<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Syarat Hartini Sebelum Dinikahi Soekarno: Fatmawati Tidak Diceraikan dan Tetap Jadi Ibu Negara</title><description>Awal pertemuan Soekarno dengan Hartini pertama kali terjadi di Salatiga, Jawa Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/31/337/2657419/syarat-hartini-sebelum-dinikahi-soekarno-fatmawati-tidak-diceraikan-dan-tetap-jadi-ibu-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/31/337/2657419/syarat-hartini-sebelum-dinikahi-soekarno-fatmawati-tidak-diceraikan-dan-tetap-jadi-ibu-negara"/><item><title>Syarat Hartini Sebelum Dinikahi Soekarno: Fatmawati Tidak Diceraikan dan Tetap Jadi Ibu Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/31/337/2657419/syarat-hartini-sebelum-dinikahi-soekarno-fatmawati-tidak-diceraikan-dan-tetap-jadi-ibu-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/31/337/2657419/syarat-hartini-sebelum-dinikahi-soekarno-fatmawati-tidak-diceraikan-dan-tetap-jadi-ibu-negara</guid><pubDate>Rabu 31 Agustus 2022 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Shaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/30/337/2657419/syarat-hartini-sebelum-dinikahi-soekarno-fatmawati-tidak-diceraikan-dan-tetap-jadi-ibu-negara-xLSmFi4bez.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soekarno dan Hartini. (Foto: Perpusnas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/30/337/2657419/syarat-hartini-sebelum-dinikahi-soekarno-fatmawati-tidak-diceraikan-dan-tetap-jadi-ibu-negara-xLSmFi4bez.jpg</image><title>Soekarno dan Hartini. (Foto: Perpusnas)</title></images><description>JAKARTA - Awal pertemuan Soekarno dengan Hartini pertama kali terjadi di Salatiga, Jawa Tengah. Pada saat itu Hartini tengah menjadi anggota panitia untuk menyambut kedatangan Soekarno.

Ketika mereka bersalaman, Soekarno banyak bertanya kepada Hartini, mulai dari rumahnya di mana, anaknya berapa dan suaminya siapa.

Terlihat Soekarno sangat tertarik dengan seorang wanita yang bernama Hartini itu. Kemudian, karena tertarik dengan Hartini, Soekarno mengirimkan surat untuknya.

BACA JUGA:Alasan Soekarno Menikahi Fatmawati dan Akhirnya Tinggalkan Inggit


BACA JUGA:Kisah Duka Soekarno, Ketika Ibu Mertuanya Meninggal di Pengasingan Pulau Bunga

Lewat surat menyurat itulah rasa mencintai mereka saling timbul. Hartini mengatakan bahwa ia bersedia menjadi istri Soekarno setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya.

&quot;Kata orang tua saya, dimadu itu abot (berat), biarpun oleh raja atau presiden,&quot; tuturnya.

Namun, sebelum dinikahi, Hartini mengajukan syarat agar Fatmawati tidak diceraikan dan tetap menjadi Ibu Negara. &quot; Saya tidak mau Ibu Fatmawati diceraikan, karena kami sama-sama wanita,&quot; ujarnya.

Selama berumah tangga dengan Soekarno, Hartini mengakui bahwa suaminya selalu bersikap penuh perhatian, telaten, dan tak pilih kasih. Demikian terungkap dalam buku berjudul &amp;ldquo;Soekarno Fatmwati, Buah Kisah Cinta Klasik&amp;rdquo; karya Adhe Riyanto.

&quot;Bapak telaten dan penuh perhatian pada semua istrinya. Kita ndak dibeda-bedakan,&quot; kata Hartini.</description><content:encoded>JAKARTA - Awal pertemuan Soekarno dengan Hartini pertama kali terjadi di Salatiga, Jawa Tengah. Pada saat itu Hartini tengah menjadi anggota panitia untuk menyambut kedatangan Soekarno.

Ketika mereka bersalaman, Soekarno banyak bertanya kepada Hartini, mulai dari rumahnya di mana, anaknya berapa dan suaminya siapa.

Terlihat Soekarno sangat tertarik dengan seorang wanita yang bernama Hartini itu. Kemudian, karena tertarik dengan Hartini, Soekarno mengirimkan surat untuknya.

BACA JUGA:Alasan Soekarno Menikahi Fatmawati dan Akhirnya Tinggalkan Inggit


BACA JUGA:Kisah Duka Soekarno, Ketika Ibu Mertuanya Meninggal di Pengasingan Pulau Bunga

Lewat surat menyurat itulah rasa mencintai mereka saling timbul. Hartini mengatakan bahwa ia bersedia menjadi istri Soekarno setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya.

&quot;Kata orang tua saya, dimadu itu abot (berat), biarpun oleh raja atau presiden,&quot; tuturnya.

Namun, sebelum dinikahi, Hartini mengajukan syarat agar Fatmawati tidak diceraikan dan tetap menjadi Ibu Negara. &quot; Saya tidak mau Ibu Fatmawati diceraikan, karena kami sama-sama wanita,&quot; ujarnya.

Selama berumah tangga dengan Soekarno, Hartini mengakui bahwa suaminya selalu bersikap penuh perhatian, telaten, dan tak pilih kasih. Demikian terungkap dalam buku berjudul &amp;ldquo;Soekarno Fatmwati, Buah Kisah Cinta Klasik&amp;rdquo; karya Adhe Riyanto.

&quot;Bapak telaten dan penuh perhatian pada semua istrinya. Kita ndak dibeda-bedakan,&quot; kata Hartini.</content:encoded></item></channel></rss>
