<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Pria Lubang', Anggota Terakhir dari Kelompok Adat yang Terisolasi di Hutan Ditemukan Meninggal</title><description>Pria, yang namanya tidak diketahui, telah hidup dalam isolasi total selama 26 tahun terakhir.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/29/18/2656929/pria-lubang-anggota-terakhir-dari-kelompok-adat-yang-terisolasi-di-hutan-ditemukan-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/29/18/2656929/pria-lubang-anggota-terakhir-dari-kelompok-adat-yang-terisolasi-di-hutan-ditemukan-meninggal"/><item><title>'Pria Lubang', Anggota Terakhir dari Kelompok Adat yang Terisolasi di Hutan Ditemukan Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/29/18/2656929/pria-lubang-anggota-terakhir-dari-kelompok-adat-yang-terisolasi-di-hutan-ditemukan-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/29/18/2656929/pria-lubang-anggota-terakhir-dari-kelompok-adat-yang-terisolasi-di-hutan-ditemukan-meninggal</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/18/2656929/pria-lubang-anggota-terakhir-dari-kelompok-adat-yang-terisolasi-di-hutan-ditemukan-meninggal-y7ji3Oz38c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pria terakhir dari kelompok adat yang terisolasi di Brasil telah meninggal dunia (Foto: Funai) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/18/2656929/pria-lubang-anggota-terakhir-dari-kelompok-adat-yang-terisolasi-di-hutan-ditemukan-meninggal-y7ji3Oz38c.jpg</image><title>Pria terakhir dari kelompok adat yang terisolasi di Brasil telah meninggal dunia (Foto: Funai) </title></images><description>BRASIL - Seorang pria, anggota terakhir yang tersisa dari kelompok adat yang &amp;lsquo;tidak tersentuh&amp;rsquo; atau terisolasi di Brasil dilaporkan telah meninggal. Pria, yang namanya tidak diketahui, telah hidup dalam isolasi total selama 26 tahun terakhir.

Dia dikenal sebagai &amp;lsquo;Pria Lubang (Man of the Hole)&amp;rsquo; karena dia menggali lubang yang dalam, beberapa di antaranya dia gunakan untuk menjebak hewan sedangkan lubang yang lain digunakan sebagai tempat persembunyian.
Dikutip BBC, jenazahnya ditemukan pada 23 Agustus di tempat tidur gantung di luar gubuk jeraminya. Tidak ada tanda-tanda kekerasan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Tak Percaya Pemerintah karena Kerap Korupsi, Masyarakat Adat Tolak Divaksin Covid-19
Pria itu adalah pria yang terakhir dari kelompok adat yang berisi enam anggota lainnya yang diketahui meninggal pada 1995. Kelompok itu tinggal di daerah adat Tanaru di negara bagian Rond&amp;ocirc;nia, yang berbatasan dengan Bolivia.
Baca juga:&amp;nbsp;Masyarakat Adat Amazon 'Tidak Sebabkan Gangguan Atau Hilangnya Spesies' Selama Ribuan Tahun Hidup di Hutan
Mayoritas sukunya diperkirakan telah dibunuh pada awal 1970-an oleh para peternak yang ingin memperluas tanah mereka.

&quot;Man of the Hole&quot; diperkirakan berusia sekitar 60 tahun dan meninggal karena sebab alami.
Para pejabat mengatakan tidak ada tanda-tanda serangan di wilayahnya dan tidak ada di gubuknya yang terganggu. Namun polisi masih akan melakukan penyelidikan post-mortem.

Di bawah konstitusi Brasil, masyarakat adat memiliki hak atas tanah tradisional mereka, sehingga mereka yang ingin merebutnya diketahui akan membunuh mereka.



&quot;Man of the Hole&quot; telah dipantau keselamatannya sendiri oleh agen dari Badan Urusan Adat Brasil (Funai) sejak 1996.



Pada 2018, anggota Funai berhasil merekam pria itu selama pertemuan kebetulan di hutan. Dalam rekaman itu, dia terlihat sedang menebas pohon dengan sesuatu yang menyerupai kapak.



Sejak itu dia tidak terlihat lagi, tetapi agen Funai menemukan gubuknya, yang dibangun dari jerami, dan lubang dalam yang dia gali.



Beberapa dari mereka memiliki paku yang runcing di bagian bawah dan dianggap sebagai perangkap untuk berburu hewan, sementara yang lain diyakini sebagai ruang persembunyian yang digunakannya ketika orang luar mendekat.



Bukti yang ditemukan di gubuk dan tempat perkemahannya menunjukkan bahwa dia menanam jagung dan ubi kayu dan buah-buahan seperti pepaya dan pisang.

Survival International, sebuah kelompok penekan yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, mengatakan ada sekitar 240 suku asli di Brasil, dengan banyak yang terancam karena penambang ilegal, penebang, dan petani melanggar batas wilayah mereka.

</description><content:encoded>BRASIL - Seorang pria, anggota terakhir yang tersisa dari kelompok adat yang &amp;lsquo;tidak tersentuh&amp;rsquo; atau terisolasi di Brasil dilaporkan telah meninggal. Pria, yang namanya tidak diketahui, telah hidup dalam isolasi total selama 26 tahun terakhir.

Dia dikenal sebagai &amp;lsquo;Pria Lubang (Man of the Hole)&amp;rsquo; karena dia menggali lubang yang dalam, beberapa di antaranya dia gunakan untuk menjebak hewan sedangkan lubang yang lain digunakan sebagai tempat persembunyian.
Dikutip BBC, jenazahnya ditemukan pada 23 Agustus di tempat tidur gantung di luar gubuk jeraminya. Tidak ada tanda-tanda kekerasan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Tak Percaya Pemerintah karena Kerap Korupsi, Masyarakat Adat Tolak Divaksin Covid-19
Pria itu adalah pria yang terakhir dari kelompok adat yang berisi enam anggota lainnya yang diketahui meninggal pada 1995. Kelompok itu tinggal di daerah adat Tanaru di negara bagian Rond&amp;ocirc;nia, yang berbatasan dengan Bolivia.
Baca juga:&amp;nbsp;Masyarakat Adat Amazon 'Tidak Sebabkan Gangguan Atau Hilangnya Spesies' Selama Ribuan Tahun Hidup di Hutan
Mayoritas sukunya diperkirakan telah dibunuh pada awal 1970-an oleh para peternak yang ingin memperluas tanah mereka.

&quot;Man of the Hole&quot; diperkirakan berusia sekitar 60 tahun dan meninggal karena sebab alami.
Para pejabat mengatakan tidak ada tanda-tanda serangan di wilayahnya dan tidak ada di gubuknya yang terganggu. Namun polisi masih akan melakukan penyelidikan post-mortem.

Di bawah konstitusi Brasil, masyarakat adat memiliki hak atas tanah tradisional mereka, sehingga mereka yang ingin merebutnya diketahui akan membunuh mereka.



&quot;Man of the Hole&quot; telah dipantau keselamatannya sendiri oleh agen dari Badan Urusan Adat Brasil (Funai) sejak 1996.



Pada 2018, anggota Funai berhasil merekam pria itu selama pertemuan kebetulan di hutan. Dalam rekaman itu, dia terlihat sedang menebas pohon dengan sesuatu yang menyerupai kapak.



Sejak itu dia tidak terlihat lagi, tetapi agen Funai menemukan gubuknya, yang dibangun dari jerami, dan lubang dalam yang dia gali.



Beberapa dari mereka memiliki paku yang runcing di bagian bawah dan dianggap sebagai perangkap untuk berburu hewan, sementara yang lain diyakini sebagai ruang persembunyian yang digunakannya ketika orang luar mendekat.



Bukti yang ditemukan di gubuk dan tempat perkemahannya menunjukkan bahwa dia menanam jagung dan ubi kayu dan buah-buahan seperti pepaya dan pisang.

Survival International, sebuah kelompok penekan yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, mengatakan ada sekitar 240 suku asli di Brasil, dengan banyak yang terancam karena penambang ilegal, penebang, dan petani melanggar batas wilayah mereka.

</content:encoded></item></channel></rss>
