<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Ungkap Kisah Libi, Kucing yang Ingatkan Penggusuran Bukit Duri</title><description>Anies mengungkap kisah Libi seekor kucing yang mengingatkan akan penggusuran Bukit Duri.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/29/338/2656326/anies-ungkap-kisah-libi-kucing-yang-ingatkan-penggusuran-bukit-duri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/29/338/2656326/anies-ungkap-kisah-libi-kucing-yang-ingatkan-penggusuran-bukit-duri"/><item><title>Anies Ungkap Kisah Libi, Kucing yang Ingatkan Penggusuran Bukit Duri</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/29/338/2656326/anies-ungkap-kisah-libi-kucing-yang-ingatkan-penggusuran-bukit-duri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/29/338/2656326/anies-ungkap-kisah-libi-kucing-yang-ingatkan-penggusuran-bukit-duri</guid><pubDate>Senin 29 Agustus 2022 04:34 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/29/338/2656326/anies-ungkap-kisah-libi-kucing-yang-ingatkan-penggusuran-bukit-duri-A1SQIF06cZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kucing Libi, simbol penggusuran Bukit Duri. (Instagram/@aniesbaswedan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/29/338/2656326/anies-ungkap-kisah-libi-kucing-yang-ingatkan-penggusuran-bukit-duri-A1SQIF06cZ.jpg</image><title>Kucing Libi, simbol penggusuran Bukit Duri. (Instagram/@aniesbaswedan)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan kisah Libi, seekor kucing yang mengingatkan warga saat penggusuran Bukit Duri, Jakarta Selatan, tujuh tahun silam.

Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan dalam akun Instagram resmi pribadinya pada Minggu (28/8/2022).

&quot;Kisah Libi, kucing Bukit Duri. Monumen Kemanusiaan: 28 September 2016 di Kawasan Bukit Duri, seekor kucing bernama Libi menyaksikan betapa manusia menggusur tanah dan gubuk milik sesama manusia secara sempurna melanggar hukum, hak asasi manusia, agenda Pembangunan Berkelanjutan, UUD 1945 serta sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. #KampungSusun #Cakung #bukitduri #ciliwung #JAKHABITAT #JakartaKotaGlobal.&quot;

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS8xLzE1MjQwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Dalam video postingan tersebut tokoh masyarakat Bukit Duri Jakarta Selatan, Romo Sandiawan memberikan sambutan dalam Peresmian Kampung Susun Produktif.

BACA JUGA:Relokasi Warga Bukit Duri, Anies: Kita Terbiasa Bekerja Tanpa Hiruk-pikuk

&quot;Ini dia patung kucing. Patung kucing ini gagasan karena waktu penggusuran saya melihat di atas sanggar Ciliwung yang dihancurkan itu ada seekor kucing bernama Libi milik anak-anak sanggar yang melompat-lompat dalam terpaan beko yang mengerikan itu,&quot; ujar Sandiawan.

&quot;Persis ketika beko itu menghancurkan pucuk dari sanggar itu, di antara debu-debu itu kucing itu terlempar. Kami menduga kucing itu sudah mati. Tapi keesokan harinya, anak-anak melaporkan kucing itu sedang duduk terisak-isak di lokasi di mana sanggar itu sudah hancur,&quot; ujarnya.

Yang terjadi setelah penggusuran tersebut adalah setiap jam 3 sore kucing itu selalu tidur di lokasi reruntuhan.

&quot;Kucing bernama Libi ini kami jadikan simbol perjuangan kesetiaan dan persistensi warga yang rindu sekali akan tempat tinggal, tempat pemukiman yang manusiawi, yang penuh gotong-royong. Inilah patung kucing Libi. Terima kasih,&quot; tutur Sandiawan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan kisah Libi, seekor kucing yang mengingatkan warga saat penggusuran Bukit Duri, Jakarta Selatan, tujuh tahun silam.

Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan dalam akun Instagram resmi pribadinya pada Minggu (28/8/2022).

&quot;Kisah Libi, kucing Bukit Duri. Monumen Kemanusiaan: 28 September 2016 di Kawasan Bukit Duri, seekor kucing bernama Libi menyaksikan betapa manusia menggusur tanah dan gubuk milik sesama manusia secara sempurna melanggar hukum, hak asasi manusia, agenda Pembangunan Berkelanjutan, UUD 1945 serta sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. #KampungSusun #Cakung #bukitduri #ciliwung #JAKHABITAT #JakartaKotaGlobal.&quot;

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8yNS8xLzE1MjQwNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


Dalam video postingan tersebut tokoh masyarakat Bukit Duri Jakarta Selatan, Romo Sandiawan memberikan sambutan dalam Peresmian Kampung Susun Produktif.

BACA JUGA:Relokasi Warga Bukit Duri, Anies: Kita Terbiasa Bekerja Tanpa Hiruk-pikuk

&quot;Ini dia patung kucing. Patung kucing ini gagasan karena waktu penggusuran saya melihat di atas sanggar Ciliwung yang dihancurkan itu ada seekor kucing bernama Libi milik anak-anak sanggar yang melompat-lompat dalam terpaan beko yang mengerikan itu,&quot; ujar Sandiawan.

&quot;Persis ketika beko itu menghancurkan pucuk dari sanggar itu, di antara debu-debu itu kucing itu terlempar. Kami menduga kucing itu sudah mati. Tapi keesokan harinya, anak-anak melaporkan kucing itu sedang duduk terisak-isak di lokasi di mana sanggar itu sudah hancur,&quot; ujarnya.

Yang terjadi setelah penggusuran tersebut adalah setiap jam 3 sore kucing itu selalu tidur di lokasi reruntuhan.

&quot;Kucing bernama Libi ini kami jadikan simbol perjuangan kesetiaan dan persistensi warga yang rindu sekali akan tempat tinggal, tempat pemukiman yang manusiawi, yang penuh gotong-royong. Inilah patung kucing Libi. Terima kasih,&quot; tutur Sandiawan.
</content:encoded></item></channel></rss>
