<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM Minta Nama Dokter Forensik yang Pertama Kali Autopsi Brigadir J Dipulihkan</title><description>Hal tersebut perlu dilakukan, karena hasil autopsi pertama pada jenazah Brigadir J telah diragukan, sehingga harus ada autopsi kedua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2652453/komnas-ham-minta-nama-dokter-forensik-yang-pertama-kali-autopsi-brigadir-j-dipulihkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2652453/komnas-ham-minta-nama-dokter-forensik-yang-pertama-kali-autopsi-brigadir-j-dipulihkan"/><item><title>Komnas HAM Minta Nama Dokter Forensik yang Pertama Kali Autopsi Brigadir J Dipulihkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2652453/komnas-ham-minta-nama-dokter-forensik-yang-pertama-kali-autopsi-brigadir-j-dipulihkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/22/337/2652453/komnas-ham-minta-nama-dokter-forensik-yang-pertama-kali-autopsi-brigadir-j-dipulihkan</guid><pubDate>Senin 22 Agustus 2022 23:47 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/22/337/2652453/komnas-ham-minta-nama-dokter-forensik-yang-pertama-kali-autopsi-brigadir-j-dipulihkan-ini-alasannya-BfZzD5a6WO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komnas HAM Taufan Damanik (Foto: MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/22/337/2652453/komnas-ham-minta-nama-dokter-forensik-yang-pertama-kali-autopsi-brigadir-j-dipulihkan-ini-alasannya-BfZzD5a6WO.jpg</image><title>Ketua Komnas HAM Taufan Damanik (Foto: MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengatakan, bahwa nama dokter forensik yang melakukan autopsi pertama kepada jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J harus dibersihkan namanya.
&quot;Saya kira nama dokter yang forensik (pertama ke jenazah Brigadir J) itu harus kita pulihkan itu namanya,&quot; kata Ahmad Taufan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Hal tersebut, kata Taufan, perlu dilakukan karena hasil autopsi pertama pada jenazah Brigadir J telah diragukan, sehingga harus ada autopsi kedua.
Saat keraguan publik muncul, Taufan mengungkap bahwa para dokter yang mengautopsi jenazah Brigadir J datang menemui Komnas HAM sambil menangis.
&quot;Mereka nangis depan saya, tapi okelah kita hormati semua dalam rangka mencari keadilan yang sesungguhnya itu nggak apa-apa, ya kan gitu,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Komnas HAM Bilang Pistol yang Dipakai Menembak Brigadir J Lebih dari Satu
&quot;Karena tuduhan itu menurut saya tidak sehat buat mereka,&quot; sambungnya.
Komnas HAM sejak awal meyakini bahwa hasil autopsi pertama sudah sesuai prosedur, dan hasilnya pun sesuai dengan fakta lapangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Ferdy Sambo Cuma Nangis saat Bertemu Komisioner Komnas HAM Choirul Anam
Namun Taufan mengatakan, autopsi kedua harus dilakukan untuk menjawab keraguan publik.
&quot;Saya dari awal bilang begitu, tetapi ketika publik meragukan hasil autopsi pertama, ya kita legowo lah, kita tunggu (hasilnya),&quot; katanya.
&quot;Sekarang hasil autopsi kedua apa? Sama kan dengan hasil autopsi pertama. Tapi saya kira tidak ada yang mengherankan buat kami, ketika hasilnya memang semata mata itu hasil kematian karena tembakan,&quot; sambungnya.Sebelumnya, Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) memastikan bahwa tidak ada dugaan penyiksaan di tubuh Brigadir J. Hal itu dipastikan setelah adanya hasil autopsi ulang terhadap jasad yang bersangkutan.
&quot;Saya bisa yakinkan sesuai hasil pemeriksaan autopsi maupun pencahayaan tidak ada luka-luka selain luka kekerasan senpi,&quot; kata Ketua tim independen autopsi ulang Brigadir J, Ade Firmansyah Sugiharto kepada awak media, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Menurutnya, luka-luka pasti yang diketemukan di tubuh Brigadir J yakni hanya tanda kekerasan akibat senjata api.
&quot;Semua tempat-tempat dari informasi keluarga ada tanda kekerasan, kami pastikan tidak ada tanda kekerasan selain senpi pada tubuh korban,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Ini Sosok 'Skuad' yang Ancam Bunuh Brigadir J Sebelum Penembakan Terjadi</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik mengatakan, bahwa nama dokter forensik yang melakukan autopsi pertama kepada jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J harus dibersihkan namanya.
&quot;Saya kira nama dokter yang forensik (pertama ke jenazah Brigadir J) itu harus kita pulihkan itu namanya,&quot; kata Ahmad Taufan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Hal tersebut, kata Taufan, perlu dilakukan karena hasil autopsi pertama pada jenazah Brigadir J telah diragukan, sehingga harus ada autopsi kedua.
Saat keraguan publik muncul, Taufan mengungkap bahwa para dokter yang mengautopsi jenazah Brigadir J datang menemui Komnas HAM sambil menangis.
&quot;Mereka nangis depan saya, tapi okelah kita hormati semua dalam rangka mencari keadilan yang sesungguhnya itu nggak apa-apa, ya kan gitu,&quot; katanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Komnas HAM Bilang Pistol yang Dipakai Menembak Brigadir J Lebih dari Satu
&quot;Karena tuduhan itu menurut saya tidak sehat buat mereka,&quot; sambungnya.
Komnas HAM sejak awal meyakini bahwa hasil autopsi pertama sudah sesuai prosedur, dan hasilnya pun sesuai dengan fakta lapangan.
Baca juga:&amp;nbsp;Ferdy Sambo Cuma Nangis saat Bertemu Komisioner Komnas HAM Choirul Anam
Namun Taufan mengatakan, autopsi kedua harus dilakukan untuk menjawab keraguan publik.
&quot;Saya dari awal bilang begitu, tetapi ketika publik meragukan hasil autopsi pertama, ya kita legowo lah, kita tunggu (hasilnya),&quot; katanya.
&quot;Sekarang hasil autopsi kedua apa? Sama kan dengan hasil autopsi pertama. Tapi saya kira tidak ada yang mengherankan buat kami, ketika hasilnya memang semata mata itu hasil kematian karena tembakan,&quot; sambungnya.Sebelumnya, Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) memastikan bahwa tidak ada dugaan penyiksaan di tubuh Brigadir J. Hal itu dipastikan setelah adanya hasil autopsi ulang terhadap jasad yang bersangkutan.
&quot;Saya bisa yakinkan sesuai hasil pemeriksaan autopsi maupun pencahayaan tidak ada luka-luka selain luka kekerasan senpi,&quot; kata Ketua tim independen autopsi ulang Brigadir J, Ade Firmansyah Sugiharto kepada awak media, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Menurutnya, luka-luka pasti yang diketemukan di tubuh Brigadir J yakni hanya tanda kekerasan akibat senjata api.
&quot;Semua tempat-tempat dari informasi keluarga ada tanda kekerasan, kami pastikan tidak ada tanda kekerasan selain senpi pada tubuh korban,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Ini Sosok 'Skuad' yang Ancam Bunuh Brigadir J Sebelum Penembakan Terjadi</content:encoded></item></channel></rss>
