<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ma'ruf Amin: 69,3% Daerah Miskin Ekstrem Ada di Wilayah Pesisir</title><description>Saat ini, tercatat sebanyak 69,3% atau 147 kabupaten kota di wilayah pesisir masuk kategori miskin ekstrem.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659815/ma-ruf-amin-69-3-daerah-miskin-ekstrem-ada-di-wilayah-pesisir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659815/ma-ruf-amin-69-3-daerah-miskin-ekstrem-ada-di-wilayah-pesisir"/><item><title>Ma'ruf Amin: 69,3% Daerah Miskin Ekstrem Ada di Wilayah Pesisir</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659815/ma-ruf-amin-69-3-daerah-miskin-ekstrem-ada-di-wilayah-pesisir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/09/02/337/2659815/ma-ruf-amin-69-3-daerah-miskin-ekstrem-ada-di-wilayah-pesisir</guid><pubDate>Jum'at 02 September 2022 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/09/02/337/2659815/ma-ruf-amin-69-3-daerah-miskin-ekstrem-ada-di-wilayah-pesisir-MnNsFD22pI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/09/02/337/2659815/ma-ruf-amin-69-3-daerah-miskin-ekstrem-ada-di-wilayah-pesisir-MnNsFD22pI.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan mayoritas kabupaten kota dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi berada di wilayah pesisir. Saat ini, tercatat sebanyak 69,3% atau 147 kabupaten kota di wilayah pesisir masuk kategori miskin ekstrem.

&amp;ldquo;Yang perlu menjadi perhatian kita semua adalah mayoritas kabupaten kota dengan persentase kemiskinan ekstrem tertinggi adalah kabupaten kota yang memiliki wilayah pesisir,&amp;rdquo; kata Wapres saat memberikan sambutannya pada Rakernas Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) tahun 2022 secara virtual, Jumat (2/9/2022).
BACA JUGA:Wapres Maruf Amin Minta Usul Persekutuan Gereja untuk Percepatan Pembangunan Papua&amp;nbsp;
Wapres menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk berperang melawan kemiskinan ekstrem ini. &amp;ldquo;Bapak Presiden (Jokowi) telah menginstruksikan penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024. Tahun 2021 lalu penurunan kemiskinan ekstrim ditargetkan pada 35 kabupaten di 7 provinsi,&amp;rdquo; tuturnya.

Sedangkan, kata Wapres, pada tahun 2022 ditargetkan sebanyak 212 kabupaten kota di 25 provinsi. Dan pada tahun 2023 nanti ditargetkan 514 kabupaten kota di 34 provinsi.
BACA JUGA:Wapres Maruf Amin: Penduduk Surga Nanti Kebanyakan Bangsa Indonesia&amp;nbsp;

Dari target penurunan ekstrem di 212 kabupaten kota di Tahun 2022, Wapres mengatakan sebanyak 69,3% atau 147 Kabupaten Kota merupakan wilayah pesisir dengan total jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 1,3 juta penduduk atau 12,5% dari total penduduk miskin ekstrem di Indonesia yang berjumlah 10,806 juta jiwa.

&amp;ldquo;Artinya, jika kita fokus membangun daerah pesisir melalui pemberdayaan nelayan maka akan cukup signifikan mengurangi angka kemiskinan ekstrim,&amp;rdquo; papar Wapres.

Oleh karena itu, Wapres mendorong peningkatan pemberdayaan nelayan yang dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan, kemitraan usaha, kemudahan akses IPTEK dan informasi serta penguatan kelembagaan.

&amp;ldquo;Partisipasi dan kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan guna mendukung upaya pemerintah menghapus kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir,&amp;rdquo; kata Wapres.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengungkapkan mayoritas kabupaten kota dengan tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi berada di wilayah pesisir. Saat ini, tercatat sebanyak 69,3% atau 147 kabupaten kota di wilayah pesisir masuk kategori miskin ekstrem.

&amp;ldquo;Yang perlu menjadi perhatian kita semua adalah mayoritas kabupaten kota dengan persentase kemiskinan ekstrem tertinggi adalah kabupaten kota yang memiliki wilayah pesisir,&amp;rdquo; kata Wapres saat memberikan sambutannya pada Rakernas Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) tahun 2022 secara virtual, Jumat (2/9/2022).
BACA JUGA:Wapres Maruf Amin Minta Usul Persekutuan Gereja untuk Percepatan Pembangunan Papua&amp;nbsp;
Wapres menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk berperang melawan kemiskinan ekstrem ini. &amp;ldquo;Bapak Presiden (Jokowi) telah menginstruksikan penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024. Tahun 2021 lalu penurunan kemiskinan ekstrim ditargetkan pada 35 kabupaten di 7 provinsi,&amp;rdquo; tuturnya.

Sedangkan, kata Wapres, pada tahun 2022 ditargetkan sebanyak 212 kabupaten kota di 25 provinsi. Dan pada tahun 2023 nanti ditargetkan 514 kabupaten kota di 34 provinsi.
BACA JUGA:Wapres Maruf Amin: Penduduk Surga Nanti Kebanyakan Bangsa Indonesia&amp;nbsp;

Dari target penurunan ekstrem di 212 kabupaten kota di Tahun 2022, Wapres mengatakan sebanyak 69,3% atau 147 Kabupaten Kota merupakan wilayah pesisir dengan total jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 1,3 juta penduduk atau 12,5% dari total penduduk miskin ekstrem di Indonesia yang berjumlah 10,806 juta jiwa.

&amp;ldquo;Artinya, jika kita fokus membangun daerah pesisir melalui pemberdayaan nelayan maka akan cukup signifikan mengurangi angka kemiskinan ekstrim,&amp;rdquo; papar Wapres.

Oleh karena itu, Wapres mendorong peningkatan pemberdayaan nelayan yang dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan, kemitraan usaha, kemudahan akses IPTEK dan informasi serta penguatan kelembagaan.

&amp;ldquo;Partisipasi dan kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan guna mendukung upaya pemerintah menghapus kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir,&amp;rdquo; kata Wapres.</content:encoded></item></channel></rss>
