untuk kontrol ulang seminggu sekali,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menuju Generasi Emas, Semua Elemen Diminta Atasi Gizi Buruk dan Stunting
Pihak puskesmas berencana membuat rujukan ke RSUD Kabupaten Tangerang agar bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut khususnya dari dokter spesialis anak, spesialis jiwa serta spesialis gizi. Orang tua anak juga  melakukan pola asuh anak yang benar.

&quot;Faktor pola asuh ini memiliki nilai penting yang mempengaruhi terjadinya hal tersebut, seperti kurangnya perhatian kepada anak,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
