<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Ditutup 4 Jam Akibat Cuaca Buruk, Antrean Mengular 3 Km</title><description>Hal itu disebabkan angin kencang yang menerjang selat Bali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/23/244/2653019/penyeberangan-gilimanuk-ketapang-ditutup-4-jam-akibat-cuaca-buruk-antrean-mengular-3-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/23/244/2653019/penyeberangan-gilimanuk-ketapang-ditutup-4-jam-akibat-cuaca-buruk-antrean-mengular-3-km"/><item><title>Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Ditutup 4 Jam Akibat Cuaca Buruk, Antrean Mengular 3 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/23/244/2653019/penyeberangan-gilimanuk-ketapang-ditutup-4-jam-akibat-cuaca-buruk-antrean-mengular-3-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/23/244/2653019/penyeberangan-gilimanuk-ketapang-ditutup-4-jam-akibat-cuaca-buruk-antrean-mengular-3-km</guid><pubDate>Selasa 23 Agustus 2022 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Mohamad Chusna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/23/244/2653019/penyeberangan-gilimanuk-ketapang-ditutup-4-jam-akibat-cuaca-buruk-antrean-mengular-3-km-HE6oXEUo4v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang ditutup sementara. (Foto: M Chusna)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/23/244/2653019/penyeberangan-gilimanuk-ketapang-ditutup-4-jam-akibat-cuaca-buruk-antrean-mengular-3-km-HE6oXEUo4v.jpg</image><title>Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang ditutup sementara. (Foto: M Chusna)</title></images><description>DENPASAR - Aktivitas penyeberangan Gilimanuk-Ketapang ditutup selama empat jam, Selasa (23/8/2022). Hal itu disebabkan angin kencang yang menerjang selat Bali.
&quot;Penutupan mulai pukul 12.36 Wita dan dibuka kembali pukul 16.30 Wita,&quot; kata Kepala BPTD Bali-NTB Satuan Pelayanan Gilimanuk I Nyoman Sastrawan.
Akibat penutupan, terjadi penumpukan kendaraan hingga mencapai 3 kilometer di Pelabuhan Gilimanuk Jembrana. Hingga kini petugas masih mengurai penumpukan kendaraan seiring telah dibukanya penyeberangan.
Sastrawan menjelaskan, angin kencang dengan kecepatan 37 knot di selat Bali sangat berisiko bagi kapal feri. Pasalnya, angina dengan kecepatan tersebut memunculkan ombak tinggi.
Baca juga:&amp;nbsp;Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Ditutup Akibat Hujan Badai
Selain itu, angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi berpotensi mendorong kapal feri keluar jalur pelayaran dan bisa memicu tabrakan antar kapal yang terjadi di tengah selat Bali.
&quot;Gelombang tinggi juga menyulitkan pergerakan kapal saat sandar maupun bongkar muat,&quot; ujar Sastrawan.</description><content:encoded>DENPASAR - Aktivitas penyeberangan Gilimanuk-Ketapang ditutup selama empat jam, Selasa (23/8/2022). Hal itu disebabkan angin kencang yang menerjang selat Bali.
&quot;Penutupan mulai pukul 12.36 Wita dan dibuka kembali pukul 16.30 Wita,&quot; kata Kepala BPTD Bali-NTB Satuan Pelayanan Gilimanuk I Nyoman Sastrawan.
Akibat penutupan, terjadi penumpukan kendaraan hingga mencapai 3 kilometer di Pelabuhan Gilimanuk Jembrana. Hingga kini petugas masih mengurai penumpukan kendaraan seiring telah dibukanya penyeberangan.
Sastrawan menjelaskan, angin kencang dengan kecepatan 37 knot di selat Bali sangat berisiko bagi kapal feri. Pasalnya, angina dengan kecepatan tersebut memunculkan ombak tinggi.
Baca juga:&amp;nbsp;Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Ditutup Akibat Hujan Badai
Selain itu, angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi berpotensi mendorong kapal feri keluar jalur pelayaran dan bisa memicu tabrakan antar kapal yang terjadi di tengah selat Bali.
&quot;Gelombang tinggi juga menyulitkan pergerakan kapal saat sandar maupun bongkar muat,&quot; ujar Sastrawan.</content:encoded></item></channel></rss>
