<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istri Kopda Muslimin Keluar RSUP Kariadi, Tim Dokter Terus Pantau Kondisinya</title><description>Tim dokter terus memantau kondisi istri Kopda Muslimin yang sudah diperbolehkan pulang dari RSUP Kariadi.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/01/512/2658685/istri-kopda-muslimin-keluar-rsup-kariadi-tim-dokter-terus-pantau-kondisinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/01/512/2658685/istri-kopda-muslimin-keluar-rsup-kariadi-tim-dokter-terus-pantau-kondisinya"/><item><title>Istri Kopda Muslimin Keluar RSUP Kariadi, Tim Dokter Terus Pantau Kondisinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/01/512/2658685/istri-kopda-muslimin-keluar-rsup-kariadi-tim-dokter-terus-pantau-kondisinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/01/512/2658685/istri-kopda-muslimin-keluar-rsup-kariadi-tim-dokter-terus-pantau-kondisinya</guid><pubDate>Kamis 01 September 2022 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dicky Aditya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/01/512/2658685/istri-kopda-muslimin-keluar-rsup-kariadi-tim-dokter-terus-pantau-kondisinya-HW1EQcKbGi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RW korban percobaan pembunuhan oleh suaminya yakni Kopda M sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/01/512/2658685/istri-kopda-muslimin-keluar-rsup-kariadi-tim-dokter-terus-pantau-kondisinya-HW1EQcKbGi.jpg</image><title>RW korban percobaan pembunuhan oleh suaminya yakni Kopda M sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. (Ist)</title></images><description>SEMARANG - Korban percobaan pembunuhan oleh suaminya Kopda M, yaitu kondisi RW (34), menurut pihak RSUP Dr Kariadi keadaan fisik dan kesadarannya saat ini sudah jauh membaik.

Sebelumnya, korban sempat mengalami percobaan pembunuhan  di Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 18 Juli 2022. Karena hal itu, ia harus menjalani operasi penyembuhan luka tembak di bagian perut. Perawatan intensif oleh tim dokter dari RSUP Dr Kariadi juga berhasil dilalui dengan lancar.

Lantaran kondisi kesehatan keseluruhan sudah membaik, tim dokter sudah memperbolehkan korban pulang dan selanjutnya menjalani rawat jalan serta home care yang akan ditangani oleh tim RS Tk.lll Bakti Wira Tamtama Kesdam lV/Diponegoro.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yOC8xLzE1MTE1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


RW saat ini sudah mampu melakukan latihan berdiri, jalan, serta makan sendiri. Nantinya, kondisi fisik dan psikisnya akan terus dipantau dokter serta menjalani beberapa treatment seperti fisioterapi, perawatan bekas luka, dan mengonsumsi obat yang telah ditentukan sehingga kondisi kesehatan dipastikan normal kembali dan bisa beraktivitas lagi.

BACA JUGA:Kopda Muslimin Beberapa Kali Coba Bunuh Istrinya: Meracuni hingga Santet

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto pada Rabu (31/8/2022) mengungkapkan, dari hasil visum et repertum menyatakan Kopda M meninggal karena mati lemas atau keracunan zat toksik berupa sianida dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

&amp;ldquo;Dari hasil pemeriksaan toksikologi ditemukan antara lain baik dari sampel urine, otak kecil, batang otak, ginjal kiri, jantung, dan paru kiri positif mengandung racun sianida. Sedangkan sampel darah, otak besar, lambung, hati, ginjal kanan juga positif mengandung sianida. Sehingga diduga kuat Kopda M meninggal dunia karena bunuh diri dengan mengonsumsi racun,&amp;rdquo; ucapnya.

Hal ini termasuk diperkuat keterangan saksi-saksi bahwa Kopda M secara terus-menerus meminta maaf kepada orang tuanya dan menyatakan telah berbuat khilaf. Selain itu, Kopda M ketakutan dan menyesali perbuatannya sehingga mempunyai rencana untuk mengakhiri hidupnya. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 6 lembar surat wasiat di tasnya yang ditujukan kepada istri dan anak-anaknya.</description><content:encoded>SEMARANG - Korban percobaan pembunuhan oleh suaminya Kopda M, yaitu kondisi RW (34), menurut pihak RSUP Dr Kariadi keadaan fisik dan kesadarannya saat ini sudah jauh membaik.

Sebelumnya, korban sempat mengalami percobaan pembunuhan  di Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 18 Juli 2022. Karena hal itu, ia harus menjalani operasi penyembuhan luka tembak di bagian perut. Perawatan intensif oleh tim dokter dari RSUP Dr Kariadi juga berhasil dilalui dengan lancar.

Lantaran kondisi kesehatan keseluruhan sudah membaik, tim dokter sudah memperbolehkan korban pulang dan selanjutnya menjalani rawat jalan serta home care yang akan ditangani oleh tim RS Tk.lll Bakti Wira Tamtama Kesdam lV/Diponegoro.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8yOC8xLzE1MTE1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


RW saat ini sudah mampu melakukan latihan berdiri, jalan, serta makan sendiri. Nantinya, kondisi fisik dan psikisnya akan terus dipantau dokter serta menjalani beberapa treatment seperti fisioterapi, perawatan bekas luka, dan mengonsumsi obat yang telah ditentukan sehingga kondisi kesehatan dipastikan normal kembali dan bisa beraktivitas lagi.

BACA JUGA:Kopda Muslimin Beberapa Kali Coba Bunuh Istrinya: Meracuni hingga Santet

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Bambang Hermanto pada Rabu (31/8/2022) mengungkapkan, dari hasil visum et repertum menyatakan Kopda M meninggal karena mati lemas atau keracunan zat toksik berupa sianida dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

&amp;ldquo;Dari hasil pemeriksaan toksikologi ditemukan antara lain baik dari sampel urine, otak kecil, batang otak, ginjal kiri, jantung, dan paru kiri positif mengandung racun sianida. Sedangkan sampel darah, otak besar, lambung, hati, ginjal kanan juga positif mengandung sianida. Sehingga diduga kuat Kopda M meninggal dunia karena bunuh diri dengan mengonsumsi racun,&amp;rdquo; ucapnya.

Hal ini termasuk diperkuat keterangan saksi-saksi bahwa Kopda M secara terus-menerus meminta maaf kepada orang tuanya dan menyatakan telah berbuat khilaf. Selain itu, Kopda M ketakutan dan menyesali perbuatannya sehingga mempunyai rencana untuk mengakhiri hidupnya. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 6 lembar surat wasiat di tasnya yang ditujukan kepada istri dan anak-anaknya.</content:encoded></item></channel></rss>
