<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa SDN di Bekasi 5 Tahun Belajar di Ruang Kelas dengan Atap Berlubang</title><description>Siswa belajar dengan kondisi kelas yang atapnya berlubang selama 5 tahun terakhir.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/25/338/2654643/siswa-sdn-di-bekasi-5-tahun-belajar-di-ruang-kelas-dengan-atap-berlubang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/25/338/2654643/siswa-sdn-di-bekasi-5-tahun-belajar-di-ruang-kelas-dengan-atap-berlubang"/><item><title>Siswa SDN di Bekasi 5 Tahun Belajar di Ruang Kelas dengan Atap Berlubang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/25/338/2654643/siswa-sdn-di-bekasi-5-tahun-belajar-di-ruang-kelas-dengan-atap-berlubang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/25/338/2654643/siswa-sdn-di-bekasi-5-tahun-belajar-di-ruang-kelas-dengan-atap-berlubang</guid><pubDate>Kamis 25 Agustus 2022 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Suhardi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/25/338/2654643/siswa-sdn-di-bekasi-5-tahun-belajar-di-ruang-kelas-dengan-atap-berlubang-MVhzFwbmOc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan siswa SDN 02 Sukadaya, Sukawangi, Bekasi, belajar di kelas dengan kondisi atap berlubang. (Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/25/338/2654643/siswa-sdn-di-bekasi-5-tahun-belajar-di-ruang-kelas-dengan-atap-berlubang-MVhzFwbmOc.jpg</image><title>Ratusan siswa SDN 02 Sukadaya, Sukawangi, Bekasi, belajar di kelas dengan kondisi atap berlubang. (Ist) </title></images><description>BEKASI - Ratusan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, harus belajar di ruang kelas yang atap plafonnya berlubang. Selama 5 tahun terakhir, belum ada perbaikan dari pemerintah.

&quot;Bahwa rusaknya plafon dan atap sekolah telah terjadi sejak bertahun-tahun tanpa adanya perhatian dari Pemkab Bekasi. Kurang lebih sudah lima tahun,&quot; kata seorang guru yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi, Kamis (25/8/2022).

Ia menuturkan, plafon dan atap yang rusak ditemui di seluruh ruang kelas I-VI. Bahkan siswa kelas 1 harus rela duduk di lantai lantaran keterbatasan fasilitas.

&quot;Semua kelas atasnya berlubang. Dari kelas I sampai VI. Jumlah siswa total ada 300, kalau yang kelas I ada 22 siswa yang duduk di lantai,&quot; tuturnya.

Sementara itu, saat hujan, para siswa harus diliburkan. Mereka tak bisa belajar lantaran air hujan masuk ke setiap kelas dari atap-atap yang berlubang.

Tidak hanya itu, para siswa harus melepas sepatunya dikarenakan terkadang kondisi lantai sangat licin sehingga dikhawatirkan para siswa akan terjatuh.

BACA JUGA:Sebanyak 5.870 Pelajar Mukomuko Terima Seragam Sekolah Gratis

&quot;Anak-anak sepatunya dilepas atau pakai sendal. Kalau musim hujan, ya enggak bisa pakai sepatu. Karena kalau pakai sepatu, licin,&quot; ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 02 Sukadaya, Eko Susanto mengatakan pemerintah daerah telah meninjau ke lokasi sekolah tersebut untuk merencanakan pembangunan gedung baru.


&quot;Kemarin dari pemerintah sudah datang. Bappenda juga berencana mau ke sini untuk ukur lahan,&quot; kata Eko.

</description><content:encoded>BEKASI - Ratusan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, harus belajar di ruang kelas yang atap plafonnya berlubang. Selama 5 tahun terakhir, belum ada perbaikan dari pemerintah.

&quot;Bahwa rusaknya plafon dan atap sekolah telah terjadi sejak bertahun-tahun tanpa adanya perhatian dari Pemkab Bekasi. Kurang lebih sudah lima tahun,&quot; kata seorang guru yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi, Kamis (25/8/2022).

Ia menuturkan, plafon dan atap yang rusak ditemui di seluruh ruang kelas I-VI. Bahkan siswa kelas 1 harus rela duduk di lantai lantaran keterbatasan fasilitas.

&quot;Semua kelas atasnya berlubang. Dari kelas I sampai VI. Jumlah siswa total ada 300, kalau yang kelas I ada 22 siswa yang duduk di lantai,&quot; tuturnya.

Sementara itu, saat hujan, para siswa harus diliburkan. Mereka tak bisa belajar lantaran air hujan masuk ke setiap kelas dari atap-atap yang berlubang.

Tidak hanya itu, para siswa harus melepas sepatunya dikarenakan terkadang kondisi lantai sangat licin sehingga dikhawatirkan para siswa akan terjatuh.

BACA JUGA:Sebanyak 5.870 Pelajar Mukomuko Terima Seragam Sekolah Gratis

&quot;Anak-anak sepatunya dilepas atau pakai sendal. Kalau musim hujan, ya enggak bisa pakai sepatu. Karena kalau pakai sepatu, licin,&quot; ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 02 Sukadaya, Eko Susanto mengatakan pemerintah daerah telah meninjau ke lokasi sekolah tersebut untuk merencanakan pembangunan gedung baru.


&quot;Kemarin dari pemerintah sudah datang. Bappenda juga berencana mau ke sini untuk ukur lahan,&quot; kata Eko.

</content:encoded></item></channel></rss>
