<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBB Peringatkan Ancaman Proliferasi Nuklir di Masa Mendatang</title><description>Dia juga meminta negara-negara untuk berkomitmen lagi melanjutkan perundingan meredam ketegangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/24/18/2653851/pbb-peringatkan-ancaman-proliferasi-nuklir-di-masa-mendatang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/24/18/2653851/pbb-peringatkan-ancaman-proliferasi-nuklir-di-masa-mendatang"/><item><title>PBB Peringatkan Ancaman Proliferasi Nuklir di Masa Mendatang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/24/18/2653851/pbb-peringatkan-ancaman-proliferasi-nuklir-di-masa-mendatang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/24/18/2653851/pbb-peringatkan-ancaman-proliferasi-nuklir-di-masa-mendatang</guid><pubDate>Rabu 24 Agustus 2022 19:10 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/24/18/2653851/pbb-peringatkan-ancaman-proliferasi-nuklir-di-masa-mendatang-O2SqiyfwZ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (Foto: Antara/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/24/18/2653851/pbb-peringatkan-ancaman-proliferasi-nuklir-di-masa-mendatang-O2SqiyfwZ4.jpg</image><title>Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (Foto: Antara/Reuters)</title></images><description>ANKARA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (22/8/2022) memperingatkan soal ancaman proliferasi nuklir di masa mendatang.
Menurut pernyataan PBB, merujuk pada konferensi tinjauan oleh pihak-pihak dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) saat ini, yang berlangsung sejak 1 Agustus lalu dan berakhir pada Jumat (19/8/2022), Guterres mendesak agar para pihak terkait memperlihatkan bahwa mencegah ancaman nuklir adalah hal yang mungkin.
Baca juga:&amp;nbsp;Peringatan 77 Tahun Bom Atom Hiroshima, PBB Peringatkan Kemanusiaan 'Bermain-main' dengan Nuklir
Guterres kembali menegaskan bahwa semua pihak telah menunjukkan fleksibilitas dan keinginan untuk berkompromi selama perundingan berlangsung.
Baca juga:&amp;nbsp;Ngeri! Militer Inggris Konvoi Senjata Nuklir di Jalan Raya, Lewati Sekolah hingga Rumah Sakit
Dia juga meminta negara-negara untuk berkomitmen lagi melanjutkan perundingan untuk meredam ketegangan sekaligus mengakhiri perlombaan senjata nuklir.
&quot;Ancaman kekuatan militer nuklir harus disetop,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip Antara.Selain itu, untuk menjaga agar perpecahan di antara negara-negara, setiap negara harus melakukan dialog dan diplomasi.

&quot;Masa depan manusia seluruhnya ada di tangan kita,&amp;rdquo; tambahnya.

</description><content:encoded>ANKARA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (22/8/2022) memperingatkan soal ancaman proliferasi nuklir di masa mendatang.
Menurut pernyataan PBB, merujuk pada konferensi tinjauan oleh pihak-pihak dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT) saat ini, yang berlangsung sejak 1 Agustus lalu dan berakhir pada Jumat (19/8/2022), Guterres mendesak agar para pihak terkait memperlihatkan bahwa mencegah ancaman nuklir adalah hal yang mungkin.
Baca juga:&amp;nbsp;Peringatan 77 Tahun Bom Atom Hiroshima, PBB Peringatkan Kemanusiaan 'Bermain-main' dengan Nuklir
Guterres kembali menegaskan bahwa semua pihak telah menunjukkan fleksibilitas dan keinginan untuk berkompromi selama perundingan berlangsung.
Baca juga:&amp;nbsp;Ngeri! Militer Inggris Konvoi Senjata Nuklir di Jalan Raya, Lewati Sekolah hingga Rumah Sakit
Dia juga meminta negara-negara untuk berkomitmen lagi melanjutkan perundingan untuk meredam ketegangan sekaligus mengakhiri perlombaan senjata nuklir.
&quot;Ancaman kekuatan militer nuklir harus disetop,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip Antara.Selain itu, untuk menjaga agar perpecahan di antara negara-negara, setiap negara harus melakukan dialog dan diplomasi.

&quot;Masa depan manusia seluruhnya ada di tangan kita,&amp;rdquo; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
