<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IAEA Kirim Tim ke Ukraina, Pantau Keamanan dan Keselamatan PLTN Zaporizhzhia</title><description>Tim tersebut akan dipimpin Kepala IAEA Rafael Grossi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/29/18/2656619/iaea-kirim-tim-ke-ukraina-pantau-keamanan-dan-keselamatan-pltn-zaporizhzhia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/29/18/2656619/iaea-kirim-tim-ke-ukraina-pantau-keamanan-dan-keselamatan-pltn-zaporizhzhia"/><item><title>IAEA Kirim Tim ke Ukraina, Pantau Keamanan dan Keselamatan PLTN Zaporizhzhia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/29/18/2656619/iaea-kirim-tim-ke-ukraina-pantau-keamanan-dan-keselamatan-pltn-zaporizhzhia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/29/18/2656619/iaea-kirim-tim-ke-ukraina-pantau-keamanan-dan-keselamatan-pltn-zaporizhzhia</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/18/2656619/iaea-kirim-tim-ke-ukraina-pantau-keamanan-dan-keselamatan-pltn-zaporizhzhia-XCDNty9RXs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLTN Zaporizhzhia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/18/2656619/iaea-kirim-tim-ke-ukraina-pantau-keamanan-dan-keselamatan-pltn-zaporizhzhia-XCDNty9RXs.jpg</image><title>PLTN Zaporizhzhia. (Foto: Reuters)</title></images><description>WINA - Badan pengawas nuklir PBB akan memeriksa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia di Ukraina pekan ini, demikian diumumkan badan itu di Twitter pada Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Serangan Roket Rusia Kembali Hantam PLTN Zaporizhzhia, Radiasi Dikhawatirkan Bocor

Pengumuman itu muncul setelah berbulan-bulan negosiasi di mana Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) berusaha untuk mendapatkan akses ke fasilitas tersebut, yang dioperasikan oleh staf Ukraina di bawah perintah pasukan Rusia, sebuah situasi yang menurut IAEA mengancam keselamatan pembangkit nuklir terbesar di Eropa.
Misi yang dipimpin oleh Kepala IAEA Rafael Grossi akan menilai kerusakan apa pun dari penembakan baru-baru ini di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia (ZNPP). Rusia dan Ukraina saling tuding dan menyalahkan atas serangan-serangan tersebut.
&quot;Kita harus melindungi keselamatan dan keamanan fasilitas nuklir terbesar di Ukraina dan Eropa,&quot; kata Grossi di Twitter dengan foto dirinya bersama 13 anggota staf lainnya, tampaknya di terminal VIP bandara Wina, sebagaimana dilansir Reuters.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Tolak Usulan Demiliterisasi PLTN Zaporizhzhia

&amp;ldquo;Bangga memimpin misi ini yang akan berada di #ZNPP akhir pekan ini,&amp;rdquo; tambahnya.
Baik Grossi maupun IAEA tidak menentukan tim tersebut akan tiba di Zaporizhzhia.
Kementerian energi Ukraina mengatakan tidak akan mengomentari perjalanan misi IAEA &quot;untuk alasan keamanan&quot;.Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Ukraina telah menyerukan penarikan peralatan militer dan personel dari pabrik untuk memastikan itu bukan target dalam konflik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOC8xLzE1MTYzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam cuita di Twitter, IAEA secara terpisah mengatakan bahwa misi akan menilai kerusakan fisik, mengevaluasi kondisi di mana staf bekerja di pabrik dan &quot;menentukan fungsionalitas sistem keselamatan dan keamanan&quot;.
Tim itu juga akan &quot;melakukan kegiatan pengamanan mendesak&quot;, referensi untuk melacak bahan nuklir.
</description><content:encoded>WINA - Badan pengawas nuklir PBB akan memeriksa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia di Ukraina pekan ini, demikian diumumkan badan itu di Twitter pada Senin (29/8/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;Serangan Roket Rusia Kembali Hantam PLTN Zaporizhzhia, Radiasi Dikhawatirkan Bocor

Pengumuman itu muncul setelah berbulan-bulan negosiasi di mana Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) berusaha untuk mendapatkan akses ke fasilitas tersebut, yang dioperasikan oleh staf Ukraina di bawah perintah pasukan Rusia, sebuah situasi yang menurut IAEA mengancam keselamatan pembangkit nuklir terbesar di Eropa.
Misi yang dipimpin oleh Kepala IAEA Rafael Grossi akan menilai kerusakan apa pun dari penembakan baru-baru ini di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia (ZNPP). Rusia dan Ukraina saling tuding dan menyalahkan atas serangan-serangan tersebut.
&quot;Kita harus melindungi keselamatan dan keamanan fasilitas nuklir terbesar di Ukraina dan Eropa,&quot; kata Grossi di Twitter dengan foto dirinya bersama 13 anggota staf lainnya, tampaknya di terminal VIP bandara Wina, sebagaimana dilansir Reuters.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Tolak Usulan Demiliterisasi PLTN Zaporizhzhia

&amp;ldquo;Bangga memimpin misi ini yang akan berada di #ZNPP akhir pekan ini,&amp;rdquo; tambahnya.
Baik Grossi maupun IAEA tidak menentukan tim tersebut akan tiba di Zaporizhzhia.
Kementerian energi Ukraina mengatakan tidak akan mengomentari perjalanan misi IAEA &quot;untuk alasan keamanan&quot;.Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Ukraina telah menyerukan penarikan peralatan militer dan personel dari pabrik untuk memastikan itu bukan target dalam konflik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wOC8xLzE1MTYzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dalam cuita di Twitter, IAEA secara terpisah mengatakan bahwa misi akan menilai kerusakan fisik, mengevaluasi kondisi di mana staf bekerja di pabrik dan &quot;menentukan fungsionalitas sistem keselamatan dan keamanan&quot;.
Tim itu juga akan &quot;melakukan kegiatan pengamanan mendesak&quot;, referensi untuk melacak bahan nuklir.
</content:encoded></item></channel></rss>
