<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kombes Budhi Herdi Datang Telat ke TKP Sebelum Konpers &quot;Polisi Saling Tembak&quot;</title><description>Kemudian didapati bahwa Kapolres datang terlambat pada saat ke TKP.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/24/337/2653444/kombes-budhi-herdi-datang-telat-ke-tkp-sebelum-konpers-polisi-saling-tembak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/24/337/2653444/kombes-budhi-herdi-datang-telat-ke-tkp-sebelum-konpers-polisi-saling-tembak"/><item><title>Kombes Budhi Herdi Datang Telat ke TKP Sebelum Konpers &quot;Polisi Saling Tembak&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/24/337/2653444/kombes-budhi-herdi-datang-telat-ke-tkp-sebelum-konpers-polisi-saling-tembak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/24/337/2653444/kombes-budhi-herdi-datang-telat-ke-tkp-sebelum-konpers-polisi-saling-tembak</guid><pubDate>Rabu 24 Agustus 2022 11:47 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/24/337/2653444/kombes-budhi-herdi-datang-telat-ke-tkp-sebelum-kopers-polisi-saling-tembak-gSHdgRp1si.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kombes Budhi Herdi Susianto (Foto : MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/24/337/2653444/kombes-budhi-herdi-datang-telat-ke-tkp-sebelum-kopers-polisi-saling-tembak-gSHdgRp1si.jpg</image><title>Kombes Budhi Herdi Susianto (Foto : MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, Kombes Budhi Herdi Susianto yang dulu menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), datang telat saat olah TKP kasus tewasnya Brigadir J. Namun, dalan konferensi pers atau konpers, dia lantang menginformasikan bahwa telah terjadi 'Polisi Saling Tembak' hingga menewaskan satu orang.
Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) kapolri bersama Komisi III DPR RI, Rabu (24/08/2022).
&quot;Pada 12 Juli, Polres Metro Jaksel melakukan konferensi pers terkait dengan penanganan perkara yang lebih lengkap karena Polres Metro Jaksel melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi di TKP,&quot; kata Kapolri.
&quot;Namun oleh TKP dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Polres Jaksel telah mendapatkan intervensi dari saudara FS sehingga proses penyidikan olah TKP menjadi tidak profesional,&quot; imbuhnya.



BACA JUGA:Kasus Ferdy Sambo, Timsus Polri Sita Senjata Api hingga CCTV
Menurutnya, narasi yang diberikan Kombes Pol Budhi Herdi yang dulu menjabat Kapolres Jaksel, secara umum terkait penanganan peristiwa yang diduga telah sesuai dengan prosedur dan kronologi, terlalu cepat diambil kesimpulan. Sebab, saat itu disampaikan ada berkenaan 7 luka tembak masuk dan 6 luka tembak keluar.Bahkan, didapatkan fakta bahwa Kapolres Jaksel telat pada saat olah TKP.
&quot;Menjadi pertanyaan karena apa yang disampaikan polres tersebut tentunya telah terlalu cepat mengambil kesimpulan dan kemudian didapati bahwa Kapolres datang terlambat pada saat ke TKP,&quot; ujar Jenderal Listyo.</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, Kombes Budhi Herdi Susianto yang dulu menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), datang telat saat olah TKP kasus tewasnya Brigadir J. Namun, dalan konferensi pers atau konpers, dia lantang menginformasikan bahwa telah terjadi 'Polisi Saling Tembak' hingga menewaskan satu orang.
Hal ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) kapolri bersama Komisi III DPR RI, Rabu (24/08/2022).
&quot;Pada 12 Juli, Polres Metro Jaksel melakukan konferensi pers terkait dengan penanganan perkara yang lebih lengkap karena Polres Metro Jaksel melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi di TKP,&quot; kata Kapolri.
&quot;Namun oleh TKP dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Polres Jaksel telah mendapatkan intervensi dari saudara FS sehingga proses penyidikan olah TKP menjadi tidak profesional,&quot; imbuhnya.



BACA JUGA:Kasus Ferdy Sambo, Timsus Polri Sita Senjata Api hingga CCTV
Menurutnya, narasi yang diberikan Kombes Pol Budhi Herdi yang dulu menjabat Kapolres Jaksel, secara umum terkait penanganan peristiwa yang diduga telah sesuai dengan prosedur dan kronologi, terlalu cepat diambil kesimpulan. Sebab, saat itu disampaikan ada berkenaan 7 luka tembak masuk dan 6 luka tembak keluar.Bahkan, didapatkan fakta bahwa Kapolres Jaksel telat pada saat olah TKP.
&quot;Menjadi pertanyaan karena apa yang disampaikan polres tersebut tentunya telah terlalu cepat mengambil kesimpulan dan kemudian didapati bahwa Kapolres datang terlambat pada saat ke TKP,&quot; ujar Jenderal Listyo.</content:encoded></item></channel></rss>
