<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBB: 19 Juta Orang di Afghanistan Alami Kelangkaan Pangan Akut</title><description>Griffiths menyampaikan laporan tersebut satu hari menjelang peringatan satu tahun penarikan mundur pasukan AS dari Afghanistan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/30/18/2657444/pbb-19-juta-orang-di-afghanistan-alami-kelangkaan-pangan-akut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/30/18/2657444/pbb-19-juta-orang-di-afghanistan-alami-kelangkaan-pangan-akut"/><item><title>PBB: 19 Juta Orang di Afghanistan Alami Kelangkaan Pangan Akut</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/30/18/2657444/pbb-19-juta-orang-di-afghanistan-alami-kelangkaan-pangan-akut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/30/18/2657444/pbb-19-juta-orang-di-afghanistan-alami-kelangkaan-pangan-akut</guid><pubDate>Selasa 30 Agustus 2022 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/30/18/2657444/pbb-19-juta-orang-di-afghanistan-alami-kelangkaan-pangan-akut-y0g7fQejFz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PBB perkirakan 19 juta orang Afghanistan mengalami kelangkaan pangan akut (Foto: ANSA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/30/18/2657444/pbb-19-juta-orang-di-afghanistan-alami-kelangkaan-pangan-akut-y0g7fQejFz.jpg</image><title>PBB perkirakan 19 juta orang Afghanistan mengalami kelangkaan pangan akut (Foto: ANSA)</title></images><description>KABUL - Pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan kemanusiaan, pada Senin (29/8/2022), menyampaikan informasi terkini tentang situasi ekonomi dan kemanusiaan di Afghanistan kepada Dewan Keamanan PBB.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Kemanusiaan, Martin Griffiths, mengatakan &amp;ldquo;hampir 19 juta orang di Afghanistan menghadapi kelangkaan pangan yang akut, termasuk enam juta orang yang berisiko mengalami kelaparan parah.&amp;rdquo; Ia menegaskan bahwa, &amp;ldquo;tanpa layanan khusus, anak-anak ini (yang berada dalam situasi tersebut) akan tewas.&amp;rdquo;
Baca juga:&amp;nbsp;Taliban Tuduh Pakistan Izinkan AS Lakukan Serangan Drone ke Afghanistan
Dikutip VOA, Griffiths menyampaikan laporan tersebut satu hari menjelang peringatan satu tahun penarikan mundur pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Survei PBB: Penanaman Ganja di Afghanistan Melonjak 37%Ia kemudian mengatakan &amp;ldquo;krisis demi krisis yang datang tanpa henti&amp;rdquo; termasuk musim kering selama tiga tahun, gempa berkekuatan 5,9 dan banjir bandang dahsyat yang melanda Afghanistan semakin mempersulit situasi yang sebelumnya sudah buruk, terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah dengan intensitas tinggi.

Menurut dia, gabungan krisis tersebut, menyulitkan untuk &amp;ldquo;memahami angka-angka (warga Afghanistan yang terdampak) ini.

</description><content:encoded>KABUL - Pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan kemanusiaan, pada Senin (29/8/2022), menyampaikan informasi terkini tentang situasi ekonomi dan kemanusiaan di Afghanistan kepada Dewan Keamanan PBB.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Kemanusiaan, Martin Griffiths, mengatakan &amp;ldquo;hampir 19 juta orang di Afghanistan menghadapi kelangkaan pangan yang akut, termasuk enam juta orang yang berisiko mengalami kelaparan parah.&amp;rdquo; Ia menegaskan bahwa, &amp;ldquo;tanpa layanan khusus, anak-anak ini (yang berada dalam situasi tersebut) akan tewas.&amp;rdquo;
Baca juga:&amp;nbsp;Taliban Tuduh Pakistan Izinkan AS Lakukan Serangan Drone ke Afghanistan
Dikutip VOA, Griffiths menyampaikan laporan tersebut satu hari menjelang peringatan satu tahun penarikan mundur pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Survei PBB: Penanaman Ganja di Afghanistan Melonjak 37%Ia kemudian mengatakan &amp;ldquo;krisis demi krisis yang datang tanpa henti&amp;rdquo; termasuk musim kering selama tiga tahun, gempa berkekuatan 5,9 dan banjir bandang dahsyat yang melanda Afghanistan semakin mempersulit situasi yang sebelumnya sudah buruk, terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah dengan intensitas tinggi.

Menurut dia, gabungan krisis tersebut, menyulitkan untuk &amp;ldquo;memahami angka-angka (warga Afghanistan yang terdampak) ini.

</content:encoded></item></channel></rss>
