<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Potensi Siklon Tropis di Utara Indonesia Masih Signifikan hingga November, Waspada Dampaknya</title><description>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hingga periode bulan November 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2651831/bmkg-potensi-siklon-tropis-di-utara-indonesia-masih-signifikan-hingga-november-waspada-dampaknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2651831/bmkg-potensi-siklon-tropis-di-utara-indonesia-masih-signifikan-hingga-november-waspada-dampaknya"/><item><title>BMKG: Potensi Siklon Tropis di Utara Indonesia Masih Signifikan hingga November, Waspada Dampaknya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2651831/bmkg-potensi-siklon-tropis-di-utara-indonesia-masih-signifikan-hingga-november-waspada-dampaknya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2651831/bmkg-potensi-siklon-tropis-di-utara-indonesia-masih-signifikan-hingga-november-waspada-dampaknya</guid><pubDate>Senin 22 Agustus 2022 07:40 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/22/337/2651831/bmkg-potensi-siklon-tropis-di-utara-indonesia-masih-signifikan-hingga-november-waspada-dampaknya-RTnpOPQLjW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/22/337/2651831/bmkg-potensi-siklon-tropis-di-utara-indonesia-masih-signifikan-hingga-november-waspada-dampaknya-RTnpOPQLjW.jpg</image><title>Ilustrasi/Antara</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hingga periode bulan November 2022, potensi pembentukan sikon tropis di wilayah belahan bumi utara (bbu) Indonesia masih cukup signifikan.

&amp;ldquo;Sehingga dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di wilayah Indonesia masih harus diwaspadai,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dikutip dari keterangan resminya, Senin (22/8/2022).

BACA JUGA:BMKG: 50% Wilayah Indonesia Masih Mengalami Hujan di Atas Normal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Wilayah yang berpotensi terdampak terutama di wilayah Indonesia bagian utara ekuator seperti Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Utara.

Sedangkan sebagian wilayah Indonesia selatan ekuator seperti Bali-Nusa Tenggara dan sebagian wilayah Jawa kondisi cuaca umumnya cerah hingga berawan dengan potensi hujan relatif kecil untuk sepekan kedepan.

BACA JUGA:Hujan Lebat di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Sementara itu, Guswanto mengungkapkan periode sepekan ke depan, dinamika atmosfer skala regional yang meliputi fenomena gelombang atmosfer dan pola-pola tekanan rendah, masih berpotensi dalam memicu peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hingga periode bulan November 2022, potensi pembentukan sikon tropis di wilayah belahan bumi utara (bbu) Indonesia masih cukup signifikan.

&amp;ldquo;Sehingga dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di wilayah Indonesia masih harus diwaspadai,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dikutip dari keterangan resminya, Senin (22/8/2022).

BACA JUGA:BMKG: 50% Wilayah Indonesia Masih Mengalami Hujan di Atas Normal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Wilayah yang berpotensi terdampak terutama di wilayah Indonesia bagian utara ekuator seperti Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Kalimantan Barat, Sumatera Utara.

Sedangkan sebagian wilayah Indonesia selatan ekuator seperti Bali-Nusa Tenggara dan sebagian wilayah Jawa kondisi cuaca umumnya cerah hingga berawan dengan potensi hujan relatif kecil untuk sepekan kedepan.

BACA JUGA:Hujan Lebat di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Sementara itu, Guswanto mengungkapkan periode sepekan ke depan, dinamika atmosfer skala regional yang meliputi fenomena gelombang atmosfer dan pola-pola tekanan rendah, masih berpotensi dalam memicu peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
