<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Monumen Kontroversial Soviet Setinggi 79 Meter Dirobohkan, Rusia Tuding Eropa Tulis Ulang Sejarah</title><description>Seorang pejabat Rusia menyebut pembongkaran monumen itu sebagai penghinaan bagi tentara Soviet.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/27/18/2655649/monumen-kontroversial-soviet-setinggi-79-meter-dirobohkan-rusia-tuding-eropa-tulis-ulang-sejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/27/18/2655649/monumen-kontroversial-soviet-setinggi-79-meter-dirobohkan-rusia-tuding-eropa-tulis-ulang-sejarah"/><item><title>Monumen Kontroversial Soviet Setinggi 79 Meter Dirobohkan, Rusia Tuding Eropa Tulis Ulang Sejarah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/27/18/2655649/monumen-kontroversial-soviet-setinggi-79-meter-dirobohkan-rusia-tuding-eropa-tulis-ulang-sejarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/27/18/2655649/monumen-kontroversial-soviet-setinggi-79-meter-dirobohkan-rusia-tuding-eropa-tulis-ulang-sejarah</guid><pubDate>Sabtu 27 Agustus 2022 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/27/18/2655649/monumen-kontroversial-soviet-setinggi-79-meter-dirobohkan-rusia-tuding-eropa-tulis-ulang-sejarah-8kzPLy3sbc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Monumen era Uni Soviet dirobohkan (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/27/18/2655649/monumen-kontroversial-soviet-setinggi-79-meter-dirobohkan-rusia-tuding-eropa-tulis-ulang-sejarah-8kzPLy3sbc.jpg</image><title>Monumen era Uni Soviet dirobohkan (Foto: AP)</title></images><description>RUSIA - Kremlin menuduh negara-negara Eropa menulis ulang sejarah dan mengabaikan peran Rusia selama Perang Dunia II. Hal ini terkait dengan dirobohkannya monumen kontroversial era Uni Soviet Obelisk setinggi hampir 260 kaki (79 meter).
Monumen ini  didirikan pada masa pemerintahan Soviet di Latvia dan telah menjulang tinggi di sebuah taman di ibu kota negara Baltik selama hampir empat dekade.

Minggu ini, monumen itu dirobohkan sebagai bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk menunjukkan solidaritas dengan Ukraina dan untuk menghilangkan simbol dari apa yang dianggap banyak orang Latvia sebagai babak traumatis dalam sejarah negara itu.

Seorang pejabat Rusia menyebut pembongkaran monumen itu sebagai penghinaan bagi tentara Soviet.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Monumen Kontroversial Era Soviet Setinggi 79 Meter Dirobohkan, Hapus Simbol Luka Traumatis
&amp;ldquo;Peristiwa di Riga tidak dapat menyebabkan apa pun kecuali perasaan kemarahan yang mendalam, karena sebuah monumen untuk para pejuang yang membebaskan Riga dihancurkan di sana,&amp;rdquo; kata Mikhail Shvydkoy, utusan presiden Rusia untuk kerja sama budaya internasional, menurut kantor berita Rusia Interfax pada Rabu (24/8/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Ukraina Kehabisan Senjata Era Uni Soviet, Bergantung pada Kebaikan Hati Sekutu
Pejabat di Riga menyetujui pembongkaran obelisk pada Mei lalu, setelah Parlemen Latvia memilih untuk merobohkannya.




Pada Rabu (24/8/2022), Dewan Kota Riga mencatat bahwa monumen itu telah menjadi &amp;ldquo;simbol ideologis dari rezim totaliter Uni Soviet dan tentara Soviet.&amp;rdquo;



Latvia tidak sendirian dalam upaya membongkar simbol-simbol era Soviet. Adapun negara-negara lain yang kritis terhadap invasi Rusia ke Ukraina, termasuk Polandia, mengatakan mereka akan melakukan hal yang sama. Estonia baru-baru ini memindahkan tank era Soviet dari tugu peringatan Perang Dunia II, yang memicu gelombang serangan siber dari kelompok peretas Rusia.

</description><content:encoded>RUSIA - Kremlin menuduh negara-negara Eropa menulis ulang sejarah dan mengabaikan peran Rusia selama Perang Dunia II. Hal ini terkait dengan dirobohkannya monumen kontroversial era Uni Soviet Obelisk setinggi hampir 260 kaki (79 meter).
Monumen ini  didirikan pada masa pemerintahan Soviet di Latvia dan telah menjulang tinggi di sebuah taman di ibu kota negara Baltik selama hampir empat dekade.

Minggu ini, monumen itu dirobohkan sebagai bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk menunjukkan solidaritas dengan Ukraina dan untuk menghilangkan simbol dari apa yang dianggap banyak orang Latvia sebagai babak traumatis dalam sejarah negara itu.

Seorang pejabat Rusia menyebut pembongkaran monumen itu sebagai penghinaan bagi tentara Soviet.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Monumen Kontroversial Era Soviet Setinggi 79 Meter Dirobohkan, Hapus Simbol Luka Traumatis
&amp;ldquo;Peristiwa di Riga tidak dapat menyebabkan apa pun kecuali perasaan kemarahan yang mendalam, karena sebuah monumen untuk para pejuang yang membebaskan Riga dihancurkan di sana,&amp;rdquo; kata Mikhail Shvydkoy, utusan presiden Rusia untuk kerja sama budaya internasional, menurut kantor berita Rusia Interfax pada Rabu (24/8/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Ketika Ukraina Kehabisan Senjata Era Uni Soviet, Bergantung pada Kebaikan Hati Sekutu
Pejabat di Riga menyetujui pembongkaran obelisk pada Mei lalu, setelah Parlemen Latvia memilih untuk merobohkannya.




Pada Rabu (24/8/2022), Dewan Kota Riga mencatat bahwa monumen itu telah menjadi &amp;ldquo;simbol ideologis dari rezim totaliter Uni Soviet dan tentara Soviet.&amp;rdquo;



Latvia tidak sendirian dalam upaya membongkar simbol-simbol era Soviet. Adapun negara-negara lain yang kritis terhadap invasi Rusia ke Ukraina, termasuk Polandia, mengatakan mereka akan melakukan hal yang sama. Estonia baru-baru ini memindahkan tank era Soviet dari tugu peringatan Perang Dunia II, yang memicu gelombang serangan siber dari kelompok peretas Rusia.

</content:encoded></item></channel></rss>
