<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beratnya Pendidikan Khusus Kopassus Tidak Pandang Bulu, Ini Buktinya!</title><description>Perkembangan pendidikan untuk menjadi anggota Kopassus berkembang sesuai zaman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659511/beratnya-pendidikan-khusus-kopassus-tidak-pandang-bulu-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659511/beratnya-pendidikan-khusus-kopassus-tidak-pandang-bulu-ini-buktinya"/><item><title>Beratnya Pendidikan Khusus Kopassus Tidak Pandang Bulu, Ini Buktinya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659511/beratnya-pendidikan-khusus-kopassus-tidak-pandang-bulu-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659511/beratnya-pendidikan-khusus-kopassus-tidak-pandang-bulu-ini-buktinya</guid><pubDate>Jum'at 02 September 2022 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Shaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/02/337/2659511/beratnya-pendidikan-khusus-kopassus-tidak-pandang-bulu-ini-buktinya-iyZQD8XIuj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/02/337/2659511/beratnya-pendidikan-khusus-kopassus-tidak-pandang-bulu-ini-buktinya-iyZQD8XIuj.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Ant)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan pendidikan untuk menjadi anggota Kopassus berkembang sesuai zaman. Dibandingkan dengan Pendidikan Komando di awal terbentuknya Kopassus, sekarang ini latihan sudah memiliki kurikulum yang jelas dengan tujuan utama pembentukan mental Komando dan pendidikan dasar.

Bukan hanya serdik yang mendapat pendidikan, tetapi para pelatih yang dipilih dari bintara dan tamtama terbaik pun mendapat pendidikan khusus. Generasi awal Kopassus yang dulu dikenal dengan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dilahirkan dari tangan dingin para pelatih generasi pertama.

BACA JUGA:Laporan Prajurit Kopassus Tewas Dianiaya Seniornya Tak Disampaikan, Jenderal Andika Marah Besar


BACA JUGA: Ilmu Perang Tertinggi Kopassus, Menang Tanpa Menumpahkan Darah

Salah satu pelatih angkatan pertama, Kapten (Purn) Wardi menceritakan pelatihan para prajurit pasukan Komando dilakukan di masa Indonesia masih mengalami banyak gejolak dan pemberontakan kelompok kanan dan kiri pada 1950-an. Kapten Wardi yang mulai melatih sejak 1951 menceritakan, para prajurit Komando tersebur mengambil peran penting dalam upaya meredam gerakan radikal dan separatis yang merongrong keselamatan dan keutuhan Republik Indonesia.

&quot;Awalnya rekrutmen pertama melatih Batalyon 11, lalu gelombang kedua dari Batalyon 317, dan gelom. bang ketiga yang dijuluki BSH atau Barisan Sakit Hati dari satuan TN di Cirebon. Kemudian saya dipanggil Kapten Sandihardjo ditunjuk menjadi pelatih Komando. Total ada 42 orang yang menjadi pelatih Komando angkatan pertama,&quot; kata Kapten Wardi.

Saat itu unit Komando masih bernama Kesatuan Komando (Kesko), belum menjadi komando teritorial. Pendidikan dipindahkan ke Batujajar di pinggiran Kota Bandung pada 1952. Pada angkatan pertama, basis pendidikan bukan langsung berlatih Komando tetapi P5 yakni Penghormatan Tentara, Peraturan Disiplin Tentara (PDT), Peraturan Urusan Dalam (PUD), Peraturan Dasar Garnisun (PDG), dan Peraturan Penghormatan Tentara (PPT).

Sewaktu itu, Wardi adalah seorang bintara (onder officier) dan sempat menyatakan keberatan untuk mengajar materi PDT karena umumnya materi itu disampaikan oleh perwira. Disebabkan keberatannya itu, ia dipindah menjadi pelatih hutan gunung di kaki Gunung Jayagiri.

Kemudian ia dipanggil komandan batalion dan sekali lagi ia menjelaskan keberatannya mengajar materi yang umumnya diberikan perwira. Setelah itu, Wardi dipindah mengelola toko di kantin pusat pendidikan. la kemudian mengajukan diri untuk ikut Pendidikan Komando setelah empat tahun menjadi pelatih karena tidak ingin menyandang brevet Komando secara formalitas dan tidak menjalani suka duka meraih brevet.

Jadilah Wardi ikut Pelatihan Dasar Komando dari basis, hutan, gunung, dan laut. Wardi mengikuti pendidikan angkatan lima atau angkatan enam bersama Pak Karya dan Pak Niko yang kemudian menjadi sejawat pelatih Komando. Ketika itu, mereka dilatih oleh pelatih muda dari angkatan kedua Komando generasi L,B. Moerdani, Dading Kalbuadi, dan kawan-kawan, alhasil Wardi pun dilatih oleh mantan siswanya sendiri.

&quot;Saya tidak mendapat keistimewaan dan harus menjalani semua tahap latihan. Saya minta izin ke Pak Idjon Djanbi untuk bisa ikut pendidikan Komando,&quot; kata Wardi, dikutip dari buku berjudul &amp;ldquo;Kopassus Untuk Indonesia : Profesionalisme Prajurit Kopassus&amp;rdquo; karya Iwan Santosa dan E.A. Natanegara


Semasa itu, pelantikan belum dilakukan di Karang Bolong, Cilacap seperti saat ini. Latihan gunung dan hutan berlangsung di Situ Lembang. Latihan laut pernah dilakukan di Cilincing dan juga di Merak, walaupun pada masa pendidikan yang dijalani Wardi, latihan laut sudah berlangsung di Cilacap.

Letnan Kolonel Inf. Haji Mochammad Idjon Djanbi pun masih terus aktif memantau proses Pendidikan Komando yang berlangsung. Seluruh materi pendidikan keterampilan pergerakan perorangan, penguasaan beragam senjata, dari buku latihan dan praktik dilakukan para siswa komando.

Wardi sebagai pelatih paham bahasa Inggris, Belanda, Prancis, dan Jepang. Dia mendapat bantuan dari Trisno Yuwono mantan pejuang kemerdekaan yang juga wartawan dalam menerjemahkan materi Pendidikan Komando ke dalam Bahasa Indonesia. Sebelumnya mereka belajar dari menghafal gambar-gambar yang ada di dalam buku.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan pendidikan untuk menjadi anggota Kopassus berkembang sesuai zaman. Dibandingkan dengan Pendidikan Komando di awal terbentuknya Kopassus, sekarang ini latihan sudah memiliki kurikulum yang jelas dengan tujuan utama pembentukan mental Komando dan pendidikan dasar.

Bukan hanya serdik yang mendapat pendidikan, tetapi para pelatih yang dipilih dari bintara dan tamtama terbaik pun mendapat pendidikan khusus. Generasi awal Kopassus yang dulu dikenal dengan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dilahirkan dari tangan dingin para pelatih generasi pertama.

BACA JUGA:Laporan Prajurit Kopassus Tewas Dianiaya Seniornya Tak Disampaikan, Jenderal Andika Marah Besar


BACA JUGA: Ilmu Perang Tertinggi Kopassus, Menang Tanpa Menumpahkan Darah

Salah satu pelatih angkatan pertama, Kapten (Purn) Wardi menceritakan pelatihan para prajurit pasukan Komando dilakukan di masa Indonesia masih mengalami banyak gejolak dan pemberontakan kelompok kanan dan kiri pada 1950-an. Kapten Wardi yang mulai melatih sejak 1951 menceritakan, para prajurit Komando tersebur mengambil peran penting dalam upaya meredam gerakan radikal dan separatis yang merongrong keselamatan dan keutuhan Republik Indonesia.

&quot;Awalnya rekrutmen pertama melatih Batalyon 11, lalu gelombang kedua dari Batalyon 317, dan gelom. bang ketiga yang dijuluki BSH atau Barisan Sakit Hati dari satuan TN di Cirebon. Kemudian saya dipanggil Kapten Sandihardjo ditunjuk menjadi pelatih Komando. Total ada 42 orang yang menjadi pelatih Komando angkatan pertama,&quot; kata Kapten Wardi.

Saat itu unit Komando masih bernama Kesatuan Komando (Kesko), belum menjadi komando teritorial. Pendidikan dipindahkan ke Batujajar di pinggiran Kota Bandung pada 1952. Pada angkatan pertama, basis pendidikan bukan langsung berlatih Komando tetapi P5 yakni Penghormatan Tentara, Peraturan Disiplin Tentara (PDT), Peraturan Urusan Dalam (PUD), Peraturan Dasar Garnisun (PDG), dan Peraturan Penghormatan Tentara (PPT).

Sewaktu itu, Wardi adalah seorang bintara (onder officier) dan sempat menyatakan keberatan untuk mengajar materi PDT karena umumnya materi itu disampaikan oleh perwira. Disebabkan keberatannya itu, ia dipindah menjadi pelatih hutan gunung di kaki Gunung Jayagiri.

Kemudian ia dipanggil komandan batalion dan sekali lagi ia menjelaskan keberatannya mengajar materi yang umumnya diberikan perwira. Setelah itu, Wardi dipindah mengelola toko di kantin pusat pendidikan. la kemudian mengajukan diri untuk ikut Pendidikan Komando setelah empat tahun menjadi pelatih karena tidak ingin menyandang brevet Komando secara formalitas dan tidak menjalani suka duka meraih brevet.

Jadilah Wardi ikut Pelatihan Dasar Komando dari basis, hutan, gunung, dan laut. Wardi mengikuti pendidikan angkatan lima atau angkatan enam bersama Pak Karya dan Pak Niko yang kemudian menjadi sejawat pelatih Komando. Ketika itu, mereka dilatih oleh pelatih muda dari angkatan kedua Komando generasi L,B. Moerdani, Dading Kalbuadi, dan kawan-kawan, alhasil Wardi pun dilatih oleh mantan siswanya sendiri.

&quot;Saya tidak mendapat keistimewaan dan harus menjalani semua tahap latihan. Saya minta izin ke Pak Idjon Djanbi untuk bisa ikut pendidikan Komando,&quot; kata Wardi, dikutip dari buku berjudul &amp;ldquo;Kopassus Untuk Indonesia : Profesionalisme Prajurit Kopassus&amp;rdquo; karya Iwan Santosa dan E.A. Natanegara


Semasa itu, pelantikan belum dilakukan di Karang Bolong, Cilacap seperti saat ini. Latihan gunung dan hutan berlangsung di Situ Lembang. Latihan laut pernah dilakukan di Cilincing dan juga di Merak, walaupun pada masa pendidikan yang dijalani Wardi, latihan laut sudah berlangsung di Cilacap.

Letnan Kolonel Inf. Haji Mochammad Idjon Djanbi pun masih terus aktif memantau proses Pendidikan Komando yang berlangsung. Seluruh materi pendidikan keterampilan pergerakan perorangan, penguasaan beragam senjata, dari buku latihan dan praktik dilakukan para siswa komando.

Wardi sebagai pelatih paham bahasa Inggris, Belanda, Prancis, dan Jepang. Dia mendapat bantuan dari Trisno Yuwono mantan pejuang kemerdekaan yang juga wartawan dalam menerjemahkan materi Pendidikan Komando ke dalam Bahasa Indonesia. Sebelumnya mereka belajar dari menghafal gambar-gambar yang ada di dalam buku.</content:encoded></item></channel></rss>
