<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisa Berefek Domino, LaNyalla Minta Pemerintah Pertimbangkan Kenakan Harga BBM Bersubsidi</title><description>LaNyalla mengatakan bahwa rakyat saat ini baru saja berusaha bangkit dari dampak Pandemi Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/21/337/2651668/bisa-berefek-domino-lanyalla-minta-pemerintah-pertimbangkan-kenakan-harga-bbm-bersubsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/21/337/2651668/bisa-berefek-domino-lanyalla-minta-pemerintah-pertimbangkan-kenakan-harga-bbm-bersubsidi"/><item><title>Bisa Berefek Domino, LaNyalla Minta Pemerintah Pertimbangkan Kenakan Harga BBM Bersubsidi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/21/337/2651668/bisa-berefek-domino-lanyalla-minta-pemerintah-pertimbangkan-kenakan-harga-bbm-bersubsidi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/21/337/2651668/bisa-berefek-domino-lanyalla-minta-pemerintah-pertimbangkan-kenakan-harga-bbm-bersubsidi</guid><pubDate>Minggu 21 Agustus 2022 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/21/337/2651668/bisa-berefek-domino-lanyalla-minta-pemerintah-pertimbangkan-kenakan-harga-bbm-bersubsidi-Smt7NDqpBA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/21/337/2651668/bisa-berefek-domino-lanyalla-minta-pemerintah-pertimbangkan-kenakan-harga-bbm-bersubsidi-Smt7NDqpBA.jpeg</image><title>Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti. </title></images><description>JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, terutama Pertalite, dapat memiliki efek domino yang serius jika diterapkan. Karena itu, LaNyalla meminta pemerintah mendengarkan suara keberatan dari masyarakat.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Soal Kenaikan Harga BBM, Menko Luhut: Masih Menghitung
&quot;Efek domino dari kenaikan harga BBM ini yang harus dilihat. Karena pasti berpengaruh terhadap harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Siapa yang mendapatkan dampak paling berat, pasti masyarakat kecil,&quot; kata LaNyalla, Minggu (21/8/2022).
Menurut LaNyalla, kenaikan harga-harga dikhawatirkan membuat masyarakat frustrasi. Pasalnya, ekonomi belum sepenuhnya pulih pasca pandemi Covid-19.
Hal-hal demikian seharusnya menjadi pertimbangan serius pemerintah sebelum mengambil keputusan menaikkan harga BBM.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Siap-Siap! Harga BBM Bakal Naik, Presiden Jokowi Umumkan Minggu Depan

&quot;Kita ini baru mulai bergeliat lagi setelah dilanda pandemi hampir dua tahun. Masyarakat masih berjuang memperbaiki perekonomian keluarga. Bahkan sebagian dari korban PHK masih banyak yang belum mendapatkan pekerjaan pengganti, masih banyak juga yang belum memiliki penghasilan,&quot; tuturnya.
Di sisi lain LaNyalla juga menanggapi mekanisme penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Hal ini berkaitan dengan aplikasi dari Pertamina sebagai langkah distribusi.&quot;Terkait penyaluran BBM perlu kesiapan yang tepat mengingat banyak yang terkait dengan penggunaan aplikasi tersebut. Seperti masih banyak pemilik kendaraan belum atas nama dirinya sendiri, tidak semua pemilik kendaraan mahir menggunakan aplikasi pada HP smartphone dan tidak semua setiap hari mereka online, bisa jadi kuotanya habis dan juga tidak semua tempat SPBU terdapat jaringan internet yang stabil,&quot; papar LaNyalla.
Karena itu pemerintah perlu menyiapkan skema lain, yakni cara paling simpel dan dapat diakses oleh penerima manfaat BBM subsidi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, terutama Pertalite, dapat memiliki efek domino yang serius jika diterapkan. Karena itu, LaNyalla meminta pemerintah mendengarkan suara keberatan dari masyarakat.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Soal Kenaikan Harga BBM, Menko Luhut: Masih Menghitung
&quot;Efek domino dari kenaikan harga BBM ini yang harus dilihat. Karena pasti berpengaruh terhadap harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Siapa yang mendapatkan dampak paling berat, pasti masyarakat kecil,&quot; kata LaNyalla, Minggu (21/8/2022).
Menurut LaNyalla, kenaikan harga-harga dikhawatirkan membuat masyarakat frustrasi. Pasalnya, ekonomi belum sepenuhnya pulih pasca pandemi Covid-19.
Hal-hal demikian seharusnya menjadi pertimbangan serius pemerintah sebelum mengambil keputusan menaikkan harga BBM.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Siap-Siap! Harga BBM Bakal Naik, Presiden Jokowi Umumkan Minggu Depan

&quot;Kita ini baru mulai bergeliat lagi setelah dilanda pandemi hampir dua tahun. Masyarakat masih berjuang memperbaiki perekonomian keluarga. Bahkan sebagian dari korban PHK masih banyak yang belum mendapatkan pekerjaan pengganti, masih banyak juga yang belum memiliki penghasilan,&quot; tuturnya.
Di sisi lain LaNyalla juga menanggapi mekanisme penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Hal ini berkaitan dengan aplikasi dari Pertamina sebagai langkah distribusi.&quot;Terkait penyaluran BBM perlu kesiapan yang tepat mengingat banyak yang terkait dengan penggunaan aplikasi tersebut. Seperti masih banyak pemilik kendaraan belum atas nama dirinya sendiri, tidak semua pemilik kendaraan mahir menggunakan aplikasi pada HP smartphone dan tidak semua setiap hari mereka online, bisa jadi kuotanya habis dan juga tidak semua tempat SPBU terdapat jaringan internet yang stabil,&quot; papar LaNyalla.
Karena itu pemerintah perlu menyiapkan skema lain, yakni cara paling simpel dan dapat diakses oleh penerima manfaat BBM subsidi.
</content:encoded></item></channel></rss>
