<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Diajak Nonton Tari Perut di Pinggir Sungai Nil</title><description>Ulah Gus Dur membuat Imam kena marah istrinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/31/337/2657652/humor-gus-dur-diajak-nonton-tari-perut-di-pinggir-sungai-nil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/08/31/337/2657652/humor-gus-dur-diajak-nonton-tari-perut-di-pinggir-sungai-nil"/><item><title>Humor Gus Dur: Diajak Nonton Tari Perut di Pinggir Sungai Nil</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/08/31/337/2657652/humor-gus-dur-diajak-nonton-tari-perut-di-pinggir-sungai-nil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/08/31/337/2657652/humor-gus-dur-diajak-nonton-tari-perut-di-pinggir-sungai-nil</guid><pubDate>Rabu 31 Agustus 2022 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/30/337/2657652/humor-gus-dur-diajak-nonton-tari-perut-di-pinggir-sungai-nil-ywL5Ow7JU3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: Ist.) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/30/337/2657652/humor-gus-dur-diajak-nonton-tari-perut-di-pinggir-sungai-nil-ywL5Ow7JU3.jpg</image><title>KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: Ist.) </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Semasa menjabat sebagai Presiden, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengajak rombongan menterinya menghadiri KTT 15 Negara (KTT G-15) yang digelar di Kairo, Mesir pada 2000.
Dalam buku &amp;ldquo;Mata Batin Gus Dur&amp;rdquo;, jurnalis Imam Anshori Saleh mengungkapkan bahwa dalam rombongan itu, selain para menteri Gus Dur juga mengajak istrinya, Sinta Nuriyah, keluarga, dan para wartawan. Imam berpikir mungkin Gus Dur sekaligus mengajak mereka agar mengetahui tempat dan budaya Mesir, mengingat sang kiai pernah berkuliah di Al-Azhar, Kairo.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur Tentang Pengail Ikan Menolong Pemimpin yang Hanyut

Suatu malam, Gus Dur mengajak rombongan itu menuju sebuah bandar kecil di tepian Sungai Nil yang membelah Kota Kairo. Begitu masuk kapal, Gus Dur berbisik kepada Imam yang baru pertama kali ke Mesir.
&quot;Nanti saya nostalgia, mengenang musik yang khas, sampeyan (kamu) yang nonton,&quot; kata Gus Dur sambil tertawa terkekeh.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Kondektur Bus Jatuh, Perkataan Terakhirnya Bikin Miris!

Ternyata di bagian dalam kapal itu ada semacam ruangan luas dengan pencahayaan temaram. Di sana tampak seperangkat alat musik dan sejumlah perempuan penari perut.
Kapal pun bergerak perlahan sementara satu per satu para penari perut itu beraksi meliukkan tubuh mengikuti irama musik.Gus Dur terlihat menyandarkan bahunya di kursi sembari memejamkan mata dan mulutnya komat kamit menirukan syair lagu. Ia tampak khusyuk mendengarkan paduan gesekan biola, perkusi, dan nyanyian berbahasa Arab Mesir.
&quot;Bagaimana Mas Imam, tariannya?&quot; celetuk Gus Dur sembari tangannya mengetuk-ngetuk pegangan kursi kapal
&quot;He..he..he, lumayan Gus, tombo ngantuk (obat penahan kantuk),&quot; jawab Imam sekenanya.
Gus Dur dan anggota rombongan lain tertawa mendegar jawaban si jurnalis.
Dalam suatu kesempatan, Imam 'dipaksa' berfoto bersama para penari perut Mesir. Ketika fotonya dicetak dan dibawa ke Jakarta, sang istri langsung mengguntingnya sembari berseru marah, &quot;Nggak punya foto sama Gus Dur malah foto bareng penari perut!&quot;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Semasa menjabat sebagai Presiden, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengajak rombongan menterinya menghadiri KTT 15 Negara (KTT G-15) yang digelar di Kairo, Mesir pada 2000.
Dalam buku &amp;ldquo;Mata Batin Gus Dur&amp;rdquo;, jurnalis Imam Anshori Saleh mengungkapkan bahwa dalam rombongan itu, selain para menteri Gus Dur juga mengajak istrinya, Sinta Nuriyah, keluarga, dan para wartawan. Imam berpikir mungkin Gus Dur sekaligus mengajak mereka agar mengetahui tempat dan budaya Mesir, mengingat sang kiai pernah berkuliah di Al-Azhar, Kairo.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur Tentang Pengail Ikan Menolong Pemimpin yang Hanyut

Suatu malam, Gus Dur mengajak rombongan itu menuju sebuah bandar kecil di tepian Sungai Nil yang membelah Kota Kairo. Begitu masuk kapal, Gus Dur berbisik kepada Imam yang baru pertama kali ke Mesir.
&quot;Nanti saya nostalgia, mengenang musik yang khas, sampeyan (kamu) yang nonton,&quot; kata Gus Dur sambil tertawa terkekeh.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Kondektur Bus Jatuh, Perkataan Terakhirnya Bikin Miris!

Ternyata di bagian dalam kapal itu ada semacam ruangan luas dengan pencahayaan temaram. Di sana tampak seperangkat alat musik dan sejumlah perempuan penari perut.
Kapal pun bergerak perlahan sementara satu per satu para penari perut itu beraksi meliukkan tubuh mengikuti irama musik.Gus Dur terlihat menyandarkan bahunya di kursi sembari memejamkan mata dan mulutnya komat kamit menirukan syair lagu. Ia tampak khusyuk mendengarkan paduan gesekan biola, perkusi, dan nyanyian berbahasa Arab Mesir.
&quot;Bagaimana Mas Imam, tariannya?&quot; celetuk Gus Dur sembari tangannya mengetuk-ngetuk pegangan kursi kapal
&quot;He..he..he, lumayan Gus, tombo ngantuk (obat penahan kantuk),&quot; jawab Imam sekenanya.
Gus Dur dan anggota rombongan lain tertawa mendegar jawaban si jurnalis.
Dalam suatu kesempatan, Imam 'dipaksa' berfoto bersama para penari perut Mesir. Ketika fotonya dicetak dan dibawa ke Jakarta, sang istri langsung mengguntingnya sembari berseru marah, &quot;Nggak punya foto sama Gus Dur malah foto bareng penari perut!&quot;
</content:encoded></item></channel></rss>
