<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KNKT Sebut Truk Kecelakaan Maut di Bekasi Layak Jalan</title><description>KNKT menilai truk yang mengalami kecelakaan maut di Bekasi laik jalan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659268/knkt-sebut-truk-kecelakaan-maut-di-bekasi-layak-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659268/knkt-sebut-truk-kecelakaan-maut-di-bekasi-layak-jalan"/><item><title>KNKT Sebut Truk Kecelakaan Maut di Bekasi Layak Jalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659268/knkt-sebut-truk-kecelakaan-maut-di-bekasi-layak-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659268/knkt-sebut-truk-kecelakaan-maut-di-bekasi-layak-jalan</guid><pubDate>Jum'at 02 September 2022 06:42 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/02/337/2659268/knkt-sebut-truk-kecelakaan-maut-di-bekasi-layak-jalan-kKpK9O0qHK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi memeriksa lokasi kejadian kecelakaan truk di Bekasi. (MNC Portal/Refi Sandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/02/337/2659268/knkt-sebut-truk-kecelakaan-maut-di-bekasi-layak-jalan-kKpK9O0qHK.jpg</image><title>Polisi memeriksa lokasi kejadian kecelakaan truk di Bekasi. (MNC Portal/Refi Sandi)</title></images><description>BEKASI - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan truk yang kecelakaan di Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi, hingga mengakibatkan 10 orang tewas tersebut layak jalak. Hal itu setelah KNKT mengecek truk tersebut.
&quot;Dari hasil pemeriksaan, semua sistem rem bekerja bagus, tidak ada kerusakan sama sekali. Secara keseluruhan layak jalan,&quot; kata senior investigator KNKT Ahmad Wildan, Kamis (1/9/2022) malam.
Ia menambahkan, sopir juga mengaku masih melakukan pengereman saat insiden itu terjadi. Namun, pengereman dirasa kurang bekerja lantaran truk membawa muatan berat.



&quot;Saya tanya ada masalah di dalam pengereman, dia bilang bisa ngerem, tapi enggak pakem karena beratnya terlalu berlebihan terus pakai gigi tujuh,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:5 Fakta Terkini Truk Tabrak Tower di Bekasi, Korban Bertambah Jadi 33 Orang
&quot;Muatannya besi seberat 55 ton, sehingga dengan muatan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan pengereman. Gaya pengereman tidak bisa mengakomodasi muatan tersebut,&quot; katanya.Ahmad menyatakan, sang sopir tidak mengantuk saat kejadian. Hanya saja, sopir kewaspadaan sopir diduga turun lantaran sempat salah memilih jalan ketika menuju ke Surabaya dari arah Narogong.
&quot;Pengakuan pengemudi tidak mengantuk. Dia hanya bingung sehingga menurun kewaspadaan karena salah jalan,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>BEKASI - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan truk yang kecelakaan di Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi, hingga mengakibatkan 10 orang tewas tersebut layak jalak. Hal itu setelah KNKT mengecek truk tersebut.
&quot;Dari hasil pemeriksaan, semua sistem rem bekerja bagus, tidak ada kerusakan sama sekali. Secara keseluruhan layak jalan,&quot; kata senior investigator KNKT Ahmad Wildan, Kamis (1/9/2022) malam.
Ia menambahkan, sopir juga mengaku masih melakukan pengereman saat insiden itu terjadi. Namun, pengereman dirasa kurang bekerja lantaran truk membawa muatan berat.



&quot;Saya tanya ada masalah di dalam pengereman, dia bilang bisa ngerem, tapi enggak pakem karena beratnya terlalu berlebihan terus pakai gigi tujuh,&quot; tuturnya.
BACA JUGA:5 Fakta Terkini Truk Tabrak Tower di Bekasi, Korban Bertambah Jadi 33 Orang
&quot;Muatannya besi seberat 55 ton, sehingga dengan muatan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan pengereman. Gaya pengereman tidak bisa mengakomodasi muatan tersebut,&quot; katanya.Ahmad menyatakan, sang sopir tidak mengantuk saat kejadian. Hanya saja, sopir kewaspadaan sopir diduga turun lantaran sempat salah memilih jalan ketika menuju ke Surabaya dari arah Narogong.
&quot;Pengakuan pengemudi tidak mengantuk. Dia hanya bingung sehingga menurun kewaspadaan karena salah jalan,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
