<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM Bilang Pistol yang Dipakai Menembak Brigadir J Lebih dari Satu</title><description>Saya berkali-kali mengatakan, kita belum bisa memastikan, yang ada indikasi kuat bahwa itu bukan satu jenis peluru yang sama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2652410/komnas-ham-bilang-pistol-yang-dipakai-menembak-brigadir-j-lebih-dari-satu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2652410/komnas-ham-bilang-pistol-yang-dipakai-menembak-brigadir-j-lebih-dari-satu"/><item><title>Komnas HAM Bilang Pistol yang Dipakai Menembak Brigadir J Lebih dari Satu</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2652410/komnas-ham-bilang-pistol-yang-dipakai-menembak-brigadir-j-lebih-dari-satu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2652410/komnas-ham-bilang-pistol-yang-dipakai-menembak-brigadir-j-lebih-dari-satu</guid><pubDate>Senin 22 Agustus 2022 20:52 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Ronaldo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/22/337/2652410/komnas-ham-bilang-pistol-yang-pakai-menembak-brigadir-j-lebih-dari-satu-vaUNm59ddv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Makam Brigadir J (Foto : Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/22/337/2652410/komnas-ham-bilang-pistol-yang-pakai-menembak-brigadir-j-lebih-dari-satu-vaUNm59ddv.jpg</image><title>Makam Brigadir J (Foto : Antara)</title></images><description>JAKARTA - Komnas HAM masih terus melakukan penyelesaian laporan akhir dari keterangan-keterangan yang diperoleh dari hasil beberapa saksi dan hasil autopsi kedua kematian Brigadir J di Rumah Dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, bahwa pihaknya sampai sejauh ini masih berkeyakinan, bahwa penembak yang menyebabkan Brigadir J lebih dari satu orang.
&quot;Saya berkali-kali mengatakan, kita belum bisa memastikan, yang ada indikasi kuat bahwa itu bukan satu jenis peluru yang sama. Berarti kalau bukan satu jenis peluru yang sama, dari senjata yang juga bukan satu,&quot; katanya kepada wartawan, Senin (22/8/2022).
Pihaknya pun selanjutnya menyerahkan kepada penyidik untuk mencari lebih dalam terkait temuan-temuan dari hasil otopsi ke dua.



BACA JUGA:Terkuak! Foto Jasad Brigadir Yosua saat Ditembak di Rumah Dinas Ferdy Sambo
&quot;Kalau senjatanya bukann satu, berarti orangnya juga bukan satu orang, siapa itu selain Bharada E? Itu yang harus dijawab oleh penyidik,&quot; terangnya.
&quot;Yang kedua kami melihat juga dari balistik, kurang lebih sama, jadi tugas penyidik lah sekarang. Kami bantu, kami katakan ini arahnya. Sekarang mereka dong yang harus menentukan siapa sebetulnya yang menembak selain Bharada E,&quot; sambungnya.Sebelumnya, Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) menyatakan bahwa terdapat dua luka tembakan kategori fatal di tubuh Brigadir J terkait kasus dugaan pembunuhan berencana di rumah dinas Kadiv Propam.
Hal itu terungkap dalam hasil autopsi ulang terhadap jasad Brigadir J yang dilakukan oleh forensik.
&quot;Ada dua luka fatal di bagian dada dan kepala,&quot; kata Ketua tim independen autopsi ulang Brigadir J, Ade Firmansyah Sugiharto di Gedung Bareskrim Polri.</description><content:encoded>JAKARTA - Komnas HAM masih terus melakukan penyelesaian laporan akhir dari keterangan-keterangan yang diperoleh dari hasil beberapa saksi dan hasil autopsi kedua kematian Brigadir J di Rumah Dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, bahwa pihaknya sampai sejauh ini masih berkeyakinan, bahwa penembak yang menyebabkan Brigadir J lebih dari satu orang.
&quot;Saya berkali-kali mengatakan, kita belum bisa memastikan, yang ada indikasi kuat bahwa itu bukan satu jenis peluru yang sama. Berarti kalau bukan satu jenis peluru yang sama, dari senjata yang juga bukan satu,&quot; katanya kepada wartawan, Senin (22/8/2022).
Pihaknya pun selanjutnya menyerahkan kepada penyidik untuk mencari lebih dalam terkait temuan-temuan dari hasil otopsi ke dua.



BACA JUGA:Terkuak! Foto Jasad Brigadir Yosua saat Ditembak di Rumah Dinas Ferdy Sambo
&quot;Kalau senjatanya bukann satu, berarti orangnya juga bukan satu orang, siapa itu selain Bharada E? Itu yang harus dijawab oleh penyidik,&quot; terangnya.
&quot;Yang kedua kami melihat juga dari balistik, kurang lebih sama, jadi tugas penyidik lah sekarang. Kami bantu, kami katakan ini arahnya. Sekarang mereka dong yang harus menentukan siapa sebetulnya yang menembak selain Bharada E,&quot; sambungnya.Sebelumnya, Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) menyatakan bahwa terdapat dua luka tembakan kategori fatal di tubuh Brigadir J terkait kasus dugaan pembunuhan berencana di rumah dinas Kadiv Propam.
Hal itu terungkap dalam hasil autopsi ulang terhadap jasad Brigadir J yang dilakukan oleh forensik.
&quot;Ada dua luka fatal di bagian dada dan kepala,&quot; kata Ketua tim independen autopsi ulang Brigadir J, Ade Firmansyah Sugiharto di Gedung Bareskrim Polri.</content:encoded></item></channel></rss>
