<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ruslan Buton: Ferdy Sambo Lebih Biadab dari PKI!</title><description>Dia menyebut Sambo merupakan sosok bajingan yang tega mengeksekusi anak buahnya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/27/337/2655689/ruslan-buton-ferdy-sambo-lebih-biadab-dari-pki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/27/337/2655689/ruslan-buton-ferdy-sambo-lebih-biadab-dari-pki"/><item><title>Ruslan Buton: Ferdy Sambo Lebih Biadab dari PKI!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/27/337/2655689/ruslan-buton-ferdy-sambo-lebih-biadab-dari-pki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/27/337/2655689/ruslan-buton-ferdy-sambo-lebih-biadab-dari-pki</guid><pubDate>Sabtu 27 Agustus 2022 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/27/337/2655689/ruslan-buton-ferdy-sambo-lebih-biadab-dari-pki-t7mHRtDJmJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ruslan Buton (Foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/27/337/2655689/ruslan-buton-ferdy-sambo-lebih-biadab-dari-pki-t7mHRtDJmJ.jpg</image><title>Ruslan Buton (Foto: tangkapan layar)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Perwira TNI Ruslan Buton angkat bicara soal kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.
Dia menyebut Sambo merupakan sosok bajingan yang tega mengeksekusi anak buahnya sendiri.
&quot;Sambo seorang bajingan hanya pangkatnya aja seorang Irjen tapi saya tidak melihat pangkatnya sebagai seorang Irjen. Dia yang paling pantas adalah seorang bajingan, keji, biadab itu ada di dirinya Sambo,&quot; kata Ruslan dikutip dari akun Tiktok Benny Syafaat Stories, Sabtu (27/8/2022).
Ruslan menegaskan bahwa Ferdy Sambo lebih biadab dari anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mengeksekusi para jenderal pada 1965 silam.
&quot;Dia lebih biadab dari PKI. peristiwa 65 para jenderal dibantai secara sadis oleh komunis. Peristiwa 2022 ini jenderal membantai anak buahnya itu sadis dan biadab,&quot; tegas dia.
Baca juga:&amp;nbsp;Misteri Pintu Keluar Putri Candrawathi dari Gedung Bareskrim Usai Diperiksa
Ia menyatakan bahwa jika ada pihak yang tersinggung dengan pernyataannya berarti orang tersebut bagian dari kelompok Ferdy Sambo.
&quot;Kenapa saya katakan seperti ini, ini rasa cinta dan rasa peduli kita terhadap Polri,&quot; kata dia.
Baca juga:&amp;nbsp;Gelar Rekonstruksi Kasus Brigadir J Pekan Depan, Polri: Agar Berkas Segera P-21
&quot;Kalau kita hanya berdiam ketakukan seperti kata Bang Simanjuntak tadi. Apa yang disampaikan bintang dua, bintang tiga mereka ketakutan ada apa di balik ketakutan mereka?&quot; ujar Ruslan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNi8xLzE1MjQ3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia pun membenarkan jika ada kesalahan dari seorang anggota, maka dua tingkat di atasnya harus ikut bertanggungjawab. &quot;Itu tidak di tentara, tidak di polisi berlaku sama,&quot; imbuhnya.Ruslan mencontohkan jika di tentara ada seorang komandan kompi bersalah, maka komandan batalion hingga Pangdam harus ikut bertanggungjawab.
&quot;Kalau di atasnya sambo itu siapa?&quot; ucap dia.
Menurut dia, kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini membuka benang kusut yang ada di Korps Bahayangkara. Menurut dia, kasus Brigadir J merupakan cara Tuhan membuka persoalan di Polri dengan cara yang indah.
&quot;Inilah saatnya polisi instropeksi diri dan saatnya Kapolri membenahi institusi kepolisian karena kami tidak ingin Polri dirusak oleh mafia dan tatanan kepolisian akan berdampak pada bangsa dan negara,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Gelar Rekonstruksi Penembakan Brigadir J Pekan Depan, Ini Penjelasan Polri</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Perwira TNI Ruslan Buton angkat bicara soal kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.
Dia menyebut Sambo merupakan sosok bajingan yang tega mengeksekusi anak buahnya sendiri.
&quot;Sambo seorang bajingan hanya pangkatnya aja seorang Irjen tapi saya tidak melihat pangkatnya sebagai seorang Irjen. Dia yang paling pantas adalah seorang bajingan, keji, biadab itu ada di dirinya Sambo,&quot; kata Ruslan dikutip dari akun Tiktok Benny Syafaat Stories, Sabtu (27/8/2022).
Ruslan menegaskan bahwa Ferdy Sambo lebih biadab dari anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mengeksekusi para jenderal pada 1965 silam.
&quot;Dia lebih biadab dari PKI. peristiwa 65 para jenderal dibantai secara sadis oleh komunis. Peristiwa 2022 ini jenderal membantai anak buahnya itu sadis dan biadab,&quot; tegas dia.
Baca juga:&amp;nbsp;Misteri Pintu Keluar Putri Candrawathi dari Gedung Bareskrim Usai Diperiksa
Ia menyatakan bahwa jika ada pihak yang tersinggung dengan pernyataannya berarti orang tersebut bagian dari kelompok Ferdy Sambo.
&quot;Kenapa saya katakan seperti ini, ini rasa cinta dan rasa peduli kita terhadap Polri,&quot; kata dia.
Baca juga:&amp;nbsp;Gelar Rekonstruksi Kasus Brigadir J Pekan Depan, Polri: Agar Berkas Segera P-21
&quot;Kalau kita hanya berdiam ketakukan seperti kata Bang Simanjuntak tadi. Apa yang disampaikan bintang dua, bintang tiga mereka ketakutan ada apa di balik ketakutan mereka?&quot; ujar Ruslan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNi8xLzE1MjQ3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia pun membenarkan jika ada kesalahan dari seorang anggota, maka dua tingkat di atasnya harus ikut bertanggungjawab. &quot;Itu tidak di tentara, tidak di polisi berlaku sama,&quot; imbuhnya.Ruslan mencontohkan jika di tentara ada seorang komandan kompi bersalah, maka komandan batalion hingga Pangdam harus ikut bertanggungjawab.
&quot;Kalau di atasnya sambo itu siapa?&quot; ucap dia.
Menurut dia, kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini membuka benang kusut yang ada di Korps Bahayangkara. Menurut dia, kasus Brigadir J merupakan cara Tuhan membuka persoalan di Polri dengan cara yang indah.
&quot;Inilah saatnya polisi instropeksi diri dan saatnya Kapolri membenahi institusi kepolisian karena kami tidak ingin Polri dirusak oleh mafia dan tatanan kepolisian akan berdampak pada bangsa dan negara,&quot; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Gelar Rekonstruksi Penembakan Brigadir J Pekan Depan, Ini Penjelasan Polri</content:encoded></item></channel></rss>
